Home Papua Tengah Kamuu Tengah Reboisasi Areal-Areal Degradasi Hutan

Kamuu Tengah Reboisasi Areal-Areal Degradasi Hutan

suroso  Senin, 7 Februari 2022 9:46 WIT
Kamuu Tengah Reboisasi Areal-Areal Degradasi Hutan

DOGIYAI- Kondisi hutan dataran rendah maupun dataran tinggi yang terletak di Distrik Kamuu Tengah Kabupaten Dogiyai, mengalami degradasi (penurunan/berkurang). Lantaran pengambilan kayu yang dilakukan turun temurun untuk kepentingan keluarga dan untuk kepentingan umum (pembangunan gereja, sekolah, perkantoran dan lalinnya) oleh warga setempat.

Rupanya, Frans Dogomo, SE, Kepala Distrik Kamuu Tengah yang usianya masih belia ini terpanggil untuk reboisasi (menanaman kambali) di areal-areal hutan yang terdegradasi guna mengembalikan (restorasi) ekosistem seperti sediakala dan menjaga keberlangsungan keanekaragaman hayati di dalamnya.

“Kami sedang melakukan pelbagai kegiatan pemulihan hutan, mulai pengadaan bibit dan pemeliharaan persemaian, penanaman pohon lokal bernilai ekonomi tinggi pada areal-areal yang tidak produktif,” kata Kepala Distrik Kamuu Tengah, Frans Dogomo, SE via chat WhatsApp kepada Papuapos Nabire, Minggu (6/2/22) sore.

Frans memandang, penanaman kembali di arel-areal hutan yang terdegradasi adalah kewajiban mutlak pribadinya maupun warga masyarakat baik intelektual, pemuda maupun semua pihak yang ada di wilayah Kamuu Tengah (YEPODA).  Pasalnya reboisasi demi anak cucu pada masa-masa yang akan datang menjadi penting dan mendesak.

“Penebangan kayu yang dilakukan pada masa lalu, riwayatnya kini kami sedang rasakan kesulitan akan kebutuhan kayu dalam pelbagai kepentingan. Cukup kami, untuk kedepan jangan susah kayu lagi,” tandasnya. 

Menurut Frans, hutan adalah sumber kehidupan manusia. Tak hanya menjawab (pemenuhan) kebutuhan kayu pada masa yang akan datang, tetapi sumber oksigen bagi manusia dan mencegah terjadinya erosi.   

Frans mengurai, kegiatan reboisasi (penanaman kembali) terlebih dahulu digelar pertemuan untuk penunjukan koordinator program.  Fransiskus Iyai salah satu senior YEPODA ditunjuk warga menjadi koordinator dalam penanaman pohon secara gotong royong yang telah dilakukan penanamanya tersebut.

Reboisasi pada tahap pertama, dia mengaku, Fransiskus Iyai mengoordinir pemuda pemudi dan anak-anak usia dini dalam penanaman sebanyak 200 pohon diareal-areal degradasi. Untuk tahap kedua dan selanjutnya menyusul setelah pengadaan bibit dan pemeliharaan persemaian.

“Kami ajak pemuda pemudi dan anak-anak usia dini, supaya dari sekarang kita ingin doktrin pemahaman pentingnya pelestarian hutan dalam kelangsungan hidup sebagai seorang manusia,” katanya.

Kegiatan Reboisasi tersebut, Frans mengaku, dia bersama mereka akan lakukan bertahap. Dikarenakan mengumpulkan bibit pohon amat sangat sulit untuk didapatkan.

“Kami harus cari ke hutan. Bukan beli yang sudah disemaikan warga lalu  langsung tanam, seperti cemara dll, tapi itu tidak ada nilai ekonomi jadi kami cari ke hutan,” ujar Frans.

Kata dia, bertahap tapi konsisten dan pasti akan membawa suatu keberhasilan. “Intanya saya, tanah, alam dan manusia YEPODA adalah persatuan kami, semangat kami, kebersamaan kami untuk menyatuhkan tekad dan komitmen demi membuat sesuatu untuk negeri kami YEPODA,”pungkasnya. (eby)   


suroso  Senin, 27 Juni 2022 0:2
Tindakan Kepolisian : SAKSI DIDUGA DIJADIKAN TERSANGKA TANPA CUKUP ALAT BUKTI (Studi Kasus Pengeroyokan, salah penanganan).
Dalam penegakan hukum positif di Indonesia terhadap berbagai kasus yang terjadi dari segi penanganan kasus tidak mengedepankan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 01 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian dan Standar Operasional Prosedur (SOP) baku yang berlaku dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia.
suroso  Senin, 7 Februari 2022 0:41
Apa Itu Tinea Imbrikata atau Kaskado ?
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menemui orang-orang atau bahkan diri kita sendiri yang pernah mengeluhkan gatal-gatal terutama di badan. Tetapi dapat juga terjadi pada leher,tangan, kaki ataupun di tempat lainnya. Keluhan gatal tersebut berlangsung lama, berulang, makin gatal bila berkeringat, diobati tapi tak kunjung sembuh hingga sangat mengganggu tidur. Gatal-gatal pada badan sering di sebabkan oleh infeksi jamur. Salah satu penyakit infeksi jamur pada badan yang sering adalah Tinea Imbrikata atau masyarakat di Papua lebih mengenalnya dengan sebutan Kaskado.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Populer

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53
DPRD Dogiyai Tunda Undang Eksekutif
suroso  Selasa, 5 April 2022 19:9
Plt. Sekda Pimpin Apel Pagi Di Satpol PP
suroso  Jumat, 1 April 2022 0:6
Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan