Home Pemda Deiyai Waghete Menjadi Kota Judi, Okto Mote : Kami Akan Tutup!

Waghete Menjadi Kota Judi, Okto Mote : Kami Akan Tutup!

suroso  Rabu, 23 Maret 2022 8:21 WIT
Waghete Menjadi Kota Judi, Okto Mote : Kami Akan Tutup!

DEIYAI - Wajah Waghete ibu kota Distrik Tigi yang berkedudukan di jantung kota Kabupaten Deiyai, belakangan tersulap menjadi Kota Judi. Permainan judi seperti Dadu, Rolex, Togel dan Bola Gulung Ceme sedang menjamur di kota tua itu. Bahkan peredaran minuman beralkhol pun tak terbendung. Konon katanya, tak sedikit warga kabupaten itu terjerumus dalam kegiatan-kegiatan amoral dan kini nyaris menjadi satu-satunya mata pencarian mereka.

Sepertinya, Kepala Distrik Tigi, Oktopianus Mote, S.IP tak ingin kegiatan-kegiatan amoral tersebut berlarut terjadi hingga menjamur di wilayah Kabupaten Deiyai. Sehingga dirinya berkomimen untuk memberantas alias tutup.

“Sejak saya dilantik oleh Pak Bupati, saya suda berkomitmen untuk berantas semua bentuk judi dan hiburan yang berpotensi maksiat.  Sehingga selama ini saya terus bekerja dan sosialisasi kepada khalayak umum terutama kepada masyarakat saya untuk tidak melakukan hal-hal tak senonoh itu,” kata Kepala Distrik Tigi, Oktovianus Mote kepada awak media melalui sambungan telepon selulernya dari Waghete,  Selasa (22/3/22).

Menurut Okto, judi dan Miras adalah kegiatan melanggar hukum moral, tentu bertentangan dengan tiga hokum, yakni Hukum Allah, Hukum Pemerintah dan Hukum Adat. Sehingga untuk menjauhkan masyarakat dari kegiatan amoral tersebut jalannya adalah tutup. 

“Tidak sedikit warga kami sudah terjerumus di dalam dunia judi dan Miras bahkan menjadi mata pencarian mereka, tetapi dampaknya tidak elok, maka mata rantai ini kami harus akhiri (tutup),” tegas Okto.

Okto mengaku, untuk menutup semua jenis penyakit sosial tersebut pihaknya telah mengeluarkan himbauan dan undangan kepada semua pamangku kepentingan di Kabupaten Deiyai. Untuk menyaksikan kegiatan penandatanganan kesepakatan bersama dan deklarasi Distrik Tigi bersih dari semua bentuk kegiatan amoral.

“Kami sudah mengeluarkan himbauan sekaligus undang kepada tokoh agama, dewan adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan kaum intelektual dari lima distrik di Kabupaten Deiyai guna menghadiri kegiatan penandatanganan dan deklarasi yang sedianya akan dilaksanakan pada Senin (28/3/22),” akunya. 

Kegiatan kemanusiaan tersebut, Okto menyebut, Bupati Deiyai Ateng Edowai bersama unsur Forkopinda, empat kepala distrik, lima ketua klasis dan lima pastor paroki di wilayah Kabupaten Deiyai akan turut menyaksikan kegiatan tersebut.

“Kami sudah undang bapak bupati bersama Fokopimda, juga kepada teman-teman empat kepala distrik, ketua-ketua klasis dan pastor-pastor Paroki untuk menyaksikan acara itu. Langkah ini kami lakukan demi menyelamatkan Deiyai dan manusia Deiyai yang lebih baik kedepan,” pungkasnya. (eby)

suroso  Senin, 27 Juni 2022 0:2
Tindakan Kepolisian : SAKSI DIDUGA DIJADIKAN TERSANGKA TANPA CUKUP ALAT BUKTI (Studi Kasus Pengeroyokan, salah penanganan).
Dalam penegakan hukum positif di Indonesia terhadap berbagai kasus yang terjadi dari segi penanganan kasus tidak mengedepankan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 01 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian dan Standar Operasional Prosedur (SOP) baku yang berlaku dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia.
suroso  Senin, 7 Februari 2022 0:41
Apa Itu Tinea Imbrikata atau Kaskado ?
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menemui orang-orang atau bahkan diri kita sendiri yang pernah mengeluhkan gatal-gatal terutama di badan. Tetapi dapat juga terjadi pada leher,tangan, kaki ataupun di tempat lainnya. Keluhan gatal tersebut berlangsung lama, berulang, makin gatal bila berkeringat, diobati tapi tak kunjung sembuh hingga sangat mengganggu tidur. Gatal-gatal pada badan sering di sebabkan oleh infeksi jamur. Salah satu penyakit infeksi jamur pada badan yang sering adalah Tinea Imbrikata atau masyarakat di Papua lebih mengenalnya dengan sebutan Kaskado.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Populer

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53
DPRD Dogiyai Tunda Undang Eksekutif
suroso  Selasa, 5 April 2022 19:9
Plt. Sekda Pimpin Apel Pagi Di Satpol PP
suroso  Jumat, 1 April 2022 0:6
Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan