Home Nabire KPK Gelar RDG Koordinasi Pemberantasan Korupsi di Papua Tengah

KPK Gelar RDG Koordinasi Pemberantasan Korupsi di Papua Tengah

suroso  Kamis, 25 Mei 2023 18:32 WIT
KPK Gelar RDG Koordinasi Pemberantasan Korupsi di Papua Tengah

NABIRE – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar rapat dengan pendapat (RDP) koordinasi pemberantasan korupsi Pemda di wilayah Papua Tengah tahun 2023. Kegiatan yang digelar selama 2 hari di aula Kantor Gubernur Papua Tengah ini dalam rangka evaluasi progres implementasi Monitoring Center for Prevention (MCP) triwulan I, persiapan SPI 2023, evaluasi tematik penerbitan aset dan optimalisasi pajak daerah. Kegiatan dibuka oleh Pj Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos, MM pada Selasa (23/5/23) dan ditutup pada Rabu (24/5/23) kemarin. Dari KPK turut hadir Kasatgas Korsupgah Wilayah V KPK RI, Nurul Ichsan Alhuda. 

Saat dimintai komentarnya, Kepala Inspektorat Provinsi Papua Tengah, Frence The Papara, mengatakan, kegiatan diikuti oleh inspektorat, kepala badan keuangan dan Sekda untuk 5 kabupaten yang ada di Provinsi Papua Tengah.

“Seminggu ini, dua hari yaitu Selasa dan Rabu ini digelar kegiatan di Nabire untuk 5 kabupaten yakni Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, ditambah Provinsi Papua Tengah. Kemudian 2 hari akan digelar kegiatan yang sama di Timika untuk 3 kabupaten, Mimika, Puncak Jaya dan Puncak,” ujar Frence Papara melalui sambungan teleponnya. 

Kata dia, kegiatan digelar untuk peningkatan 8 area MCP untuk 2022 peningkatan ke 2023 dengan peluncuran indikator untuk 5 tahun kedepan. Dengan tujuan utama untuk pencegahan tindak pidana korupsi lebih awal, alias meminimalisir korupsi dari 8 area yang menjadi titik fokus intervensinya. Kedelapan area itu masing-masing, perencanaan dan penganggaran, pengadaan barang dan jasa, APIP, perizinan, pengelolaan Barang Milik daerah (BMD), manajemen ASN, optimalisasi pajak daerah, dan tata kelola dana desa.

“Sementara 8 area ini masih seperti 5 tahun lalu yang dipakai. Hanya ada penambahan-penambahan indikator yang dari sekian indikator menjadi 31 indikator dengan 63 sub indikator untuk titik beratnya,” tambahnya. 

Lebih lanjut dikatakan, kegiatan kali ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran MCP secara nasional mulai tanggal 21 Maret 2023 di Jakarta. Dan tindak lanjut setelah rapat koordinasi dan dengar pendapat ini, KPK akan melakukan atensi terus, monitoring terus.

“Dan mereka juga meminta kita melakukan pelaporan terkait dengan progress daripada 8 area itu,” ujarnya.

Tambahnya, dengan adanya tindakan ini setidaknya pencegahan itu akan bisa lebih maksimal lagi. 

Dari data yang dihimpun media ini, secara nasional, Pemda dengan Indeks Pencegahan Korupsi tertinggi adalah Pemprov Bali dengan skor 99%.

Sementara untuk capaian MCP Pemda di wilayah Papua Tengah tahun 2022, rangking pertama Kabupaten Intan Jaya dengan 36,65%, disusul Kabupaten Paniai 34,22%, Kabupaten Nabire 34,19%, Kabupaten Mimika 33,03%, Kabupaten Puncak 29,21%, Kabupaten Dogiyai 18,51%, Kabupaten Puncak Jaya 15,18% dan Kabupaten Deiyai 7,42%. (ros)


suroso  Rabu, 15 Mei 2024 16:13
REKRUITMEN POLITIK DI TANAH PAPUA
Tentu kita semua ketahui bersama bahwa Rekruitmen Politik untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan pemilihan kepala daerah. Untuk Papua tentu harus mendasari dengan ketentuan Pasal 28 ayat 3 dan 4 UU No 21 tahun 2001 jo UU No 2 tahun 2021 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah,Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan pemilihan kepala daerah.
suroso  Senin, 27 Mei 2024 12:10
Kepala Sekolah Berperan Penting Dalam Penyaluran Bakat dan Minat Siswa
Penulis: Wiantri Viami Amin, S.Pd SEMUA siswa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses yang dapat menyalurkan minat dan bakatnya. Sekolah dan orang tua harus memberikan dukungan penuh kepada siswa. SMA Muhammadiyah Nabire memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengikuti kegiatan yang membantu siswa menyalurkan bakat dan minatnya.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan