Home Pemda Deiyai Warga Deiyai Tolak Miras dan Perjudian

Warga Deiyai Tolak Miras dan Perjudian

suroso  Kamis, 31 Maret 2022 7:59 WIT
Warga Deiyai Tolak Miras dan Perjudian

DEIYAI – Warga Kabupaten Deiyai menolak penjualan berbagai jenis Miras, konsumsi Miras, dan kegiatan perjudian seperti Rolex, bola putar, dadu, dan lokalisasi bar dan masalah sosial lainnya di wilayah Kabupaten Deiyai, melalui aksi yang dilakukan di lapangan sepak bola Waghete, Senin (28/03/22) lalu.

Penolakan warga terhadap penjualan Miras dan perjuadian, lantaran dampak buruk dari masalah sosial sangat besar ditatanan kehidupan bermasayarakat. Sehingga semua warga Deiyai sepakti menolak penjualan Miras, konsumsi Miras, dan melakukan kegiatan perjudian lainnya di wilayah Deiyai. 

Penolakkan warga terhadap peredaraan Miras dan maraknya perjudian, telah ditanggapi serius Kepala Distrik Tigi, sebagai kepala wilayah distrik yang berkedudukan di ibukota Kabupaten Deiyai, Oktopianus Mote. 

Sesuai kesepakatan warga tentang penolakkan peredaraan berbagai jenis  Miras, berbagai jensi perjudian, Kepala Distrik Tigi, Oktopianus Mote, akan tuangkan dalam sebuah peraturan distrik. Sebagai bentuk keseriusan pemerintah distrik, menanggapi kesepakatan warga Deiyai dalam penolakkan peredaraan Miras di wilayah Deiyai. 

Salah seorang warga Deiyai, Obet, mengatakan, warga Deiyai telah sepakat menolak peredaraan berbagai jenis Miras dan menolak lakukan berbagai bentuk perjudian di wilayah Deiyai. Kesepakatan warga ini, telah disampaikan kepada pemerintah daerah melalui pemerintah distrik dan DPRD, melalui aksi yang dilakukan di lapangan sepak bola Waghete, belum lama.       

“Melalui aksi warga berharap pemerintah daerah seriusi menanggapi aspirasi masyarakat tentang penolakkan maraknya peredaraan Miras dan perjudian di wilayah Deiyai. Sehingga selanjutnya terpulang kepada pemerintah daerah untuk ditanggapi sesuai kesepakatan warga Deiyai terhadap penolakakan Miras dan penjudian serta penyakit sosial lainnya di wilayah Deiyai,” katanya kepada media ini.

Lanjutnya, apa yang disampaikan warga kepada pemerintah daerah, salah satu maksud mereka, pemerintah daerah dapat mengeluarkan sebuah peraturan daerah sebagai dasar hukum untuk mencegah sesuai kesepakatan warga Deiyai.  Karena menurutnya, untuk mencegah apa yang disepakati bersama warga Deiyai, soal penolakkan Miras, perjudian, harus ada payung hukumnya untuk ditegakan dan diawasi sesuai kesepakatan. Jangan hanya kepala distrik yang membuat peraturan distrik, tetapi pemerintah atasan juga dapat ditanggapi serius untuk mengeluarkan sebuah peraturan daerah. 

“Saya juga berharap apa sepakat menolak Miras dan perjudian, seluruh warga dapat dukung tegakkan pengawasannya di lingkungan di masing-masing wilayahnya. Jangan lagi jual Miras dan juga penjudian,” harapnya. (hbb)


suroso  Senin, 27 Juni 2022 0:2
Tindakan Kepolisian : SAKSI DIDUGA DIJADIKAN TERSANGKA TANPA CUKUP ALAT BUKTI (Studi Kasus Pengeroyokan, salah penanganan).
Dalam penegakan hukum positif di Indonesia terhadap berbagai kasus yang terjadi dari segi penanganan kasus tidak mengedepankan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 01 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian dan Standar Operasional Prosedur (SOP) baku yang berlaku dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia.
suroso  Senin, 7 Februari 2022 0:41
Apa Itu Tinea Imbrikata atau Kaskado ?
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menemui orang-orang atau bahkan diri kita sendiri yang pernah mengeluhkan gatal-gatal terutama di badan. Tetapi dapat juga terjadi pada leher,tangan, kaki ataupun di tempat lainnya. Keluhan gatal tersebut berlangsung lama, berulang, makin gatal bila berkeringat, diobati tapi tak kunjung sembuh hingga sangat mengganggu tidur. Gatal-gatal pada badan sering di sebabkan oleh infeksi jamur. Salah satu penyakit infeksi jamur pada badan yang sering adalah Tinea Imbrikata atau masyarakat di Papua lebih mengenalnya dengan sebutan Kaskado.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Populer

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53
DPRD Dogiyai Tunda Undang Eksekutif
suroso  Selasa, 5 April 2022 19:9
Plt. Sekda Pimpin Apel Pagi Di Satpol PP
suroso  Jumat, 1 April 2022 0:6
Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan