Home Nabire Kepemimpinan Mesak Magai Akan Perhatikan Serius Sektor Keagamaan

Kepemimpinan Mesak Magai Akan Perhatikan Serius Sektor Keagamaan

suroso  Selasa, 26 Oktober 2021 21:44 WIT
Kepemimpinan Mesak Magai Akan Perhatikan Serius Sektor Keagamaan

NABIRE – Gereja adalah tempat untuk membina iman umat yang juga warga masyarakat Nabire.  Maka sangat penting memberi perhatian terhadap sektor keagamaan di dalam membangunan daerah. Dalam kepemimpinannya nanti, kata Mesak Magai, S.Sos, M.Si, pihaknya akan memberi perhatian serius di sektor keagamaan. 

“Di Nabire banyak agama, masyarakatnya hetrogen. Bangun daerah memang tugas yang berat, tidak semudah membalik telapak tangan. Maka dukungan dan partisipasi dari semua pihak bahkan warga masyarakat, sangatlah penting,” kata Mesak, dalam sambutannya saat peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja Katolik St. Antonius Padua, Bumi Wonorejo, Minggu (24/10/21) lalu.

Bupati Terpilih Kabupaten Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si didampingi administrator sesan Keuskupan Timika, Pastor Marthen Kuaiyo, Pr, Pastor Paroki, Benny Magai, PR, Ketua Dewan Paroki, melakukan peletakan batu pertama gedung Gereja Katolik St. Antonius Padua, Bumi Wonorejo, Minggu (24/10/21 lalu.

Seusai peletakan batu pertama pembangunan gereja katolik, Mesak Magai menyampaikan ucapan terima kasih kepada umat Bumi Wonorejo. Telah diberi kepercayaan kepada dirinya untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja katolik.

“Saya masih belum dilantik menjadi bupati terpilih, namun kalian masih berikan kesempatan kepada saya untuk lakukan peletakan batu pertama gedung gereja katolik Wonorejo, saya sampaikan terima kasih,” kata Mesak.

Lebih lanjut dikatakan Mesak, di dalam pembangunan gedung gereja, sangat utama, bangun kebersamaan, kerjasama, partisipasi dan harus ada kerja keras dari umatnya. Setelah terbangun kekuatan kebersamaan umat pasti akan terbuka dukungan dan partisipasi dari luar.

Dia juga mengharapkan kepada pihak gereja, agar terus bergandengan tangan bersama pemerintah daerah dalam membangun daerah. Khususnya dalam membangun iman umat melalui pelayanan–pelayanan rohani kepada umat yang juga sebagai warga Nabire.

Kata Mesak, dirinya secara resmi belum dilantik sebagai Bupati Nabire tetapi ditempat ini diundang sebagai bupati dan dibanggakan sebagai Bupati Nabire. Sehingga apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh umat katolik Paroki St. Antonius serta Uskup Timika, para Pastor Paroki, Diakon dan Suster yang berada di wilayah Keuskupan Timika.

“Ucapan selamat ulang tahun kepada Paroki St. Antonius Bumiwonorejo Nabire genap umur 1 tahun. Kita ketahui bahwa Nabire sebagai satu kota sentral dan didiami berbagai suku bangsa dan agama.  Sehingga kami pemerintah daerah tetap mendukung hingga kami minta masyarakat Kabupaten Nabire tetap menciptakan Nabire aman, damai dan sejahtera,” katanya.

Administraktor Diosesan Uskup Timika, Pastor Marhten Ekowaibi Kuayo, Pr, mengatakan, dirinya sebagai pimpinan gereja katolik Keuskupan Timika meminta pemerintah Kabupaten Nabire untuk perhatikan suku-suku asli Kabupaten Nabire. Seperti Suku Wate, Ausee dan sebagainya. Sehingga mereka sebagai garda terdepan untuk dilibatkan dalam pembangunan dan melindungi hak-hak mereka agar kedepannya mereka bisa bersaing dengan suku-suku lain di Papua.

Ketua panitia pembangunan gedung gereja katolik, Osea Petege, SE mengatakan, pembangunan gedung Gereja Katolik Santo Antonius Bumiwonorejo berukuran 30 x 40, RAB dan denah yang dibuat oleh konsultan membutuhkan dana senilai 12 milyar 600 juta lebih.  Sehingga penting partisipasi umat dan pemerintah Kabupaten Nabire.

Acara dilanjutkan peletakan batu pertama dari admnistrastor sesan Keuskupan Timika, Pastor Marthen Kuaiyo, Pr, Pastor Paroki, Benny Magai, Pr, dan pelatakan batu pertama dari keterwakilan perempuan, anak-anak, pemuda.

Peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja diwarnai acara ebamukai (acara sumbangan suka rela, red) di halaman gereja, dipimpinan langsung adminitrastor sesan Keuskupan Timika, Pastor Marthen Kuaiyo, Pr.  Dana yang diperoleh melalui sumbangan suka rela maupun sumbangan melalui janji iman, jumlahnya 300 juta lebih. Sebagai dana awal pembangunan gedung gereja katolik yang akan dibangun dengan ukuran gedung gereja 50 X 80 meter. (hbb/modes) 

suroso  Minggu, 10 Oktober 2021 2:8
Suara dari Kedalaman Jiwa
Dia mengakhiri sambutannya dengan penggalan kalimat : Selamat datang di Papua selamat bertanding. Tuhan berserta kita semua. Torang bisa. Wa wa wa. Hanya enam menit dia pidato sambutan Selamat Datang atas nama Gubernur Papua.
suroso  Minggu, 19 September 2021 22:52
Makna Dogiyai Bahagia Bagi Guru
*) Oleh Agustinus KegiyePada Jumat 3 September 2021, saya bersama 24 Guru sempat berdialog tentang Dogiyai Bahagia. Diskusi kami tentang mak

Hahae

Tanah milik KODIM dan POLRES
suroso  Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Populer

Suara dari Kedalaman Jiwa
suroso  Minggu, 10 Oktober 2021 2:8
Makna Dogiyai Bahagia Bagi Guru
suroso  Minggu, 19 September 2021 22:52
Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan