Home Papua Perang Suku di Wamena Berhasil Dilerai Polisi

Perang Suku di Wamena Berhasil Dilerai Polisi

suroso  Rabu, 12 Januari 2022 10:5 WIT
Perang Suku di Wamena Berhasil Dilerai Polisi

WAMENA - Sabtu (8/1/22) SEKIRA pukul 15.47 WIT di Kampung Wouma, telah terjadi aksi saling serang antara masyarakat Nduga dan masyarakat Lanny Jaya. Aksi saling serang disebabkan karena meninggalnya salah satu masyarakat Nduga bernama Sibelo Gwijangge. 

Akibat peristiwa itu, sejumlah warga menjadi korban. Diantaranya, Sibelu Gwijangge Terdapat Luka tusuk di bagian punggung sebelah kanan/meninggal dunia, Witenus Tabuni terdapat luka di kaki sebelah kanan akibat terkena panah, Rondi Kogoya terdapat luka di bagian dada sebelah kiri akibat terkena panah, Wemas Wenda (18) terkena panah pada bagian perut, Berkas Tabuni (18) kepala bocor dan lubang di tumit kaki kanan. Serta dua orang belum diketahui identitasnya.

Kerugian materiil akibat kejadian itu, 3 unit rumah dan 3 unit honai hangus terbakar milik Jhon Asso dan keluarga. 

Rilis yang diterima Papuapos Nabire, menyebtukan, kronologis berawal pada hari Sabtu (8/1/22) sekira pukul 08.30 WIT korban Sibelu Gwijangge mendapatkan informasi dari teman-temanya akan diselesaikan permasalahan antara Sibelu Gwijangge dengan Juli Kogoya terkait mas kawin yang belum dibayarkan kepada pihak keluarga perempuan Yuli kogoya. Sekaligus membahas permasalahan dimana Sibelu Gwijangge yang merasa sudah membayar emas kawin Yuli kogoya kepada keluarganya. Setelah itu seseorang yang tidak diketahui membawa istri korban tanpa sepengetahuan Sibelu Gwijangge selaku suaminya. 

Jeremias Kogoya selaku sekertaris distrik sekaligus RT Kampung Wesakma memfasilitasi dan memediasi permasalahan itu. Jeremias Kogoya mengarahkan sebelum mengurus permasalahan untuk kedua belah pihak menaruh benda-benda tajam di depan lokasi tempat penyelesaian masalah. 

Selanjutnya Jeremias Kogoya membuka dan memberikan kesempatan kepada salah satu pihak keluarga untuk berbicara, dari pihak perempuan yang memulai. Selanjutnya pada saat berjalanya pembicaraan Sibelu Gwijangge selaku suami korban tersinggung dengan perkataan dari pihak keluarga Yuli Kogoya dan langsung melakukan penyerangan terhadap Jepit Kogoya selaku bapak dari Yuli kogoya. Dan kedua keluarga belah pihak saling menyerang dan Sibelu Gwijangge (korban) menaruh parang dan kembali mengambil panah dan mengarahkan ke pihak keluarga Yulikogoya. Dan beberapa menit saling serang Sibelu Gwijangge terjatuh dan tidak sadarkan diri (meninggal dunia) akibat terkena benda tajam dan dua orang lainya terkena luka panah di bagian kaki sebelah kiri dan dada sebelah kiri. 

Pukul 11.00 WIT, personil regu 1 Polres Jayawijaya dipimpin Iptu I Made Sujana merespon ke TKP bersama dengan piket reskrim utk olah TKp serta memberikan himbauan kepada para tokoh masyarakat agar kelompok di Wesakma tidak keluar dan tetap menahan diri.

Usai kejadian tersebut sekitar pukul 15.10 WIT, massa dari pihak keluarga korban yang masih emosi dan tidak menerima kejadian tersebut bergerak dari rumah duka di Sinakma menuji Wesakma dan melakukan penyerangan sehingga terjadi aksi saling serang menggunakan alat perang tradisional. 

Pukul 15.30 Wit personel Polres Jayawijaya dibantu personel Brimob yang dipimpin Wakapolres Jayawijaya turun langsung ke TKP. Wakapolres menghimbau dan melerai kedua belah pihak yang bertikai untuk menghentikan aksi saling serang serta melakukan upaya mediasi dan pendekatan kepada tokoh masyarakat kedua pihak guna menahan diri dan kembali ke tempat masing-masing. Tetapi karena banyaknya massa dari keluarga korban yang tidak puas mereka akhirnya melakukan penyerangan dan menerobos penjagaan dari pihak kepolisian.

Dan pada Pukul 16.52 WIT pihak kepolisian berhasil mengendalikan situasi dan melerai pertikaian antara kedua kelompok serta menghimbau untuk kedua belah pihak untuk pulang kerumah masing-masing. 

Wakapolres Jayawijaya KOMPOL Ferdinand B. Maasawet menyatakan, saat terjadi pembunuhan pihak kepolisian Polres Jayawijaya dari Sat Reskrim telah melakukan olah TKP awal serta mengevakuasi korban meninggal dunia ke RSUD Wamena untuk dilakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban dan luka yang dialami. 

Untuk situasi saat ini sudah kondusif sedang dari masing-masing kelompok sudah diberikan himbauan untuk tetap tenang dan kembali ke rumah masing-masing. Guna mengantisipasi terjadi aksi balasan, pihak kepolisian telah melakukan pendekatan terhadap para tokoh agar bisa menenangkan masyarakatnya dan dari pihak Kepolisian juga telah menyiapkan personil untuk disiagakan guna melakukan patroli di kedua kubu untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan. (agus)

suroso  Minggu, 10 Oktober 2021 2:8
Suara dari Kedalaman Jiwa
Dia mengakhiri sambutannya dengan penggalan kalimat : Selamat datang di Papua selamat bertanding. Tuhan berserta kita semua. Torang bisa. Wa wa wa. Hanya enam menit dia pidato sambutan Selamat Datang atas nama Gubernur Papua.
suroso  Senin, 3 Januari 2022 1:11
Catatan akhir 2021 : Semoga Nabire Berbenah Diri di Tahun 2022 Nanti
Kabupaten Nabire, Papua, sudah berumur 25 Tahun, tepatnya pada tanggal 28 Desember 2121 kemarin. Namun sebelumnya Kabupaten ini berdiri sejak Tahun 1966 silam dengan nama Kabupaten Paniai hingga dimekarkan pada 25 Tahun silam dengan nama Nabire.

Hahae

Tanah milik KODIM dan POLRES
suroso  Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan