Home Papua Barat PTUN Jayapura Diminta Tolak Gugatan Perusahaan Sawit Terhadap Bupati Sorong

PTUN Jayapura Diminta Tolak Gugatan Perusahaan Sawit Terhadap Bupati Sorong

suroso  Kamis, 9 Desember 2021 17:52 WIT
PTUN Jayapura Diminta Tolak Gugatan Perusahaan Sawit Terhadap Bupati Sorong

SORONG – Koalisi Masyarakat Adat Suku Moi, Organisasi Masyarakat Sipil, Mahasiswa dan Pemuda di Sorong meminta agar PTUN Jayapura untuk menolak gugatan perusahaan demi perlindungan hak masyarakat adat Moi dan lingkungannya.

Fecky Mobalen, juru bicara koalisi, mengatakan, hari ini (07/12/20210) PTUN Jayapura akan memutuskan Perkara Nomor 31/G/2021/PTUN.JPR

dan Perkara Nomor 32/G/2021/PTUN.JPR. terkait gugatan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Sorong Agro Sawit Indo dan PT. Papua Lestari Abadi, melawan Bupati Sorong dalam kebijakannya pencabutan izin-izin usaha dua perusahaan itu.

“PTUN harus menolak gugatan itu, ini konyol,” tutur Mobalen, Selasa (07/12/2021).

Dia menegaskan, berdasarkan fakta-fakta di pengadilan dan di lapangan dari kajian Koalisi masyarakat adat Moi, organisasi masyarakat sipil, mahasiswa dan pemuda. Telah menunjukkan bahwa dua perusahaan itu diduga melakukan pelanggaran atas kewajibanny, termasuk belum adanya restu atau persetujuan dari masyarakat adat Moi untuk mengalihkan haknya atas tanah dan hutan adat.

Sebab dalam Sidang Adat di Keik Malamoi, yang diselenggarakan LMA Malamoi, masyarakat adat Moi telah menyatakan menolak dua perusahaan perkebunan kelapa sawit itu. Sehingga PTUN Jayapura harus menghormati keputusan sidang adat yang mendukung kebijakan Bupati Sorong untuk mencabut izin-izin usaha perusahaan.

“Kami minta PTUN Jayapura memutuskan untuk menolak gugatan perusahaan tersebut. putusan ini sebagai bentuk pemenuhan perlindungan hak masyarakat adat Moi dan lingkungan di Tanah Papua,” tegasnya.

Katanya, Koalisi sedang melakukan aksi demonstrasi di halaman DPRD Kabupaten Sorong. sejak Senin pagi (06/12). Aksi tersebut dilakukan oleh puluhan aktifis dan masyarakat adat Moi. Aksi juga berlangsung di depan gedung DPRD Kabupaten Sorong dan menginap di sana.

Aksi tersebut masihberlanut hingga siang tadi. Peserta aksi menyampaikan orasi dan yel-yel, yang disampaikan bergantian dan meminta pemerintah dan PTUN Jayapura untuk membuat putusan yang adil bagi masyarakat adat Papua.

“Koalisi berkomitmen akan melakukan aksi-aksi demonstrasi hingga ada putusan yang adil dan berpihak pada masyarakat adat dan lingkungan hidup,” pungkas Mobalen. (tian)

suroso  Jumat, 14 Juni 2024 12:43
Upaya Kongkrit Menurunkan angka kesakitan akibat Malaria Menuju Eliminasi Malaria di Kabupaten Nabire 2030
Malaria merupakan penyakit menular yang berpotensi fatal dan banyak terjadi di daerah tropis dan subtropis. Setidaknya 270 juta orang di seluruh dunia menderita malaria, dan lebih dari 2 miliar orang, atau 42% populasi dunia, berisiko terkena malaria. WHO mencatat antara satu hingga dua juta orang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles.: Beberapa orang sering menderita penyakit malaria, dengan gejala khas berupa peningkatan suhu tubuh sementara disertai mual dan muntah. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina yang menunjukkan gejala khas. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2020) tentang kasus malaria di seluruh dunia. Pada tahun 2019, terdapat sekitar 229 juta kasus infeksi malaria di 87 negara endemis malaria, dibandingkan dengan 238 juta kasus pada tahun 2000.
suroso  Senin, 27 Mei 2024 12:10
Kepala Sekolah Berperan Penting Dalam Penyaluran Bakat dan Minat Siswa
Penulis: Wiantri Viami Amin, S.Pd SEMUA siswa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses yang dapat menyalurkan minat dan bakatnya. Sekolah dan orang tua harus memberikan dukungan penuh kepada siswa. SMA Muhammadiyah Nabire memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengikuti kegiatan yang membantu siswa menyalurkan bakat dan minatnya.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan