Home Mimika Tomas Kamoro Tolak Eksodus PSK Dolly ke Timika

Tomas Kamoro Tolak Eksodus PSK Dolly ke Timika

suroso  Jumat, 4 Juli 2014 10:13 WIT
Tomas Kamoro Tolak Eksodus PSK Dolly ke Timika
TIMIKA - Tokoh Masyarakat suku Kamoro, Marianus Maknaipeku menolak eksodus para mantan PSK Dolly ke Timika. "Sama sekali kami tidak terima kehadiran mantan PSK Dolly Surabaya datang ke Timika. Mereka bukan guru, mantri, suster atau Dosen yang mau datang bangun Papua, tetapi mereka perusak generasi muda dan masa depan tanah ini", ujarnya kepada pers di Kantor Bupati Mimika belum lama ini. "Untuk apa orang Papua terima PSK Surabaya datang ke Papua. Mereka bukan mau membangun tetapi serta merta bawa datang penyakit HIV/AIDS di Papua, jangan segera dibatasi", ujarnya tegas.Ia meminta, agar Pemerintah Daerah perlu membentuk tim investigasi agar setiap jalur penerbangan dan hubungan laut diawasi dengan ketat. Bila tidak dilakukan ini maka, tetap saja banyak salon, tempat pijat, timun dan juga lokasi-lokalisasi baru akan muncul."Kami rakyat Papua sudah tahu, pejabat siapa yang akan memberikan ijin, tetapi kami akan demo turunkan pejabat itu", ujarnya.Direncana, Lokalisasi Km 10 akan DitutupSementara itu, Allo Refra, anggota Dewan di Timika itu ketika ditanya, apakah lokalisasi di Km 10 akan ditutup atau tidak, dirinya mengatakan, setiap daerah bedah kebutuhan. Surabaya beda dengan Papua, khususnya Timika. Oleh karena itu rencana penutupan harus dipertimbangkan dengan matang. Apalagi mendatangkan PSK baru di Timika, itu adalah sesuatu yang sungguh sangat berat.Sementara itu, kepada Timika Express, Allo mengatakan jika Pemerintah Daerah mempunyai rencana untuk menertibkan lokalisasi di Kilo Meter 10 Kampung Kadun Jaya, maka tempat-tempat prostitusi terselubung dengan usaha salon atau timung perlu juga ditertibkan.“Kalau Pemda serius ingin menutup lokalisasi di Kilo 10, tempat PSK lain yang ada di kota ini perlu juga ditutup. Banyak sekali tempat PSK yang dikatakan bahwa itu timung, atau salon, tapi  perlu dilihat. Untuk bisa menertibkan lokalisasi-lokalisasi di Timika Pemda harus mempunyai satu langkah yang berani,” ujarnya.Ia mengatakan meskipun APBD Mimika terkesan besar akan tetapi bukan berarti menutup lokalisasi menjadi gampang karena bisa menyediakan lapangan pekerjaan bagi orang yang akan jadi mantan PSK nantinya.“Kita mau katakana APBD kita besar, kita  mau bandingkan dengan daerah lain sebenarnya sama. Akan tetapi masih banyak hal yang lebih penting yang perlu dilakukan. Masih banyak kantor distrik yang belum dibangun, perumahan para pegawai distrik, Puskesmas, sekolah-sekolah yang belum dibangun. Jadi jika mau agar tempat-tempar PSK di Timika ini bisa ditertibkan penggunaan anggaran harus melalui perencanaan yang baik. Gunakan anggaran seefisien dan seefektif mungkin agar dana bisa dialokasikan juga untuk program penertiban lokalisasi,” kata Allo. (nd)
suroso  Rabu, 15 Mei 2024 16:13
REKRUITMEN POLITIK DI TANAH PAPUA
Tentu kita semua ketahui bersama bahwa Rekruitmen Politik untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan pemilihan kepala daerah. Untuk Papua tentu harus mendasari dengan ketentuan Pasal 28 ayat 3 dan 4 UU No 21 tahun 2001 jo UU No 2 tahun 2021 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah,Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan pemilihan kepala daerah.
suroso  Senin, 27 Mei 2024 12:10
Kepala Sekolah Berperan Penting Dalam Penyaluran Bakat dan Minat Siswa
Penulis: Wiantri Viami Amin, S.Pd SEMUA siswa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses yang dapat menyalurkan minat dan bakatnya. Sekolah dan orang tua harus memberikan dukungan penuh kepada siswa. SMA Muhammadiyah Nabire memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengikuti kegiatan yang membantu siswa menyalurkan bakat dan minatnya.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan