Home Pemda Deiyai Basmi Miras, Akan Upayakan Dorong Lahir Regulasi Lagi

Basmi Miras, Akan Upayakan Dorong Lahir Regulasi Lagi

suroso  Selasa, 21 Juni 2022 11:7 WIT
Basmi Miras, Akan Upayakan Dorong Lahir Regulasi Lagi

DEIYAI – Sebelum mengeluarkan dan menetapkan pemberantasan Miras dan penyakit sosial lain di wilayah Deiyai, melalui kesepakatan bersama seluruh elemen masyarakat di Deiyai, yang dilakukan berapa bulan lalu, sebelumnya juga, di Deiyai, telah terbentuk tim pemberantas Miras Kabupaten Deiyai yang diketuai Hengki Pigai, S.Pt, yang juga Wakil Bupati Deiyai.

Melalui tim pembenatas Miras yang diketuai Hengki Pigai, banyak kegiatan dan upaya yang dilakukan dalam rangka berantas Miras di wilayah Deiyai. Dan juga berupaya menutup tempat–tempat hiburan seperti bar, diskotik yang ada di Deiyai.  Hanya saja, waktu itu, belum dilakukan ketat pengawasan dan menegahkan terhadap pelarangan peredaraan Miras bahkan pembasmian penyakit sosial lainnya. 

Semua kebijakan, upaya dan kegiatan yang dilakukan melalui tim berantas Miras, telah didukung, sport dari semua elemen masyarakat Deiyai.  Ketika itu, hanya saja belum melahirkan kesepakatan bersama, seperti saat ini, dimana seluruh elemen masyarakat Deiyai, telah menyepakati bersama,  melalui penandatanganan berita acara kesepakatan bersama dari semua tokoh, baik tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, tokoh  dan juga tim penegah berantas penyakit sosial, yang didukung dari para kepala distrik di kabupaten Deyai.

Mengingat pentingnya berdasarkan kesepakatan bersama semua elemen masyarakat Deiyai tentang pemberantasan Miras dan penyakit sosial lainnya di Deiyai, disambut hangat ketua Tim pemberantas Miras Kabupaten Deiyai, Hengki Pigai. Untuk sama-sama dorong melahirkan sebuah regulasi peraturan daerah atau peraturan Bupati tentang pelarangan Miras di wilayah Deiyai, melalui DPRD Kabupaten Deiyai.   

“Sangat setuju selaku ketua berantas Miras di Deiyai. Kita sama-sama segera dorong ke Dewan, melahirkan sebuah regulasi tentang pelarangan Miras di tanah Deiyai bahkan juga regulasi terhadap penyakit sosial lainnya di Deiyai. Agar kedepan, dapat jalankan pengawasan secara ketat dengan baik. Sehingga Deiyai tetap aman, damai, seperti saat ini, dan selanjutnya di Deiyai, sesuai harapan kita semua,” kata Hengki Pigai, S.pt, kepada media ini.      

Dikatakan, soal pembasmian minuman keras di tanah Papua di tingkat Provinsi Papua, Gubernur Papua, Lukas Enembe, telah mengeluarkan sebuah regulasi yaitu Peraturan Gubernur dan peraturan daerah. Hanya saja belum maksimal untuk ditindaklanjuti setiap kabupaten/kota di Provinsi Papua. 

Untuk di Deiyai, sebelum hadirnya kesepakatan bersama semua elemen masyarakat, telah terbentuk tim basmi Miras. sedangkan kabupaten lainnya juga sudah mulai memikirkan untuk basmikan Miras. Dan juga khususnya di Deiyai, telah ditanggapi serius dari semua elemen masyarakat terhadap basmian Miras. Sehingga seluruh elemen masyarakat telah sepakati bersama  untuk basmikan Miras dari tanah deiyai.    

“Berdasarkan kesepakatan bersama, semua elemen masyarakat, akan mendorong lagi untuk melahirkan sebuah regulasi, supaya kedepan akan lebih aman dalam mengawasi maupun menegahkan terhadap  pelarangan  Miras di wilayah Deiyai,” katanya. 

Dia mengharapkan, semua elemen masyarakat bersama dengan tim basmi Miras sama–sama berupaya mendorong ke Dewan melahirkan sebuah regulasi agar kedepanya dapat lebih jelas dalam menegahkan pelarangan Miras di tanah Deiyai.  

“Kita dorong dan tegakan pengawasan secara ketat, agar Deiyai tetap aman, damai, harmonis, sesuai dengan harapan kita semua, terus dipertahankan kondisi yang aman, damai, seperti saat ini,” harapnya. (hbb)

suroso  Senin, 27 Juni 2022 0:2
Tindakan Kepolisian : SAKSI DIDUGA DIJADIKAN TERSANGKA TANPA CUKUP ALAT BUKTI (Studi Kasus Pengeroyokan, salah penanganan).
Dalam penegakan hukum positif di Indonesia terhadap berbagai kasus yang terjadi dari segi penanganan kasus tidak mengedepankan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 01 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian dan Standar Operasional Prosedur (SOP) baku yang berlaku dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia.
suroso  Senin, 7 Februari 2022 0:41
Apa Itu Tinea Imbrikata atau Kaskado ?
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menemui orang-orang atau bahkan diri kita sendiri yang pernah mengeluhkan gatal-gatal terutama di badan. Tetapi dapat juga terjadi pada leher,tangan, kaki ataupun di tempat lainnya. Keluhan gatal tersebut berlangsung lama, berulang, makin gatal bila berkeringat, diobati tapi tak kunjung sembuh hingga sangat mengganggu tidur. Gatal-gatal pada badan sering di sebabkan oleh infeksi jamur. Salah satu penyakit infeksi jamur pada badan yang sering adalah Tinea Imbrikata atau masyarakat di Papua lebih mengenalnya dengan sebutan Kaskado.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan