Home Pemda Intan Jaya Uskup Minta Masyarakat Intan Jaya Tak Tinggalkan Kampung

Uskup Minta Masyarakat Intan Jaya Tak Tinggalkan Kampung

suroso  Rabu, 28 Juni 2023 8:26 WIT
Uskup Minta Masyarakat Intan Jaya Tak Tinggalkan Kampung

INTAN JAYA – Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr. Theofilius Matopani You, seusai mentahbiskan diakon Alpius Alpin Mujijau OFM dan diakon Domisius Wandi Batoteng Raya OFM mengatakan dalam sambutannya bahwa dirinya telah diminta agar mentahbiskan dua diakon tersebut di Titigi Kabupaten Intan Jaya.

Menurut uskup juga dirinya sendiri ingin melihat dari dekat konflik yang selama ini terjadi di Intan Jaya.

“Sejujurnya sa katakan begini, saya diminta untuk oleh pimpinan provincial ordo fransiskan duta damai Papua untuk mentahbiskan 2 diakon ini. Dan tempatnya di Paroki Santo Xaverius titigi (Intan Jaya, Kecamatan Sugapa) sa bilang sa siap. Karena saya tau benar tempat ini adalah tempat konflik karena itu yang saya naik. Dengan maksud supaya saya mau melihat dari dekat keadaannya bagimana yang terjadi disini ternyata bahwa bisa ada kesepakatan antara 2 atau 3 pihak itu,” ujar, Minggu (25/06/2023).

Dengan adanya kesempatan itu lanjut Uskup berarti konflik di Intan Jaya yang berlangsung selama ini bisa dicarikan solusi agar semua pihak berdamai.

“Ternyata ada kesepakatan untuk bisa menyelenggarakan perayaan ini. Itu berarti ada titik terang menurut saya untuk kita bisa mencari solusi untuk menciptakan hidup yang damai di tempat ini,” lanjut Uskup You.

Uskup juga berharap untuk menciptakan damai di Kabupaten Intan Jaya ada 4 pihak yang harus bekerjasama agar masyarakat tidak lagi mengungsi dan tinggalkan kampung halaman mereka.

“Dan untuk menciptakan damai itu juga yang pertama adalah pejabat Bupati dan juga DPRD kerjasama dengan pihak Polisi dan Tentara,” kata Uskup.

“Saya harap bahwa ada perundingan bisa terjadi disana supaya masyarakat tetap tinggal disini. Jangan sampai masyarakat tinggalkan daerah ini, tinggalkan Gereja, tinggalkan kantor-kantor jangan sampai seperti itu,” lanjutnya lagi.

Ia juga meminta agar masyarakat Kabupaten Intan Jaya tidak lagi lari dari tempat tinggal mereka, kalau di bunuh itu pilihan terbaik. Dan uskup menilai Intan Jaya tidak boleh kembali ke nol tapi harus maju dan berkembang seperti kota-kota maju lainnya di Papua.

“Kita sudah ketinggalan, sekarang sudah dapat Kabupaten mau maju, mau berkembang kembali lagi dari nol saya harap janganlah demikian, jadi mama-mama bapa-bapa lebih baik kita tinggal disini tempat asal dari leluhur kita, kalau mau dibunuh biarlah dibunuh di Tanah leluhurmu, pilihan itu lebih baik, tinggal itu lebih baik. Dan saya mengusulkan supaya pihak pemerintah setempat PJ Bupati DPRD dan semua terkait mesti bekerja keras untuk melakukan pendekatan-pendekatan dengan pihak pemerintah sampai pada presiden untuk bagaimana membangun bagaimana mencari solusi supaya masyarakat tetap tinggal di tanah ini supaya ada kedamaian di tanah ini,” ucapnya.

Dirinya juga berharap dengan perayaan pentabisan yang sudah berlangsung tersebut menjadi momen masyarakat tidak lagi kemana-mana.

“Saya pikir dengan momen perayaan ini menjadi kesempatan untuk kita hidup berkebun, piara babi disini,” harapnya.

Uskup juga memberi apresiasi khusus kepada Pastor Yance Yogi yang selama ini berada di tengah-tengah masyarakat di situasi konflik.

“Pastor, pendeta kita mendampingi masyarakat sebagaimana yang terjadi sekarang, Pastor Yance dan tim pastoral saya beri apresiasi khusus, lanjutkan amakane,” ucap Uskup.

Uskup juga mengingatkan kembali untuk mencari solusi terbaik untuk pembangunan Kabupaten Intan Jaya kedepan yang lebih baik.

“Inti pemikiran saya begini, kalau acara ini bisa disepakati kita diberikan izin melakukan acara ini, kenapa pendekatan selanjutnya untuk membangun daerah ini menjadi daerah yang aman kenapa tidak dilakukan negosiasi untuk mencari solusi dan ini harus dibuat semua pihak, pihak masyarakat, tokoh adat, pimpinan Gereja, pemerintah daerah juga DPRD bagimana melihat solusi yang terbaik untuk membangun daerah kedepan,” ucapnya mengingatkan.

Diakhir agar terciptanya damai di masyarakat Intan Jaya Uskup Mgr. Theofilius Matopani You Keuskupan Jayapura meminta untuk tidak tertinggal dari daerah lain dan pemulihan bisa terjadi.

“Semoga kesempatan menjadi kesempatan yang baik menjadi jalannya Tuhan untuk kita kembali ke kampung supaya ada pemulihan bagi daerah dan masyarakat kita. Kita jangan mundur lagi kita ketinggalan lagi,” tutup Uskup. (ist)


suroso  Rabu, 3 Juli 2024 2:43
Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kehadiran Guru Rendah
Penulis : Wiantri Viami Amin, S.Pd Tingkat kehadiran guru ke sekolah yang masih rendah merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi di Papua terkait mutu guru. Beberapa guru memiliki alasan jarak sekolah dengan kediaman yang jauh dan sepi merupakan salah satu alasan dari kurangnya kehadiran guru.
suroso  Senin, 27 Mei 2024 12:10
Kepala Sekolah Berperan Penting Dalam Penyaluran Bakat dan Minat Siswa
Penulis: Wiantri Viami Amin, S.Pd SEMUA siswa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses yang dapat menyalurkan minat dan bakatnya. Sekolah dan orang tua harus memberikan dukungan penuh kepada siswa. SMA Muhammadiyah Nabire memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengikuti kegiatan yang membantu siswa menyalurkan bakat dan minatnya.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan