Home Papua Tengah Para Wisudawan STK TP Ikuti Misa Perutusan

Para Wisudawan STK TP Ikuti Misa Perutusan

suroso  Selasa, 9 Nopember 2021 9:32 WIT
Para Wisudawan STK TP Ikuti Misa Perutusan

DEIYAI – Para mahasiswa calon wisudawan Sekolah Tinggi Katolik (STK) Touye Paapa Deiyai, sebelumnya mengikuti Misa Perutusan atau Missio Canonica dipimpin Administrator Keuskupan Timika, Pater Marten Ekowaibi Kuayo, Pr di Gereja Katolik Paroki St. Yohanes Pemandi Waghete, Rabu (3/11/21). 

Pada misa perutusan dengan thema “Yesus lantik dan utuslah aku untuk menjadi pribadi yang engkau kehendaki”, dihadiri sejumlah umat Paroki Waghete, orangtua atau wali dari mahasiswa yang menerimakan perutusan, juga civitas akademika STK Touye Paapa Deiyai.

Misa perutusan sudah menjadi tradisi dalam pergutuan tinggi katolik. Sehingga para 27 mahasiswa calon wisudawan diwajikan mengikuti misa perutusan sebelum wisuda. Berbeda dengan gelaran wisuda pada perguruan tinggi lainnya.  Perguruan tinggi swasta milik Keuskupan Timika, STK Touye Paapa Deiyai memiliki tradisi khas untuk menghantar lulusannnya menuju dunia kerja yang nyata sesuai bidang keahliannya.

Pastor Marthen Ekowaibii Kuayo, Pr mengatakan kepada mahasiswa yang diutus untuk melepaskan segala miliknya, lalu menjadi milik Yesus Kristus, dalam tugas pengabdiannya. Dengan menjadi guru, kembali ke kampung halaman, membangun kampung, mendidik masyarakatnya masing-masing. 

Menurut dia, terima lilin, salib, dan kitab suci sebagai alat pewartaan sehingga diminta baca apa yang tertulis dalam kitab suci lalu hayati apa yang dibaca dan wartakan apa yang diimani melalui tugas kepada anak didiknya dan measyarakat. 

“Terima cahaya Kristus (Touye Paapaa) dan bawa terang ini untuk menerangi dirimu sendiri, keluarga, klien, marga dan sesama baik di sini maupun di seluruh dunia,” kata Pastor M. Kuaiyo

Seusai misa, Rektor STK Touye Paapa, Oktopianus Marko Pekei mengatakan, Missio Canonica atau Misa Perutusan ini perlu dilaksanakan di sekolah ini, sebab sekolah ini mencetak pendidik keagamaan Katolik. 

Menurut Pekei, momen yang indah ini bukan merupakan akhir perjuangan bagi mereka, melainkan awal dan bekal perjuangan masih panjang. Selanjutnya mampu melewati berbagai tantangan lagi dalam pelayanan pastoral di tempat bertugas nanti. 

“Lebih dari itu, yang diutus juga lebih belajar banyak untuk selalu hidup rukun bersama, satu diantara sekian banyak individu yang berjalan dengan serasi dan selaras dalam masyarakat,”ungkapnya. (hbb)  


suroso  Minggu, 10 Oktober 2021 2:8
Suara dari Kedalaman Jiwa
Dia mengakhiri sambutannya dengan penggalan kalimat : Selamat datang di Papua selamat bertanding. Tuhan berserta kita semua. Torang bisa. Wa wa wa. Hanya enam menit dia pidato sambutan Selamat Datang atas nama Gubernur Papua.
suroso  Senin, 3 Januari 2022 1:11
Catatan akhir 2021 : Semoga Nabire Berbenah Diri di Tahun 2022 Nanti
Kabupaten Nabire, Papua, sudah berumur 25 Tahun, tepatnya pada tanggal 28 Desember 2121 kemarin. Namun sebelumnya Kabupaten ini berdiri sejak Tahun 1966 silam dengan nama Kabupaten Paniai hingga dimekarkan pada 25 Tahun silam dengan nama Nabire.

Hahae

Tanah milik KODIM dan POLRES
suroso  Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan