Home Mimika Awas, Provokasi dari Luar Masuk ke Mimika

Awas, Provokasi dari Luar Masuk ke Mimika

suroso  Jumat, 13 Juni 2014 14:49 WIT
Awas, Provokasi dari Luar Masuk ke Mimika
Jayapura,- Perang suku di Kabupaten Mimika berakhir usai suku Moni dan suku Dani sama-sama melakukan patang panah (perdamaian-red) yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Papua, Polri/TNI dan Pemerintah Kabupaten Mimika. Proses Upacara Patah Panah berlangsung di daerah Kwamki Lama, Mimika. Sekertaris Daerah Papua, Hery Dosinaen, kepada wartawan mengatakan, dengan proses Upacara Patah Panah, maka tidak ada lagi konflik perang suku di Mimika. Namum, yang perlu menjadi perhatian semua pihak adalah, harus kita waspadai provokasi dari luar.Jadi, sekarang yang harus diantisipasi adalah adanya provokasi-provokasi dari luar yang bisa mengakibatkan konflik kembali. Oleh sebab itu, saya himbau kepada Polda dan Pangdam tetap mengantisipasi situasi di Mimika dengan bagaimana menjaga agar jangan sampai pihak-pihak luar memanfaati situasi ini untuk membuat situasi kondisi menjadi rawan lagi,’’ imbaunya.Diketahui, Konflik di Mimika pada 29 Januari lalu menewaskan sekitar 19 orang, sementara ratusan lainnya luka-luka. Kedua suku yang bertikai kerap menyelesaikan masalah ini dengan berperang menggunakan senjata tajam, tombak dan panah. Namun, akar masalah tak pernah selesai.Dalam penyelesaian kasus ini, Pemprov Papua menolak membayar “denda kepala” kepada kedua suku yang bertikai. Saat bertemu kedua suku beberapa waktu lalu, Gubernur Papua Lukas Enembe menyebutkan, kalaupun ada dana untuk perdamaian ini, sifatnya sebagai bantuan, bukan pembayaran adat “denda kepala”.  Padahal, sebelumnya kedua suku menuntut pemerintah setempat untuk membayar “denda kepala” sebesar Rp80 miliar sebagai pengganti korban tewas dalam bentrokan ini.
suroso  Rabu, 15 Mei 2024 16:13
REKRUITMEN POLITIK DI TANAH PAPUA
Tentu kita semua ketahui bersama bahwa Rekruitmen Politik untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan pemilihan kepala daerah. Untuk Papua tentu harus mendasari dengan ketentuan Pasal 28 ayat 3 dan 4 UU No 21 tahun 2001 jo UU No 2 tahun 2021 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah,Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan pemilihan kepala daerah.
suroso  Kamis, 3 Agustus 2023 0:39
Mafia Tanah Adat di Papua Harus Dilawan
Masyarakat adat telah hidup pada wilayah adatnya masing masing sejak leluhur tanpa saling mengganggu, pada waktu lalu upaya upaya penguasaan kadang berakhir dengan konflik fisik, namun harus diakui juga terjadi juga migrasi dari satu wilayah adat ke wilayah adat lain, karena konflik dalam keluarga atau saat perang hongi.dll.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan