Home Papua KRP Siap Pasang Badan Untuk Gubernur Lukas Enembe, Apabila KPK Ngotot Jemput Paksa

KRP Siap Pasang Badan Untuk Gubernur Lukas Enembe, Apabila KPK Ngotot Jemput Paksa

suroso  Kamis, 29 September 2022 12:59 WIT
KRP Siap Pasang Badan Untuk Gubernur Lukas Enembe, Apabila KPK Ngotot Jemput Paksa

JAYAPURA - Koalisi Rakyat Papua (KRP) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk tidak melakukan aksi jemput paksa terhadap Gubernur Papua, Lukas Enembe, terkait penetapan beliau sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi senilai Rp 1 milliar.

Pasalnya, kondisi Gubernur Papua, Lukas Enembe saat ini masih dalam keadaan sakit. Sehingga KPK diminta untuk tidak gegabah dan dapat mempertimbangkannya kembali.

Hal itu dikatakan, Ketua Koalisi Rakyat Papua (KRP), Diaz Gwijangge kepada sejumlah awak media dalam keterangan persnya di Hotel Horison Ultima Entrop, Kota Jayapura, Senin 26 September 2022.

Bahkan mantan Anggota DPR RI itu juga menegaskan, jika massa simpatisan Lukas Enembe yang tergabung di Koalisi Rakyat Papua (KRP), siap pasang badan, jika KPK tetap ngotot untuk melakukan hal tersebut.

“Jadi, KPK tolong hargai kesehatan pak Lukas. Kalau KPK bikin gerakan, kami juga siap bergerak untuk membelah Pak Lukas. Entah itu bentuknya seperti apa,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada KPK agar bisa menghargai kondisi kesehatan Gubernur Papua Lukas Enembe.

“Kalau pak Lukas sudah sembuh ya silahkan periksa perihal kasus yang disangkakan kepadanya, apalagi pak Lukas kan sudah berikan statement, bahwa beliau siap diperiksa,” ujar Diaz Gwijangge.

“Dan juga, Presiden sudah tahu kalau pak Lukas ini, sudah sakit sejak dua tahun lalu. Pak Lukas bukan seperti pejabat lain yang diproses malah alasan sakit,” sambungnya.

Pada kesempatan itu, Diaz Gwijangge juga membantah bakal nanti ada aksi demo save Gubernur Papua Lukas Enembe oleh koalisi rakyat papua (KRP).

“Untuk aksi demo lagi itu tidak ada, tapi kami menunggu saja kalau ada gerakan KPK, maka kami juga akan bergerak,” tandas Diaz.

Kendati demikian, kata Diaz Gwijangge, jika aksi KRP save Gubernur Papua Lukas Enembe ini, bukanlah aksi anarkis seperti yang telah terjadi pada tahun 2019, lalu.

“Kami lakukan aksi demo ini, bukan untuk membuat kekacauan atau membunuh masyarakat. Tapi kami lakukan aksi damai sebagai bentuk dukungan kepada kakak kami Lukas Enembe. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkasnya. (Tiara)

suroso  Selasa, 30 Agustus 2022 23:28
Papua Dalam Permainan Sio (Persio) Penuh Korban
*) Oleh : Anton Agapa (TOA)
suroso  Selasa, 4 Oktober 2022 0:21
Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star
Penulis Christina Meylani Selina Rumpaidus

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan