Home Nabire Mata Rantai Penularan TBC, Paru dan Kusta Harus Diputuskan

Mata Rantai Penularan TBC, Paru dan Kusta Harus Diputuskan

suroso  Kamis, 23 Juni 2022 10:16 WIT
Mata Rantai Penularan TBC, Paru dan Kusta Harus Diputuskan

NABIRE - Kepala Puskesmas Kota, Lukas CH Hawar, SKM secara tegas mengatakan, mata rantai penularan penyakit TBC, paru dan kusta yang berada di wilayah pesisir dan kepulauan harus dihilangkan agar tidak membawa kematian bagi manusia.

Kata dia, ketiga penyakit menular ini bukan penyakit turunan. Tetapi penyakit yang bisa ada akibat perilaku hidup  manusia yang tidak bertanggung jawab atas diri sendiri, keluarga dan masyarakat luas.

Sehingga di saat ini maupun kedepannya dibutuhkan sosialisasi oleh pihak kesehatan kepada seluruh masyarakat yang ada di pesisir dan kepulauan dari kampung ke kampung. Agar masyarakat dapat mengetahui dan memahami tiga penyakit menular tersebut.

Dan untuk memutuskan mata rantai penularan penyakit TBC, paru dan kusta hanya dibutuhkan keseriusan dan perhatian langsung dari pemerintah. Dan untuk memutuskannya juga perlu ada dukungan dan respon dari masyarakat.

“Yang perlu dipahami oleh kita semua bahwa penyakit TBC, paru dan kusta bukan penyakit turunan tetapi itu penyakit yang timbul atau ada karena perilaku hidup atau kebiasaan manusia,” ujar Kepala Puskesmas Kota, Lukas CH Hawar, SKM kepada Papuapos Nabire, Rabu (22/6/22). 

Dikatakan, dirinya selaku petugas kesehatan telah mencatat bahwa pada masyarakat yang berada di pesisir dan kepulauan. Dirinya telah banyak menolong dan menyembuhkan masyarakat yang sakit akibat penyakit TBC, paru dan kusta. Sehingga atas dasar pengalaman menyembuhkan pasien TBC, paru dan kusta, Hawar berkesimpulan bahwa ketika penyakit yang merenggut nyawa manusia ini, bukan penyakit keturunan. Tetapi penyakit menular yang disebabkan oleh perilaku hidup.

Untuk itu selaku petugas kesehatan dan juga Kepala Pusksemas Kota meminta dan mengharapkan agar tingkat kesehatan diri, keluarga dan masyarakat luas perlu dijaga secara baik. Sebab penyakit TBC, paru dan kusta bisa menular akibat perilaku hidup yang tidak bertanggung jawab pada diri, keluarga dan masyarakat luas. (des)


suroso  Senin, 27 Juni 2022 0:2
Tindakan Kepolisian : SAKSI DIDUGA DIJADIKAN TERSANGKA TANPA CUKUP ALAT BUKTI (Studi Kasus Pengeroyokan, salah penanganan).
Dalam penegakan hukum positif di Indonesia terhadap berbagai kasus yang terjadi dari segi penanganan kasus tidak mengedepankan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 01 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian dan Standar Operasional Prosedur (SOP) baku yang berlaku dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia.
suroso  Senin, 7 Februari 2022 0:41
Apa Itu Tinea Imbrikata atau Kaskado ?
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menemui orang-orang atau bahkan diri kita sendiri yang pernah mengeluhkan gatal-gatal terutama di badan. Tetapi dapat juga terjadi pada leher,tangan, kaki ataupun di tempat lainnya. Keluhan gatal tersebut berlangsung lama, berulang, makin gatal bila berkeringat, diobati tapi tak kunjung sembuh hingga sangat mengganggu tidur. Gatal-gatal pada badan sering di sebabkan oleh infeksi jamur. Salah satu penyakit infeksi jamur pada badan yang sering adalah Tinea Imbrikata atau masyarakat di Papua lebih mengenalnya dengan sebutan Kaskado.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan