Home Sorong Jasad Ketua KNPB Sorong Dimakamkan

Jasad Ketua KNPB Sorong Dimakamkan

suroso  Jumat, 29 Agustus 2014 0:15 WIT
Jasad Ketua KNPB Sorong Dimakamkan
Jayapura,- Mayat misterius yang ditengarai merupakan Ketua Komite Nasional Papua Papua Barat Sorong, Martinus Yohame yang ditemukan nelayan di perairan pulau Nana Dom, Sorong, Papua Barat, Kamis(28/8) telah dimakamkan.   Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar Sulistyo Pudjo Hartono saat dikonfirmasi menyatakan kesulitan dalam mengungkap indentitas dan kematian korban lantaran keluar menolak dilakukan otopsi. "Kemarin beberapa orang yang mewakili keluarga korban dan dipimpin kepala suku mereka datang ke Polres Kota Sorong. Mereka bertemu Kapolres dan Kasat Reskrim dan menyatakan menolak dilakukan identifikasi atau otopsi,” kata Pudjo, Kamis (28/8). Pudjo mengklaim pihak kepolisian telah menyampaikan kepada pihak keluarga bahwa otopsi adalah syarat mutlak dalam proses penyelidikan kasus dugaan pidaan penyebab, waktu dan modus, dan bukti-bukti di bandan harus ditentukan dari otopsi. Sebab, kata Pudjo, dari optopsi itu bisa ketahui penyebab kematian korban. Apakah karena dipukul dengan benda tumpul, terkena sabetan atau tikaman benda tajam ataukah ditembak dan lain-lain. "Kami harap otopsi itu bisa jadi petunjuk polisi untuk proses penyelidikan guna menemukan tersangka. Lokasi pembunuhan juga belum dikatahui, sebab yang ditahu hanya lokasi penemuan mayat,” kata dia. Polda Papua juga memastikan akan kesulitan menentukan penyebab kematian korban dan identitas yang sebenarnya, termasuk identitas mayat tersebut.  ”Kan mayat itu hanya diduga Saudara Martinus Yohame. Mengapa saya bilang dugaan karena tidak ada data valid untuk memastikan itu. Hanya berdasarkan ciri-ciri fisik ditubuh korban juga tidak ditemukan tanda pengenal," ujarnya. Kesulitan mengungkap identitas korban, sambung dia, juga dikarenakan kondisi mayat ketika ditemukan sudah rusak sehingga sulit dikenali. Polisi menduga jenazah itu sudah beberapa hari terendam air. " Kalau sudah begini, berarti identifikasi dihentikan karena keluarga korban menolak dan mayat sudah dikuburkan. Tentu proses penyelidikan dan penyidiakn sangat terhambat. Sekarang kan dalam melalukan penyelidikan, polisi menyidik bersifat profesional yakni harus berdasarkan bukti, bukan hanya informasi," tutupnya.  
suroso  Minggu, 10 Oktober 2021 2:8
Suara dari Kedalaman Jiwa
Dia mengakhiri sambutannya dengan penggalan kalimat : Selamat datang di Papua selamat bertanding. Tuhan berserta kita semua. Torang bisa. Wa wa wa. Hanya enam menit dia pidato sambutan Selamat Datang atas nama Gubernur Papua.
suroso  Rabu, 19 Januari 2022 4:54
Menata Kabupaten Deiyai yang Lebih Baik
Kita sebagai warga Kabupaten Deiyai yang berpiir rasional dan ebyektif, kita semua pasti sepakat mengani tiga hal, yakni (1) Kita sedang mengalami krisis kepemimpinan dalam politik dan pemerintahan,

Hahae

Tanah milik KODIM dan POLRES
suroso  Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan