Home Papua Tengah Subsidi Angkutan Dogiyai Tahun Ini Macet

Subsidi Angkutan Dogiyai Tahun Ini Macet

suroso  Senin, 31 Oktober 2022 7:35 WIT
Subsidi Angkutan Dogiyai Tahun Ini Macet

NABIRE – Subsidi angkutan yang dianggarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai untuk melayani transportasi udara ke distrik dan kampung terjauh dari Moanemani dalam tahun ini terkesan macet. Karena, selama 10 bulan ini tidak ada pelayanan angkutan subsidi dari pemerintah Kabupaten Dogiyai ke daerah-daerah yang tersulit dan terbelakang. Akibatnya, pelayanan pemerintahan di beberapa distrik yang mengandalkan angkutan udara terimbas.

Kepala Distrik Sukikai Selatan, Kristianus Tagi di Nabire, pekan lalu mengatakan, kepala distrik dan staf termasuk petugas kesehatan dan guru yang bertugas di daerah-daerah terpencil tidak bisa berbuat banyak akibat tidak adanya sarana transportasi udara yang mendukung.

Ia menilai subsidi angkutan udara yang diprogram Pemkab Dogiyai bertujuan untuk mendukung pelayanan pemerintahan di daerah terpencil dan terisolir. Karena dengan adanya subsidi angkutan, kepala distrik, staf, guru dan petugas ke tempat tugas untuk melayani masyarakatnya. Demikian juga ketika ada kebutuhan koordinasi dan konsultasi dengan pemerintah atas, kepala distrik, kepala sekolah dan kepala Puskesmas, lewat pelayanan angkutan subsidi akan membantu ke ibukota kabupaten dan sebaliknya ke tempat tugas. Demikian juga ketika ada undangan rapat dan kegiatan dari pemerintah kabupaten, kepala distrik, kepala sekolah dan kepala Puskesmas bisa menghadirinya sesuai undangan, karena ada pelayanan transportasi bersubsidi.

Tetapi, ketika subsidi angkutan tidak lancar, imbasnya pelayanan di daerah terpencil terabaikan. Sebab, kata Kristianus Tgi, lewat penerbangan perintis, minmal dikenai biaya carter, ke Unito misalnya sebesar Rp 17 juta sekali terbang. Sementara di dalam DPA Distrik, Kepala Puskesmas dan kepala sekolah tidak ada dana untuk carter pesawat. Tidak ada dana untuk carter pesawat.

Oleh sebab itu, Tagi kesal dengan tidak dilaksanakannya pelayanan angkutan subsidi selama 10 bulabn terakhir ini. Karena, awal tahun ini Pemkab Dogiyai menganggarkan dana untuk subsidi angkutan untuk memperlancar pelayanan ke distrik dan kampung.

Kepala Distrik Sukikai Selatan ini berharap dan meminta Pemkab Dogiyai agar membuka pelayanan subsidi angkutan selama dua bulan tersisa dari tahun 2022 ini. Hal ini untuk mempermudah tugas pelayanan pemerintahan ke daerah-daerah terpencil yang selama ini terlupakan.

Tagi menilai, subsidi angkutan dengan pengusaha helikopter, seperti tahun ini tidak membantu banyak kepada pemerintah dan nasyarakat. Karena, biaya besar tidak sebanding dengan muatan. Biayanya besar tetapi hanya mampu memmuat adalam jumah sedikit.

Oleh sebab itu, untuk memaksimalkan pelayanan dengan biaya subsidi angkutan, lebih tepat dengan pesawat jenis kecil seperti AMA. Karena, pesawat tersebut mampu memuat banyak dan perhitungannya tidak menghitung menit terbang seperti helikopter.

Ia membandingkan, helikopter muatannya paling empat orang dan perhitungan permenit. Sedangkan pesawat cesna, mampu memuat lebih dari emat orang dan untuk barang bisa sampai 700 kg dan perhitungan berdasarkan route/flight.

Sebab itu, Kepala Distrik Sukikai Selatan meminta Pemkab Dogiyai, subsdi angkutan tahun depan sebaiknya pesawat jenis kecil cesna milik AMA yang bisa mendarat di lapangan terbang perintis di beberapa kampung se Kabupaten Dogiyai untuk menghemat biaya dan pertimbangan muatan. (ans)


suroso  Kamis, 23 Nopember 2023 23:29
Setelah Pemilu 2024 Apakah Akan Banyak Caleg Yang Masuk Rumah Sakit Jiwa
Dunia oh dunia, mungkin itu yang banyak dibahas oleh banyak Guru dan Ustadz ketika mengisi materi baik pembelajaran dikelas ataupun ketika dimajelis. Dunia memang terkenal sangat hijau, kenapa dibilang sangat hijau? Dikarenakan dunia itu sangat nikmat dan sangat menggiurkan bagi para manusia yang mengejar kenikmatan dunia.
suroso  Kamis, 3 Agustus 2023 0:39
Mafia Tanah Adat di Papua Harus Dilawan
Masyarakat adat telah hidup pada wilayah adatnya masing masing sejak leluhur tanpa saling mengganggu, pada waktu lalu upaya upaya penguasaan kadang berakhir dengan konflik fisik, namun harus diakui juga terjadi juga migrasi dari satu wilayah adat ke wilayah adat lain, karena konflik dalam keluarga atau saat perang hongi.dll.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Populer

Pengumuman Hasil Tertulis Psikologi
suroso  Jumat, 1 Desember 2023 0:2
DPRD Deiyai Gelar Rapat Paripurna
suroso  Rabu, 29 Nopember 2023 0:28
Masalah Topo Damai, 2,3 M Tanda Selesai
suroso  Kamis, 14 Desember 2023 8:45
Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan