Home Intan Jaya Situasi Sugapa Terkini : Aman, Rawan, Terkendali

Situasi Sugapa Terkini : Aman, Rawan, Terkendali

suroso  Kamis, 25 Januari 2024 22:24 WIT
Situasi Sugapa Terkini : Aman, Rawan, Terkendali

SUGAPA – Informasi situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polres Intan Jaya, sesuai keterangan dari Kapolres Intan Jaya kepada Papuapos Nabire, Kamis (25/1/24) siang kemarin, dalam kondisi aman, rawan, terkendali. Kata Kapolres Intan Jaya, AKBP Afrizal Asri, SIK, hari ini pihaknya melakukan patroli di Kota Sugapa.

Tujuannya, memberikan rasa aman kepada masyarakat Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. Tambahnya, dengan adanya patroli ini bisa memberikan kenyamanan dan keyakinan kepada masyarakat kalau TNI dan Polri itu ada.


“Kemarin saya juga sudah pimpin rapat koordinasi dengan semua aparat keamanan yang ada di sini. Saya sudah arahkan, kalau kami sudah bersepakat untuk percepat pemulihan situasi dan kondisi di Sugapa, Intan Jaya khususnya agar kembal normal. Kita sudah bagi sektor untuk pasukan Raider 330 dan Brimob. Khusus untuk Polres, di bagian kota untuk melakukan patroli bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ujarnya ketika dihubungi media ini, kemarin siang.


Dengan situasi Kamtibmas di Intan Jaya yang semakin kondusif, pihaknya juga sempat mengeluarkan surat pemberitahuan Sitkamtibmas Kabupaten Intan Jaya yang ditujukan kepada Kepala Kantor UPBU Bilorai, General Manager Airnav Cabang Nabire, serta para pimpinan maskapai penerbangan Bandara Bilorai. Dalam surat itu diharapkan agar kegiatan operasional penerbangan pendukung dari Kabupaten Nabire dan Timika ke wilayah Intan Jaya khususnya di Bandara Bilorai dapat beroperasi sebagaimana biasanya.


Diketahui sebelumnya, untuk beberapa hari lamanya, tidak ada maskapai yang menerbangkan pesawatnya ke Sugapa dengan alasan faktor keamanan.
Ditanya soal sistim pengamanan penerbangan, jelas Kapolres AKBP Afrizal Asri, jika pesawat akan masuk pihaknya mempertebal pengamanannya di titik-titik rawan.
“Seperti ketika saya BKO tahun 2020 di sini, seperti itu juga yang dilakukan sekarang,” tambahnya.


Terkait dikeluarkannya surat pemberitahuan Sitkamtibmas Kabupaten Intan Jaya, juga didasari adanya masukan dari berbagai pihak, salah satunya dari tokoh masyarakat. Kata Kapolres Intan Jaya, ada tokoh masyarakat yang menemui dirinya dan menyampaikan jika yang bersangkutan sudah berkomunikasi dengan kelompok-kelompok yang ada. Kata dia, mereka pada umumnya sudah ke pinggir, sehingga tokoh masyarakat ini menyarankan Polres untuk mengeluarkan surat untuk maskapai agar bias terbang melayani masyarakat.

Pengungsi Mulai Kembali ke Kampungnya

Beberapa waktu lalu ketika situasi keamanan kurang kondusif, sempat ada himbauan kepada masyarakat untuk mengungsi ke tempat yang dianggap lebih aman. Saat ini, dengan situasi yang lebih aman dan kondusif, sejumlah warga yang mengungsi telah kembali ke kampungnya masing-masing.
“Tadi pagi sudah mulai kita antar mereka yang mau kembali ke kampungnya. Seperti tadi ada rombongan yang ke Homeo sudah kami kawal. Kami sudah antar sampai ke Pos Raider, sudah kita konunikasikan dan sudah kita berikan surat jalan kepada warga agar tidak terjadi persoalan saat akan kembali ke kampung masing-masing,” ujar Kapolres Intan Jaya.
Ditanya jumlah pengungsi yang telah kembali ke kampungnya, tutur Kapolres, diperkirakan mencapai 50an orang.
“Tadi saya berjalan memantau dan kami juga sempat berikan bantuan kepada masyarakat untuk bekal dalam perjalanan mereka ke kampungnya masing-masing,” ujarnya. (ros)

suroso  Kamis, 23 Nopember 2023 23:29
Setelah Pemilu 2024 Apakah Akan Banyak Caleg Yang Masuk Rumah Sakit Jiwa
Dunia oh dunia, mungkin itu yang banyak dibahas oleh banyak Guru dan Ustadz ketika mengisi materi baik pembelajaran dikelas ataupun ketika dimajelis. Dunia memang terkenal sangat hijau, kenapa dibilang sangat hijau? Dikarenakan dunia itu sangat nikmat dan sangat menggiurkan bagi para manusia yang mengejar kenikmatan dunia.
suroso  Kamis, 3 Agustus 2023 0:39
Mafia Tanah Adat di Papua Harus Dilawan
Masyarakat adat telah hidup pada wilayah adatnya masing masing sejak leluhur tanpa saling mengganggu, pada waktu lalu upaya upaya penguasaan kadang berakhir dengan konflik fisik, namun harus diakui juga terjadi juga migrasi dari satu wilayah adat ke wilayah adat lain, karena konflik dalam keluarga atau saat perang hongi.dll.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan