Home Mimika Soal Alkohol, Timika Harus Ikuti Mansinam Manokwari

Soal Alkohol, Timika Harus Ikuti Mansinam Manokwari

suroso  Jumat, 4 Juli 2014 10:14 WIT
Soal Alkohol, Timika Harus Ikuti Mansinam Manokwari
NABIRE - Salah satu sumber pertikaian di Timika adalah masih maraknya penjualan minuman keras (miras) di kota Timika dan sekitarnya. Oleh karena itu, untuk mengubur jauh-jauh pertikaian berdarah yang kerab terjadi, maka pemerintah Timika segera menutup semua penjualan miras di Timika. Hal itu dikemukakan tokoh masyarakat Nabire, Engelbertus P Degey kepada media ini semalam (01/07/2014) di Nabire. Menurutnya, untuk meredam pertikaian yang sering terjadi di Timika, Pemda setempat sudah menurunkan berbagai Tim, tetapi soal miras tidak pernah diberhentikan dari Timika. "Ini berbahaya bagi masyarakat Timika", ujarnya.Untuk itu, kata Degey, pemerintah Daerah beserta para pendeta, pastor, tomas dan todat di Timika segera mengambil langkah satukan barisan melarang penjualan miras di Timika."Timika harus menjadi kota kedua setelah Manokwari. Kota masuknya Injil di tanah Papua itu sudah melarang penjualan miras sejak lama. Kita tau di Manokwari itu hanya diijinkan minuman jenis BIR, itupun di tempat-tempat yang ditentukan.  Di Timika, bila perlu BIR pun jangan dijual. Sebab selalu ada korban jiwa", ujar Degey.Sementara itu, tokoh masyarakat Timika, Allo Rafra kepada Kompas.com pernah menghimbau kepada Pemda agar segera menertibkan penjualan miras di Timika."Akar dari semua persoalan yang terjadi di Mimika berawal dari miras. Kami minta Kapolres dan jajarannya mengambil langkah tegas memberantas miras," kata anggota DPRD Mimika dari PDI-Perjuangan, Athanasius Allo Rafra di Timika, Rabu.Allo yang pernah menjabat sebagai caretaker Bupati Mimika tahun 2007-2008 itu menegaskan jika miras tidak ditertibkan maka konflik sosial dan kriminalitas akan terus meningkat di Mimika. "Kami ingin masyarakat Mimika maju. Kalau ingin Mimika tenang, mari ambil langkah tegas untuk memberantas miras," ujarnya.Menurut Allo Rafra, Pemkab Mimika selama masa kepemimpinannya tidak pernah menerbitkan surat izin bagi distributor dan pengusaha untuk memasukkan dan menjual miras di Timika. Jika ada pengusaha yang mengaku memiliki izin, Allo Rafra mengatakan  maka hal itu adalah pengakuan bohong.Dukungan untuk menertibkan miras juga dikemukakan Anastasia Tekege. Anggota DPRD Mimika dari PIS itu mengatakan Perda No 6 tahun 2007 secara tegas melarang perdagangan miras di Mimika tanpa terkecuali.Anastasia malah memberi batas waktu bagi Pemkab Mimika dan polisi untuk menertibkan miras hingga Maret mendatang. Setelah itu, Anastasia menyatakan akan memimpin langsung masyarakat Mimika untuk menghancurkan tempat-tempat penjualan miras yang marak beredar di Timika."Setelah bulan Maret, kalau masih ada penjualan miras di Timika saya akan pimpin masyarakat pergi menghancurkan dan membakar tempat-tempat penjualan miras," ancam Anastasia. Ia mengaku tidak takut jika karena tindakan itu nanti akhirnya berurusan dengan masalah hukum."Terserah polisi mau tangkap atau mau penjarakan kami. Kami tidak takut," kata Anastasia.Sementara itu, aktivis LSM Jaringan Perempuan Mimika, Maria Kambirop mempertanyakan itikad baik Pemkab Mimika dan jajaran kepolisian setempat yang selama ini tidak berani mengambil langkah tegas untuk menertibkan miras. Padahal, katanya, perdagangan miras yang melampaui batas telah mengakibatkan timbulnya berbagai permasalahan sosial di Mimika.Kapolres Mimika, AKBP Muhammad Sagi mengatakan jajarannya siap menertibkan miras. Dan rakyat sampai detik ini masih menunggu janji itu. Namun janji itu akan terwujud apabila ada niat dan dorongan dari Bupati dan jajarannya, masyarakat, terutama tokoh perempuan, LSM, tokoh adat dan gereja, bersama-sama menutup usaha penjualan miras di Timika. (ist)
suroso  Rabu, 15 Mei 2024 16:13
REKRUITMEN POLITIK DI TANAH PAPUA
Tentu kita semua ketahui bersama bahwa Rekruitmen Politik untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan pemilihan kepala daerah. Untuk Papua tentu harus mendasari dengan ketentuan Pasal 28 ayat 3 dan 4 UU No 21 tahun 2001 jo UU No 2 tahun 2021 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah,Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan pemilihan kepala daerah.
suroso  Senin, 27 Mei 2024 12:10
Kepala Sekolah Berperan Penting Dalam Penyaluran Bakat dan Minat Siswa
Penulis: Wiantri Viami Amin, S.Pd SEMUA siswa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses yang dapat menyalurkan minat dan bakatnya. Sekolah dan orang tua harus memberikan dukungan penuh kepada siswa. SMA Muhammadiyah Nabire memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengikuti kegiatan yang membantu siswa menyalurkan bakat dan minatnya.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan