Home Nabire ACPN Akan Gelar Muber Perdana, 22 November 2022

ACPN Akan Gelar Muber Perdana, 22 November 2022

suroso  Kamis, 10 Nopember 2022 8:9 WIT
ACPN Akan Gelar Muber Perdana, 22 November 2022

NABIRE – Anak Cucu Perintis Nabire (ACPN) akan menngelar Musyawarah Besar (Mubes) perdana pada tanggal 22 hingga 24 November 2022 dari Gedung Olahraga (GOR), Kota Lama, Nabire. Panitia Mubes tengah mensosialisasikan rencana tersebut ke rayon melalui kawasan pemukiman di dalam kota Nabire.

Untuk menarik simpati anak-anak dan cucu perintis pembangunan Nabire di dalam kota Nabire, Panitia melaksanakan sosialisasi wadah ACPN dan rencana Mubes kepada anak-anak dan cucu perintis pembangunan menurut kawasan pemukiman warga. Sosialisasi kali kedua dilaksanakan di kediaman Elly Wonar, Rabu (9/11) sore. Saat sosialisasi, panitia Mubes juga menunjuk penghubungan untuk mengkoordinir sesama anak cucu perintis di Nabire.

Sebelumnya, panitia Mubes sudah mensosialisasikan keprihatinan perlunya wadah penampung bagi anak-anak cucu perintis kota Nabire ini sudah dilaksanakan untuk kawasan Kota Lama, Kalibobo, Oyehe, Nabarua, Kali Susu dan Waroki dari Kota Lama. 

Ketua Panitia Mubes, Alex Manibuy saat sosialisasi mengatakan kami membuat satu wadah sementara yang disebut anak cucu perintis pembangunan Nabire karena betapa lamanya orang-orang tua kami, perintis dulu mengawalinya untuk membangun kota ini. Mereka membangun dengan berbagai macam alat yang sederhana, dengan kemampuan yang biasa-biasa saja tetapi mereka telah berjasa membuka dan membangun kota ini.

Oleh sebab itu Manibuy mempertanyakan, anak cucu sekarang mau buat apa untuk melanjutkan apa yang dibuat orang tua kita. Karena pasti ada cita-cita, ada harapan dari orang tua kepada kita sebagai penerus. Kita tidak tinggal diam tetapi kita harus ikut merasakan bagaimana orang tua dalam perjuangan membangun kota ini. Kita yang ada sekarang ini berupaya untuk membentuk wadah ini agar anak cucu ini ke depannya bisa hidup sejahtera.

Oleh karena itu niat untuk membentuk wadah ini tidak ada embel-embel atau ada kepentingan sesuatu yang bersinggungan dengan kegiatan politik, atau apalah itu tidak ada. “Ini murni dari kita, oleh kita dan untuk kita, anak cucu perintis kota Nabire. Oleh sebab itu, mari kita bergandengan tangan, kita dukung persiapan acara Mubes pertama kali. Kita tunjukkan kepada semua orang bahwa kita mampu,” ajaknya.

Manibuy menambahkan mampu berati mampu untuk bisa meneruskan semua perjuangan yang telah dirintis oleh orang-orang tua kita dahulu. Kita capai, cita-cita yang orang tua yang harapkan kepada kita yaitu kesejahteraan semua anak cucu.

Manibuy mengingatkan hendaknya tidak menafsirkan akan dibentuk sebuah wadah bagi anak cucu perintis kota Nabire ini berkaitan dengan suksesi, berkaitan dengan 2024 atau berkaitan dengan apapun. “Ini tidak ada. Ini murni dari kita, oleh kita dan untuk kita, anak cucu perintis Nabire,” tegasnya.

Oleh sebab itu, ia meminta dukungan dari semua pihak untuk menyukseskan Mubes ACPPN tanggal 22-24 November 2022 di Kota Lama, Nabire.

Ketika terbentuk, Manibuy mengingatkan wadah ini akan bermitra dengan pemerintah. Tujuannya, ada peluang-peluang, ada harapan yang diberikan oleh pemerintah. Jangan kita menjadi oposisi dengan pemerintah tetapi kita tetap mendukung semua program dari pemerintah, kita bermitra. “Kalau kita punya wadah ini kalau kuat, pasti ada perhatian dari pemerintah,” optimisnya.

Wadah ACPPN ini tidak hanya anak cucu dari orang tuanya yang pegawai tetapi semua orang tua yang terlibat sebagai perintis pembangunan, apakah itu sebagai pedagang, pekerja bangunan, petani, penjual makanan dan bakso, nelayan dan sebagainya bahkan anak cucu TNI/Polri. Semua yang berjasa dan terlibat sebagai perintis pembangunan di daerah ini.

Sementara itu, Tommy Rumayomi mengatakan wadah ini untuk menghimpun anak cucu perintis, karena selama ini tidak saling mengenal antara satu dengan anak yang lain. Padahal, dulu orang tua mereka saling kenal dan kerja untuk bangun negeri ini, tetapi dalam perkembangan pada masa kini banyak yang tidak saling mengenal. “Sudah tidak baku kenal di generasi kita, apalagi anak cucu kita,” ungkitnya.

Pieter Worabay kesempatan itu mengungkap umur kota Nabire sudah 65 tahun. Selama itu pula, anak cucu perintis Nabire tidak pernah kumpul. Padahal orang tua di era 1945, 1950, 1965, orang tua mereka bangun Nabire bersama-sama karena belum besar. Tetapi ketika masuk di era 1980 atau 1990 itu sudah besar dam jarang ketemu karena Nabire sudah besar, ada angkutan di jalan raya. Di bawahnya, mereka masih jalan kaki sehingga saling mengenal. (ans)


suroso  Selasa, 30 Agustus 2022 23:28
Papua Dalam Permainan Sio (Persio) Penuh Korban
*) Oleh : Anton Agapa (TOA)
suroso  Selasa, 4 Oktober 2022 0:21
Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star
Penulis Christina Meylani Selina Rumpaidus

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan