Home Nabire Disambut dan Didukung, Nabire Ibukota Papua Tengah

Disambut dan Didukung, Nabire Ibukota Papua Tengah

suroso  Jumat, 1 Juli 2022 3:50 WIT
Disambut dan Didukung, Nabire Ibukota Papua Tengah

NABIRE – Semua elemen yang ada di Kabupaten Nabire menyambut dan mendukung Kabupaten Nabire menjadi Ibukota Provinsi Papua Tengah. Hal ini terungkap saat coffee morning bersama Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda dengan topik Daerah Otonomi Baru (DOB), di guest house Nabire, Kamis (30/6/22) pagi kemarin. Dari semua elemen yang hadir menyampaikan dukungannya terhadap Kabupaten Nabire menjadi ibukota Provinsi Papua Tengah.

Pantauan Papuapos Nabire saat coffee morning, selain pemaparan dari Bupati Nabire serta Forkopimda Nabire, juga diberikan waktu bagi para tokoh untuk turut berbicara. Sejumlah penyampaian dari berbagai pihak, siap menyambut dan mendukung Kabupaten Nabire menjadi ibukota Provinsi Papua Tengah. Hanya saja sejumlah tokoh mengingatkan agar ada proteksi bagi Orang Asli Papua (OAP) khususnya yang berada di wilayah Provinsi Papua Tengah ini. Agar nantinya mendapatkan perhatian untuk berpartisipasi di dalam pembangunan melalui profesi masing-masing. 

Kepada awak media sesuai coffee morning, Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si, menyampaikan rasa syukurnya karena DPR RI telah memutuskan (toki palu) pemekaran Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten Nabire menjadi ibukotanya.  

Langkah awal yang akan dilakukan menyambut Nabire sebagai ibukota provinsi, kata Bupati Mesak, dirinya akan mengundang DPRD Nabire untuk duduk bersama berdiskusi membahas soal lokasi Kantor Gubernur Provinsi Papua Tengah. Apakah akan ditempatkan di Guest House Nabire atau di Gedung DPRD Nabire, akan dibicarakan lebih lanjut.

“Langkah awal yang akan saya lakukan, saya akan undang DPRD untuk membicarakan masalah lokasi Kantor Gubernur Provinsi Papua Tengah. Apakah akan kita tempatkan kantor gubernur di Guest House atau di Kantor DPRD sekarang, sementara kantor DPRD Nabire akan digeser ke guest house. Ini akan kita bicarakan,” ujar Bupati Mesak. 

Selain itu, dalam waktu dekat dirinya juga akan mengundang 6 suku dari pesisir dan 3 suku dari lereng gunung yang merupakan 9 suku asli di Kabupaten Nabire ini untuk membicarakan bagaiman kita sebagai orang asli di Nabire bisa menjadi tuan di atas negeri sendiri. 

Terkait soal ASN Provinsi Papua Tengah, kata dia, pengisian ASN nanti akan dilakukan oleh provinsi induk. Ketika Pemerintah Provinsi Papua mengundang dirinya untuk pengisian itu, lanjut Bupati Mesak, dirinya bersama Sekda Nabire dan Kepala BKPSDM Nabire akan menyusun berapa ASN yang akan dialokasikan ke provinsi. 

“Tapi saya mau sampaikan bahwa waktu pelantikan lalu, ada pejabat yang kami lantik dari luar Kabupaten Nabire. Sementara ini mereka hanya jalankan untuk jabatan saja di Nabire. Kalau untuk yang ini, kami tidak akan usulkan dalam usulan yang akan menjadi pegawai di provinsi. Tapi ASN dari Kabupaten Nabire yang akan kita usulkan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Bupati Mesak menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Nabire atas kebersamaan dan dukungan doa. Dan juga terima kasih pada para tokoh yang sudah berjuang untuk pemekaran Provinsi Papua Tengah dan Nabire menjadi ibukotanya.

“Ini karya-karya mereka sehingga hari ini DPR RI sudah toki palu dan kita Nabire sudah menjadi ibukita Proivnsi Papua Tengah. Kami atas nama seluruh masyarakat Nabire juga menyampaikan terima kasih kepada semua tokoh yang turut berjuang, seperti Bapak AP Youw dan semuanya,” kata Bupati Mesak.

Lanjut dia, hari ini kita bisa berkarya untuk Papua Tengah. Tetapi kita ketahui bersama bahwa hari ini berkarya untuk Papua Tengah tetapi nanti anak cucu kita yang akan berkarya. Maka itu mari kita syukuri dan kita terima dengan hati yang dingin. Segala perbedaan yang selama ini terjadi kita tinggalkan, mari kita bangun Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah. 

“Selama ini masyarakat mengeluh soal pelayanan rumah sakit yang ada di Nabire, mengeluh Nabire tidak bersih, mengeluh jaminan keamanan tidak jalan baik. Sekarang dengan adanya Provinsi Papua Tengah, beban ini nanti akan terbagi habis. Rumah sakit besar akan dibangun di Papua Tengah, jaminan keamanan akan terjamin sehingga aktifitas perekonomian bisa berjalan dengan baik. Karena tujuan pemerintah pusat untuk mekarkan itu hanya untuk mensejahterakan masyarakat di Papua Tengah,” pungkasnya. 


DPR Sahkan 3 UU Provinsi Baru


Rapat Paripurna DPR RI menyetujui 3 Rancangan Undang-Undang (RUU) terkait provinsi baru Papua atau DOB (Daerah Otonomi Baru) Papua. Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani mengatakan, dukungan legislasi dari DPR dalam hal pemekaran wilayah ini untuk menjamin hak rakyat Papua dan pemerataan pembangunan di Bumi Cenderawasih tersebut. UU yang disahkan adalah UU Provinsi Papua Selatan, UU Provinsi Papua Tengah, dan UU Provinsi Pegunungan

“UU ini menjamin hak sosial dan ekonomi masyarakat Papua terkait pemekaran wilayah yang bertujuan untuk pemerataan dan keadilan pembangunan di Indonesia,” kata Puan usai Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (30/6/2022). 

Adapun untuk Provinsi Papua Selatan, ibu kotanya berkedudukan di Kabupaten Merauke. Sementara ibu kota Provinsi Tengah adalah Kabupaten Nabire, dan ibu kota Provinsi Papua Pegunungan berkedudukan di Kabupaten Jayawijaya.

Mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) itu menegaskan, pembahasan UU DOB Papua sudah berjalan sesuai dengan mekanisme yang berlaku. “Tentu selama proses panjang itu sudah dibahas juga efektiviyas UU ini untuk penyebaran pembangunan di Papua. DPR akan terus mengawasi pelaksanaan UU ini,” ucapnya.

Puan memastikan, DPR telah mengakomodir kepentingan rakyat Papua dalam UU DOB. Salah satunya terkait syarat maksimal usia ASN orang asli Papua yang lebih dibandingkan daerah lain, yakni kategori tenaga honorer dan CPNS yang batas usianya naik menjadi 48 tahun, dan 50 tahun untuk tenaga honorer. “Lewat ketiga UU ini, ASN di wilayah DOB Papua akan diprioritaskan diisi orang asli Papua. Saya berharap agar peraturan teknisnya bisa segera dikeluarkan agar menjamin keberadaan orang asli Papua,” tutur Puan.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut pun menyoroti soal DOB Papua yang berpengaruh terhadap alokasi kursi di DPR RI sebab pemekaran daerah memperkecil daerah pemilihan (dapil) dalam Pemilihan Umum. Puan mengingatkan agar persoalan ini segera diatasi mengingat tahapan Pemilu 2024 sudah dimulai.

“Komisi II DPR dan Pemerintah kami harapkan segera berkoordinasi dengan KPU untuk membahas masalah dapil ini. Termasuk juga dalam hal pemilihan gubernur di ketiga provinsi baru tersebut. Kita berharap agar UU ini dapat bermanfaat bagi rakyat Papua karena cita-cita dari kita semua adalah agar saudara-saudara kita yang berada di sisi timur Nusantara ikut merasakan pemerataan ekonomi sosial dengan pembangunan infrastruktur yang ada di Papua,” harapnya.

Untuk diketahui, Provinsi Papua Selatan akan meliputi 4 kabupaten yaitu Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat. Sementara itu Provinsi Papua Tengah meliputi 8 kabupaten yakni Nabire, Paniai, Mimika, Puncak Jaya, Puncak, Dogiyai, Intan Jaya dan Deiyai. Kemudian Provinsi Papua Pegunungan akan memiliki 9 kabupaten. Sembilan kabupaten tersebut adalah Jayawijaya, Pegunungan Bintang, Yahukimo, Tolikara, Mamberamo Tengah, Yalimo, Lani Jaya, dan Nduga. (ros) 


suroso  Senin, 27 Juni 2022 0:2
Tindakan Kepolisian : SAKSI DIDUGA DIJADIKAN TERSANGKA TANPA CUKUP ALAT BUKTI (Studi Kasus Pengeroyokan, salah penanganan).
Dalam penegakan hukum positif di Indonesia terhadap berbagai kasus yang terjadi dari segi penanganan kasus tidak mengedepankan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 01 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian dan Standar Operasional Prosedur (SOP) baku yang berlaku dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia.
suroso  Senin, 7 Februari 2022 0:41
Apa Itu Tinea Imbrikata atau Kaskado ?
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menemui orang-orang atau bahkan diri kita sendiri yang pernah mengeluhkan gatal-gatal terutama di badan. Tetapi dapat juga terjadi pada leher,tangan, kaki ataupun di tempat lainnya. Keluhan gatal tersebut berlangsung lama, berulang, makin gatal bila berkeringat, diobati tapi tak kunjung sembuh hingga sangat mengganggu tidur. Gatal-gatal pada badan sering di sebabkan oleh infeksi jamur. Salah satu penyakit infeksi jamur pada badan yang sering adalah Tinea Imbrikata atau masyarakat di Papua lebih mengenalnya dengan sebutan Kaskado.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan