Home Nabire Pemprov Papua Tengah Konsultasi Publik RPJP Cagar Alam Enarotali

Pemprov Papua Tengah Konsultasi Publik RPJP Cagar Alam Enarotali

suroso  Kamis, 9 Nopember 2023 4:24 WIT
Pemprov Papua Tengah Konsultasi Publik RPJP Cagar Alam Enarotali

NABIRE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) Cagar Alam Enarotali periode tahun 2024 hingga 2033, di Hotel Mahavira II, Rabu (8/11/23) kemarin.  Kegiatan dibuka Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan, SDM, dan Pengembangan Otsus, Ukkas, S.Sos, M.Kp., mewakili Pj Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos, MM.

Sambutan Pj Gubernur Ribka Haluk yang dibacakan Ukkas, menyebutkan, dalam upaya menjaga ekosistem Cagar Alam Enarotali dan untuk mewujudkan pengelolaan yang efektif dan efisien diperlukan dokumen perencanaan pengelolaan kawasan yang sesuai kebutuhan aktual. Dokumen yang akan berfungsi sebagai acuan dan pijakan dalam melakukan pengelolaan kawasan konservasi untuk mencapai tujuan pengelolaan yang diinginkan.

Kata dia, dokumen RPKP Cagar Alam Enarotali periode 2024 hingga 2033 merupakan rencana pengelolaan yang disusun oleh tim dari Balai Besar KSDA Papua berdasarkan hasil inventarisasi potensi kawasan, penataan kawasan, aspirasi para pihak, dan rencana pembangunan daerah. Selain diharapkan meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan, dokumen ini juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya, meningkatkan akuntabilitas bagi pengelola dan memastikan keterlibatan publik dalam pengelolaan Cagar Alam Enarotali.

Untuk memastikan keterlibatan publik dalam pengelolaan dan penyusunan rencana jangka panjang, Cagar Alam Enarotali periode 2024 hingga 2033 maka diwajibkan untuk melaksanakan konsultasi publik yang melibatkan stakeholder. Konsultasi publik merupakan salah satu mekanisme untuk melibatkan para pihak dalam proses pengambilan keputusan terkait pengelolaan cagar alam Enarotali. Selanjutnya diskusi yang dilaksanakan secara terbuka dan inklusif ini melibatkan unsur pemerintah, akademisi, tokoh masyarakat, mitra kerja dan LSM diharapkan dapat mendiskusikan ancaman peluang dan isu strategis terkait.

Lanjutnya, kawasan cagar alam yang selanjutnya mencari alternatif dan solusi agar dokumen yang lahir nantinya merupakan partisipasi pemikiran yang mempresentasikan keinginan bersama. Para pihak yang terlibat dalam pengelolaan cagar alam enarotali baik internal dan seluruh komponen pengelola maupun eksternal.

Dalam sambutannya Pj Gubernur Ribka Haluk juga menyampaikan, Provinsi Papua Tengah merupakan Daerah Otonomi Baru (DOB) yang diamanatkan dalam UU Nomor 15 Tahun 2022, terdiri dari delapan kabupaten (Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak Jaya, Mimika dan Puncak). Provinsi Papua Tengah memiliki total luas kawasan hutan sebesar 6.708.822,94 hektar dengan luas kawasan suaka alam kawasan pelestarian alam (KSA/KPA) sebesar 1,640,034.99 hektar (24%) dari total luas kawasan hutan.

Sesuai amanat UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan UU Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, merupakan tanggung jawab dan kewajiban pemerintah serta masyarakat, pembangunan dan pengelolaan kawasan hutan di Provinsi Papua Tengah harus didukung dengan strategi dan kebijakan yang optimal demi kesejahteraan masyarakat. Baik instansi pusat dan daerah sehingga perlu adanya sinkronisasi data.

Lanjutnya, arah dan kebijakan dalam melaksanakan program dan kegiatan baik dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang, Cagar Alam Enarotali merupakan salah satu kawasan konservasi di Provinsi Papua Tengah sesuai penetapan Menteri Kehutanan nomor SK.2975/Menhut-VII/2014 dengan luas 280.363,59 hektar yang secara administrasi mencakup Kabupaten Paniai, Dogiyai, Deiyai dan Intan Jaya. (feb)


suroso  Jumat, 14 Juni 2024 12:43
Upaya Kongkrit Menurunkan angka kesakitan akibat Malaria Menuju Eliminasi Malaria di Kabupaten Nabire 2030
Malaria merupakan penyakit menular yang berpotensi fatal dan banyak terjadi di daerah tropis dan subtropis. Setidaknya 270 juta orang di seluruh dunia menderita malaria, dan lebih dari 2 miliar orang, atau 42% populasi dunia, berisiko terkena malaria. WHO mencatat antara satu hingga dua juta orang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles.: Beberapa orang sering menderita penyakit malaria, dengan gejala khas berupa peningkatan suhu tubuh sementara disertai mual dan muntah. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina yang menunjukkan gejala khas. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2020) tentang kasus malaria di seluruh dunia. Pada tahun 2019, terdapat sekitar 229 juta kasus infeksi malaria di 87 negara endemis malaria, dibandingkan dengan 238 juta kasus pada tahun 2000.
suroso  Senin, 27 Mei 2024 12:10
Kepala Sekolah Berperan Penting Dalam Penyaluran Bakat dan Minat Siswa
Penulis: Wiantri Viami Amin, S.Pd SEMUA siswa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses yang dapat menyalurkan minat dan bakatnya. Sekolah dan orang tua harus memberikan dukungan penuh kepada siswa. SMA Muhammadiyah Nabire memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengikuti kegiatan yang membantu siswa menyalurkan bakat dan minatnya.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan