Home Pemda Intan Jaya Langgar Aturan Adat, Distrik Tentang larangan Jual Miras Di Deiyai, Telah Bayar Denda

Langgar Aturan Adat, Distrik Tentang larangan Jual Miras Di Deiyai, Telah Bayar Denda

suroso  Rabu, 11 Mei 2022 9:30 WIT
Langgar Aturan Adat, Distrik Tentang larangan Jual Miras Di Deiyai, Telah Bayar Denda

DEIYAI – Berdasarkan hasil kesepakatan bersama seluruh warga di Waghete, Deiyai, telah melahirkan aturan adat dan aturan distrik tentang larangan menjual Minuman Keras (Miras), jual pinang, main judi Rolex, dadu dan penyakit sosial lainnya di Waghete dan sekitarnya.

Peraturan adat dan distrik ini sejak tiga bulan lalu telah mulai ditegakkan. Melalui pengawasan langsung lapangan di rumah-rumah warga maupun tempat–tempat lainnya di wilayah Deiyai. 

Sejak sebulan lalu, ada seorang warga pendatang di Waghete yang melanggar aturan ini. Jenis pelanggarannya, menjual Miras berjenis jenever. Karena kedapatan menjual Miras, dia berikan denda sebesar 100 juta rupiah sesuai dengan ketentuan yang teramanatkan di dalam aturat adat dan aturan Distrik di Waghete.

Pembayaran denda atas pelanggaran itu, telah diberikan di Lapangan sepak bola Waghete dengan disaksikan warga Deiyai kepada kepala suku, belum lama ini. 

“Setelah kami tegakkan aturan hingga saat ini kami dapati beberapa kasus pelanggaran aturan, namun yang hingga bayar denda dalam jumlah yang besar sesuai amanat aturan adat sebesar 100 juta rupiah hanya satu kali.  Kalau kedepannya kami tidak tahu, akan bagaimana, belum tahu,“ kata salah seorang warga yang juga tokoh pemuda di Deiyai, Tino, melalui rillisnya kepada kepada media ini. 

Dia berharap kedepan tidak terjadi lagi pelanggaran aturan adat tentang pelarangan peredaraan, penjualan, konsumsi di Waghete. Agar kondisi Deiyai semakin aman, damai, harmonis, sesuai dengan harapan seluruh warga dan pemerintah di Deiyai. (hbb) 


suroso  Selasa, 30 Agustus 2022 23:28
Papua Dalam Permainan Sio (Persio) Penuh Korban
*) Oleh : Anton Agapa (TOA)
suroso  Selasa, 4 Oktober 2022 0:21
Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star
Penulis Christina Meylani Selina Rumpaidus

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan