Home Papua Polda Tetapkan 8 Pengibar Bendera BK Jadi Tersangka

Polda Tetapkan 8 Pengibar Bendera BK Jadi Tersangka

suroso  Selasa, 7 Desember 2021 18:30 WIT
Polda Tetapkan 8 Pengibar Bendera BK Jadi Tersangka

JAYAPURA – Kamis (2/12/21) Kepolisian Daerah Papua melalui Direktorat Reskrimum Polda Papua menetapkan 8 orang sebagai tersangka yang terlibat dalam aksi pengibaran Bendera Bintang Kejora di GOR Cenderawasih di Kota Jayapura.

Penyidikan kasus tersebut berdasarkan Laporan Polisi LP/A/182/XII/2021/SPKT.Ditreskrimum/Polda Papua, tanggal 1 Desember 2021. Delapan orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan pemeriksaan intensif serta gelar perkara yang dipimpin langsung oleh Dir Reskrimum Polda Papua, Kombes Pol. Faisal Ramandani.

Untuk tersangka MY alias M berperan sebagai pemimpin aksi dan pengibar bendera BK di GOR Cenderawasih, membuat bendera BK dan spanduk serta pemimpin rapat tanggal 30 November 2021 di sekitar Asrama Maro, terkait persiapan aksi pengibaran Bendera BK dan longmarch di GOR Cenderawasih menuju kantor DPRP Papua dan ketujuh lainnya.

Sedangkan untuk ketujuh tersangka lainnya ikut dalam pengibaran BK serta longmarch dari GOR Cenderawasih menuju kantor DPRP Papua, mengikuti rapat tanggal 30 November 2021 di Asrama Maro, terkait persiapan aksi pengibaran BK dan longmarch di GOR Cenderawasih menuju kantor DPRP Papua serta membentangkan spanduk dan ikut menyanyikan lagu serta meneriakkan “Papua Merdeka” selama longmarch.

Kejadian tersebut berawal pada hari Selasa (30/11/21) sekitar pukul 17.00 WIT, di sekitar Asrama Maro, Padang Bulan yang dihadiri kurang lebih 20 pemuda/pemudi telah dilakukan pertemuan untuk merencanakan pelaksanaan kegiatan memperingati HUT West Papua ke-60 pada tanggal 1 Desember yang akan dilaksanakan di halaman Gor Cenderawasih Jayapura dengan cara menaikan bendera Bintang Kejora.

Kemudian pada hari Rabu (1/12/21), sekitar pukul 13.00 WIT, 8 orang pemuda melakukan mengibarkan bendera Bintang Kejora di GOR Cenderawasih Kota Jayapura.

Kemudian dilanjutkan longmarch menuju Kantor DPRP Papua. Namun saat melintasi depan Polda Papua, para pemuda tersebut diamankan dengan membawa bendera Bintang Kejora dan spanduk yang bertuliskan Indonesia segera membuka akses bagi tim investigasi komisi tinggi HAM PBB ke West Papua serta menyanyikan lagu “Kami bukan merah putih, kami bukan merah putih, kami Bintang Kejora”.

Data yang dihimpun media ini, enam kabupaten/kota di Provinsi Papua diantaranya Kabupaten Mamberamo Tengah, Kabupaten Puncak, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Deiyai di Waghete yang dulu termasuk kedalam wilayah Kabupaten Paniai dan Kota Jayapura ada aksi pengibaran Bendera Bintang Kejora. Saat ini kasus tersebut dalam penyelidikan aparat Kepolisian setempat.

Identitas tersangka masing-masing MSY, YM, MY, MK, BM, FK,MP dan MW. Adapun barang bukti yang diamankan 2 buah Bendera Bintang Kejora, sebuah spanduk bertulisakan “Self Ditermination For West Papua Stop Melitarisme In West Papua”, 1 buah spanduk bertuliskan “Indonesia Segera Membuka Akses Bagi Tim Investigasi Komisi Tinggi HAM PBB ke West Papua”.

Langkah-langkah kepolisian, diantaranya melakukan pemeriksaan, melakukan gelar perkara, menetapkan pelaku sebagai tersangka, melakukan penahanan tersangka, penyitaan barang bukti. Kasus tersebut dalam penanganan Dit Reskrimum Polda Papua.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH dalam mengatakan, berdasarkan bukti permulaan yang cukup yakni adanya persesuaian antara keterangan saksi, petunjuk dan barang bukti yang diperoleh maka Patut diduga kuat bahwa pada tanggal 30 November 2021 sekitar pukul 17.00 WIT bertempat di sekitar Asrama Maro telah terjadi perencanaan/niat (mens rea).

Kemudian pada tanggal 1 Desember 2021 sekira pukul 13.00 WIT bertempat di Halaman Gor Cenderawasih telah terjadi peristiwa hukum yang dapat dikategorikan sebagai Tindak Pidana yang dilakukan oleh 8 (delapan) orang tersangka sebagaimana dimaksud pasal 106 KUHP Jo Pasal 110 KUHP Jo Pasal 87 KUHP tentang Permufakatan untuk melakukan Kejahatan terhadap Keamanan Negara.

Saat ini kedelapan tersangka tersebut telah ditahan di Rutan Mapolda Papua untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut. Penahan tersebut berdasarkan Surat Perintah Penahanan nomor 197, 198, 199, 200, 201, 202, 203 dan 204, tanggal 2 Desember 2021. (wan)

suroso  Minggu, 10 Oktober 2021 2:8
Suara dari Kedalaman Jiwa
Dia mengakhiri sambutannya dengan penggalan kalimat : Selamat datang di Papua selamat bertanding. Tuhan berserta kita semua. Torang bisa. Wa wa wa. Hanya enam menit dia pidato sambutan Selamat Datang atas nama Gubernur Papua.
suroso  Rabu, 19 Januari 2022 4:54
Menata Kabupaten Deiyai yang Lebih Baik
Kita sebagai warga Kabupaten Deiyai yang berpiir rasional dan ebyektif, kita semua pasti sepakat mengani tiga hal, yakni (1) Kita sedang mengalami krisis kepemimpinan dalam politik dan pemerintahan,

Hahae

Tanah milik KODIM dan POLRES
suroso  Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan