Home Nabire Komunitas di Nabire Galang Donasi Korban Banjir Jayapura

Komunitas di Nabire Galang Donasi Korban Banjir Jayapura

suroso  Kamis, 13 Januari 2022 10:47 WIT
Komunitas di Nabire Galang Donasi Korban Banjir Jayapura

NABIRE – Bencana alam khususnya banjir dalam beberapa waktu terakhir terus terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Salah satunya adalah di Jayapura, Provinsi Papua, yang beberapa titik terendam banjir lantaran hujan deras yang mengguyur wilayah itu sejak Kamis (06/01/22). Hal tersebut menarik simpati dan empati masyarakat Papua di Kabupaten Nabire. Upaya penggalangan dana pun dilakukan sejak Selasa (11/01/22) di beberapa titik lampu merah di sore hari dengan musik dan goyangan yang memukau setiap pengendara guna menggerakan hatinya untuk memberi sumbangan.

Koordinator aksi, Nancy Worabay menjelaskan bahwa aksi dilakukan berbagai komunitas di Nabire yang dimotori oleh Forum Komunikasi Perempuan Nabire (FKPN) bersama relawan-relawan Nabire Hebat, untuk melihat situasi yang sedang terjadi bencana banjir di Jayapura.

“Kami baru punya kesempatan sekarang untuk turun ke jalan. Jadi di titik-titik tertentu di lampu merah akan ada kotak-kotak kemanusiaan yang disodorkan kepada pengendara,” tuturnya ketika dijumpai dipertigaan Traffic Light MAF, Selasa (11/01/2021).

Kegiatan tersebut, kata dia, direncanakan akan berlangsung selama tiga sampai tujuh hari yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Selain itu, donasi yang dilakukan hanya menerima sumbangan berupa uang dan tidak menerima sumbangan barang.

Hal ini mengingat jika donasi barang akan memerlukan biaya dan pengiriman mengingat transportasi dan lain sebagainya. Sedangkan uang bisa langsung ditransfer kepada pihak yang bertanggungjawab di Jayapura.

“Jadi nanti kalau sudah selesai galang donasi baru kami duduk bersama untuk tentukan seperti apa sumbangan diberikan kepada korban berdampak di sana dan jangan sampai bantuan salah sasaran,” ungkapnya.

Nancy, berterima kasih kepada seluruh pengguna jalan terutama di traffic light, yang sudah memberikan sumbangannya di dalam kotak kemanusiaan yang telah disodorkan oleh anggota komunitas.

Ia pun berharap dalam memberikan sumbangan, jangan pernah merasa kecewa. Sebab Tuhan akan membalas kebaikan dari orang yang ikhlas. Sebab soal bencana, manusia tidak bisa memperkirakan kapan datang. Jangan sampai suatu saat Nabire mengalami hal yang sama, maka tentunya memerlukan uluran tangan dari orang lain.

“Terima kasih kepada mereka yang sudah sumbang, Tuhan memberkati,” pungkasnya. (tian)


suroso  Minggu, 10 Oktober 2021 2:8
Suara dari Kedalaman Jiwa
Dia mengakhiri sambutannya dengan penggalan kalimat : Selamat datang di Papua selamat bertanding. Tuhan berserta kita semua. Torang bisa. Wa wa wa. Hanya enam menit dia pidato sambutan Selamat Datang atas nama Gubernur Papua.
suroso  Senin, 3 Januari 2022 1:11
Catatan akhir 2021 : Semoga Nabire Berbenah Diri di Tahun 2022 Nanti
Kabupaten Nabire, Papua, sudah berumur 25 Tahun, tepatnya pada tanggal 28 Desember 2121 kemarin. Namun sebelumnya Kabupaten ini berdiri sejak Tahun 1966 silam dengan nama Kabupaten Paniai hingga dimekarkan pada 25 Tahun silam dengan nama Nabire.

Hahae

Tanah milik KODIM dan POLRES
suroso  Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan