Home Pemda Intan Jaya Pemkab Intan Jaya Gelar Finalisasi Raperda Pajak dan Retribusi

Pemkab Intan Jaya Gelar Finalisasi Raperda Pajak dan Retribusi

suroso  Kamis, 10 Agustus 2023 7:3 WIT
Pemkab Intan Jaya Gelar Finalisasi Raperda Pajak dan Retribusi

SUGAPA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Intan Jaya, menggelar acara finalisasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Intan Jaya tentang pajak dan retribusi. Finalisasi yang digelar Selasa (8/9/23) di Sugapa, dihadiri Pj Bupati Intan Jaya, Apolos Bagau, ST diwakili Sekda Intan Jaya, Asir Mirip, S.Pd, M.Si. Turut hadir pula narasumber dari Ditejen Keuangan Daerah Kemendagri.

Sambutan Pj Bupati Apolos Bagau yang dibacakan Sekda Asir Mirip, menuturkan, dinamika penyelenggaraan pemerintahan daerah telah mengalami perkembangan yang sangat cepat seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu seluruh pemerintahan daerah harus mampu mengadaptasi diri dengan perubahan-perubahan agar percepatan pencapaian kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dapat dicapai sesuai dengan yang diharapkan. Salah satu perubahan yang memerlukan tindakan cepat adalah diterbitkannya Undang-Undang nomor 1 tahun 2022 tentang hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. 

Dikatakan, dalam pasal 192 UU tersebut menyebutkan bahwa peraturan pelaksanaan dari UU HKPD ditetapkan paling lama 2 tahun setelah UU HKPD ditetapkan. Oleh karena itu akhir tahun 2023 atau paling lambat awal tahun 2024 Kabupaten Intan Jaya harus menetapkan Perda pajak dan retribusi sesuai dengan UU nomor 1 tahun 2022 dan Peraturan Pemerintah nomor 35 tahun 2023 tentang ketentuan umum pajak daerah dan retribusi daerah.

“Sesungguhnya Pemerintah Kabupaten Intan Jaya telah memiliki Perda tentang pajak daerah dan Perda tentang retribusi jasa umum dan Perda tentang retribusi jasa usaha yang disusun berdasarkan UU nomor 28 tahun 2009 tentang pajak dan retribusi daerah. Dipandang pemerintah tidak sesuai lagi dengan perkembangan, maka diterbitkan UU nomor 1 tahun 2022 tentang HKPD yang secara umum mencakup pengaturan yang lebih komprehensif terkait hubungan keuangan antara pemerintah pusat daerah bukan hanya mengatur terkait kewenangan pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah namun ada hubungan yang sinergis dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan antara pusat dan daerah dari aspek hubungan keuangan,” paparnya.

Ruang lingkup yang diatur dalam UU HKPD, yaitu pemberian sumber penerimaan daerah berupa pajak dan retribusi daerah, pengelolaan TKD, pengelolaan belanja daerah, pemberian kewenangan untuk melakukan pembiayaan daerah, dan pelaksanaan sinergi kebijalan fiskal nasional.

Lebih lanjut dikatakan, Raperda pajak dan retribusi daerah merupakan kebutuhan prioritas dan telah masuk dalam Propemperda tahun 2023. Oleh karena itu harus segera dituntaskan dan diselesaikan pada tahun ini juga.

“Saya berharap paling lambat pada akhir bulan Oktober telah dapat disampaikan kepada DPRD untuk dibahas bersama atau bersamaan dengan penyampaikan Raperda APBD tahun 2024,” harapnya. (ros)


suroso  Rabu, 3 Juli 2024 2:43
Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kehadiran Guru Rendah
Penulis : Wiantri Viami Amin, S.Pd Tingkat kehadiran guru ke sekolah yang masih rendah merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi di Papua terkait mutu guru. Beberapa guru memiliki alasan jarak sekolah dengan kediaman yang jauh dan sepi merupakan salah satu alasan dari kurangnya kehadiran guru.
suroso  Senin, 27 Mei 2024 12:10
Kepala Sekolah Berperan Penting Dalam Penyaluran Bakat dan Minat Siswa
Penulis: Wiantri Viami Amin, S.Pd SEMUA siswa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses yang dapat menyalurkan minat dan bakatnya. Sekolah dan orang tua harus memberikan dukungan penuh kepada siswa. SMA Muhammadiyah Nabire memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengikuti kegiatan yang membantu siswa menyalurkan bakat dan minatnya.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan