Home Artikel Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star

suroso  Selasa, 4 Oktober 2022 9:21 WIT
Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak)

Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran


Penulis Christina Meylani Selina Rumpaidus


Lokasi SDN Inpres Oyehe Nabire

Lingkup Pendidikan Sekolah Dasar

Tujuan yang ingin dicapai Meningkatkatkan minat belajar dan kemampuan peserta didik kelas IV dalam pembelajaran Matematika tentang pecahan senilai dengan menggunakan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning)

Tanggal 24 September 2022

Situasi: 

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini. 

Latar belakang masalah dari praktik pembelajaran ini adalah :

1. Kemampuan dasar matematika dari peserta didik yang masih kurang.

2. Motivasi dan semangat peserta didik yang masih rendah.

3. Guru belum merancang pembelajaran yang kreatif dan inovatif

4. Guru belum menggunakan IT dengan maksimal.


Praktik pembelajaran ini saya bagikan karena rekan-rekan guru juga mengalami permasalahan yang sama, sehingga praktik baik ini dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat memotivasi diri  sendiri juga bagi rekan guru yang lain.


Peran dan tanggung jawab  saya sebagai pendidik

1. Menggunakan IT dan menerapkan model pembelajaran kreatif dan  inovatif dengan baik( Model PBL)

2. Menggunakan media pembelajaran yang menarik bagi peserta didik

Tantangan : 

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat,

Berdasarkan kajian literature, hasil wawancara, dan hasil observasi maka dapat dianalisis bahwa kurangnya semangat belajar peserta didik yang rendah adalah :

1. Pembelajaran di dalam kelas masih monoton.

2. Guru belum merancang pembelajaran yang kreatif dan inovatif

3. Pelajaran Matematika dianggap terlalu sulit dan kemampuan konsep dasar perkalian dan pembagian masih kurang.


Tantangan terbesar yang saya hadapi saat pelaksanaan praktik adalah 

1. Guru harus menciptakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan

2. Guru harus merancang media pembelajaran dan model pembelajaran yang kreatif dan inovatif

3. Guru harus menggunakan alat peraga kongkrit


Peran dan tanggung jawab saya sebagai guru adalah melakukan proses pembelajaran ini secara efektif dengan menggunakan media, metode, dan model pembelajaran yang tepat dan inovatif  sehingga tujuan pembelajaran hasil belajar peserta didik dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan


Aksi : 

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini 

Langkah-langkah yang harusdilakukansesuaidengantantangan yang dihadapiadalah :

1. Metode yang digunakan ceramah, tanya jawab, penugasan, Pendekatan Saintific, dan model pembelajaran yang kreatif dan inovatif  (Model PBL)

2. Menggunakan media pembelajaran yang menarik berupa ppt , alat peraga kongkrit, TPACK

3. Guru sebagai fasilitator harus kreatif memilih model pembelajaran kreatif dan inovatif

4. Guru harus selalu berinovatif agar peserta didik tidak jenuh pembelajaran di kelas.

Refleksi Hasil dan dampak 

Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif?  Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut 

Dampak dari pembelajaran yang telah dilaksanakan pada hari Rabu, 14 September 2022 dengan media pembelajaran yang menarik (TPACK), pendekatan saintific, alat peraga kongkrit  dan model pembelajaran Problem Based Learning adalah peserta didik mulai bersemangat mengikuti pembelajaran dan hasilnya sangat efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran. Peserta didik yang mencapai hasil di atas KKM 14 orang ( 87,5%), di bawah KKM 2 orang (12,5 %) 


Respon dari kepala sekolah, rekan sejawat dalam  kegiatan ini adalah sangat baik dan selanjutnya guru  lebih kreatif dalam membangun keaktifas peserta didik dan meningkatkan hasil belajar.


Faktor keberhasilan dengan menggunakan metode, media pembelajaran yang menarik (TPACK), pendekatan Saintific, alat peraga kongkrit, dan model pembelajaran PBL peserta didik lebih kreatif , dan meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik. Peserta didik yang mencapai hasil di atas KKM 14 orang ( 87,5%), di bawah KKM 2 orang (12,5 %) 


Pembelajaran yang saya dapatkan adalah dapat mengembangkan kompetensi saya sebagai seorang guru baik pedagogik dan profesional, misalkan dapat menerapkan model pembelajara yang kreatif dan inovatif seperti PBL dan belajar menggunakan IT dengan baik. ***


suroso  Selasa, 30 Agustus 2022 23:28
Papua Dalam Permainan Sio (Persio) Penuh Korban
*) Oleh : Anton Agapa (TOA)
suroso  Selasa, 4 Oktober 2022 0:21
Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star
Penulis Christina Meylani Selina Rumpaidus

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan