Home Papua Tengah Mama-Mama Pasar Waghete Demo Tolak Pedagang Non Papua Jual Komoditi Lokal

Mama-Mama Pasar Waghete Demo Tolak Pedagang Non Papua Jual Komoditi Lokal

suroso  Jumat, 4 Februari 2022 9:14 WIT
Mama-Mama Pasar Waghete Demo Tolak Pedagang Non Papua Jual Komoditi Lokal

DEIYAI – Mama-mama yang selalu berjualan sayur-mayur, buah-buahan dan hasil pertanian lain di Pasar Lama Waghete, ibukota Kabupaten Deiyai, yang tergaung dalam Assosiasi Pedagang Asli Deiyai, menolak dengan tegas komoditi lokal seperti sayur mayur, buah-buahan dan jualan hasil pertanian lainnya yang masuk dari luar Deiyai.  Seperti barang jualan sayur mayur dan lainnya yang didatangkan dari Nabire untuk berjualan di Deiyai. 

Melalui rilisnya, penolakan terhadap pedagang non Papua berjualan sayur mayur, buah-buahan di Deiyai, disampaikan melalui sebuah aksi demo yang dilakukan tanggal 2 Februari 2022 di Waghete. Mereka mulai star dari Pasar Waghete menuju Kantor DPRD Deiyai di Tigido, Waghete. 

Penolakan terhadap pedagang non Papua berjualan sayur mayur di Deiyai, akibat berbuntut pernah terjadi adu mulut seorang mama penjualan sayur di Pasar Waghete dengan seorang pedagang sayur non Papua hingga baku dorong, pukul. Sehingga mama-mama pedagang asli Deiyai tidak menerima tindakan yang dilakukan seorang pedagang sayur non Papua di waghete, beberapa waktu lalu.   

Para pendemo mengeluarkan tiga poin pernyataan sikap. Salah satu poin sikap para pendemo dalam orasi yang disampaikan, “Kami tolak jualan sayur mayur yang didatangkan dari luar Deiyai. Karena kami punya sayur mayur di Deiyai tidak laku atau tidak dibeli orang.  Dan pendapatan yang diperoleh dari hasil jualan kami tidak sama, berbeda, sebelum dan sesudah datang jualan hasil pertanian dari luar Deiyai.”   

Para pendemo diterima Ketua DPRD Deiyai, Petrus Badokapa, S.Th, didampingi beberapa anggota DPRD Deiyai di Kantor DPRD Deiyai.  Setelah tiba di halaman kantor DPRD Deiyai, mereka melakukan orasi sesuai dengan tujuan aksi demo. Mama-mama juga meminta kepada Pemda untuk sediakan para sentral yang layak bagi mereka di Waghete. Dan ada beberapa poin pernyataan sikap sesuai tuntutan mereka.  

“Kami biasa jualan di atas pasar yang sudah tidak layak baru para pedagang sayur dari luar Deiyai juga datang berjualan sayur mayur dan lainnya di Deiyai.  Sementara dalam kondisi pasar yang tidak bagus, kami lagi sedang tolak para pedagang sayur dari luar, tidak ada perhatian dari pemerintah daerah.  Sehingga apa yang pikirkan mama-mama jualan selama ini datang sampaikan ke pemerintah daerah melalui aksi demo untuk minta perhatian dari pemerintah daerah dan juga dapat tertibkan para pedagang dari luar Deiyai,” kata salah seorang penjual yang juga peserta aksi demo.

Oleh karena itu, mereka meminta kepada lembaga wakil rakyat dan lembaga eksekutif, segera mengambil sikap dan memberi perhatian serius sesuai dengan tuntutan yang disampaikan.  Berkaitan dengan itu, yang terutama untuk disikapi Pemda adalah dapat segera menertibkan para pedagang sayur yang masuk berjualan di Deiyai dan juga dapat segera bangun pasar yang layak bagi mama–mama jualan di Pasar Waghete. 

Menyikapi aksi demo mama–mama, Ketua DPRD Kabupaten Deiyai, mengatakan,  aspirasi yang disampaikan melalui aksi demo ini diterima dan akan koordinasi dengan dinas terkait untuk ditindaklanjuti. Karena DPRD ini hanya menampung aspirasi masyarakat untuk diteruskan kepada dinas yang bersangkutan untuk disikapi dan mengambila sikap, kebijakan sesuai dengan aspirasi warga.

“Kami DPRD akan sampaikan aspirasinya kepada Perindakop sebagai instansi terkait, agar dapat disikapi atas aspirasi yang disampaikan mama-mama pedagang. Dan apa yang disampaikan kebijakan dari Dinas Perindakop kami DPRD dukung, sehingga mama-mama jualan dapat menunggu jawaban atas aspirasi yang disampaikannya,” katanya ketika menerima para pendemo.

Sementara itu, sesuai aspirasi mama–mama pedagang di Pasar Waghete yang disampaikan melalui aksi demo ke DPRD Deiyai, Dinas Perindag Deiyai sebagai dinas terkait, mengeluarkan Surat Edaran (SE), tertanggal 3 Februari 2022, dengan nomor surat Edaran ; 510/002/Perindag-Dy/II/2022/,  tentang penjualan komoditi lokal di Deiyai.  

Dalam Surat Edaran yang dikeluarkan Dinas Perindag Deiyai, menyampaikan beberapa poin. Salah satu poin diantaranya, jaga toleransi diantara para pedagang dalam berjualan di Deiyai dan ada beberapa poin. 

Surat Edaran yang ditandatangani Kepala Dinas Perindag, Aser Pakage,  disampaikan tembusannya kepada Polres, TNI, telah diedarkan ke masyarakat Deiyai untuk diketahui. (hbb) 


suroso  Senin, 27 Juni 2022 0:2
Tindakan Kepolisian : SAKSI DIDUGA DIJADIKAN TERSANGKA TANPA CUKUP ALAT BUKTI (Studi Kasus Pengeroyokan, salah penanganan).
Dalam penegakan hukum positif di Indonesia terhadap berbagai kasus yang terjadi dari segi penanganan kasus tidak mengedepankan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 01 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian dan Standar Operasional Prosedur (SOP) baku yang berlaku dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia.
suroso  Senin, 7 Februari 2022 0:41
Apa Itu Tinea Imbrikata atau Kaskado ?
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menemui orang-orang atau bahkan diri kita sendiri yang pernah mengeluhkan gatal-gatal terutama di badan. Tetapi dapat juga terjadi pada leher,tangan, kaki ataupun di tempat lainnya. Keluhan gatal tersebut berlangsung lama, berulang, makin gatal bila berkeringat, diobati tapi tak kunjung sembuh hingga sangat mengganggu tidur. Gatal-gatal pada badan sering di sebabkan oleh infeksi jamur. Salah satu penyakit infeksi jamur pada badan yang sering adalah Tinea Imbrikata atau masyarakat di Papua lebih mengenalnya dengan sebutan Kaskado.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan