Home Intan Jaya Forkopimda Intan Jaya Gelar Rapat Bersama

Forkopimda Intan Jaya Gelar Rapat Bersama

suroso  Minggu, 28 Januari 2024 20:35 WIT
Forkopimda Intan Jaya Gelar Rapat Bersama

SUGAPA - Bertempat di aula Kantor Bupati Intan Jaya, Sabtu (27/1/24) Forkopimda Kabupaten Intan Jaya menggelar rapat bersama. Rapat digelar dalam rangka menyikapi Kambtibmas di wilayah hukum Kabupaten Intan Jaya. Rapat juga membahas permasalahan yang terjadi akibat dari pembangunan Patung Tuhan Yesus di Intan Jaya.


Rapat dihadiri Pj Bupati Intan Jaya, Apolos Bagau, ST, Ketua DPR Intan Jaya, Panius Wonda, S.Sos, Kapolres Intan Jaya, AKBP Afrizal Asri, S.IK, Wadanyon Satgas Pamtas YPR 330/Tridarma, Mayor Inf. Riska Imron Rosadi, Sekda Intan Jaya, Asir Mirip, S.Pd, M.Si, Ketua MRP dari Intan Jaya Anastasia Belau, Kepala SKPD/OPD Kabupaten Intan Jaya, dan para tokoh agama.


Pj Bupati Apolos Bagau membuka pertemuan dan menyampaikan meminta masukan dari peserta rapat untuk menjawab tuntutan masyarakat terkait dengan situasi Kamtibmas akibat adannya rencana pembangunan Patung Tuhan Yesus.


Apolos Bagau juga meminta pihak gereja untuk menjawab masyarakat melalui himbauan setelah adannya kesepakatan dalam rapat ini. Terkait dengan pembangunan Patung Tuhan Yesus di Sugapa, telah diputuskan dalam rapat Forkopimda tingkat provinsi untuk dihentikan atau dibatalkan.
Ketua DPRD Intan Jaya, Panius Wonda menyampaikan, dalam rapat ini harus punya kesimpulan untuk menjawab tuntutan masyarakat.


Kapolres Intan Jaya, AKBP Afrizal Asri menyarankan, atas keputusan atau hasil kesepakatan dalam rapat di Nabire sudah dinyatakan dihentikan itu sudah merupakan tindakan yang baik dari pemerintah. Fakta yang terjadi saat ini adalah, masyarakat menuntut terhadap keberadaan Patung Tuhan Yesus tersebut masih ada di Sugapa. Permintaan masayarakat adalah agar patung dipindahkan atau dikeluarkan dari Sugapa. Harus ada kepastian dari pemerintah daerah dalam hal ini Pj Bupati untuk menjawab tuntutan tersebut. Untuk menjamin kepastian keamanan di daerah Intan Jaya.


“Menjelang pelaksanaan Pemilu Legislatif, diperlukan ketegasan terhadap Tuntutan Masyarakat tersebut,” tutur Kapolres.
Lanjut WaDanyon YPR 330 Mayor Inf. Riska Imron Rosadi, pihaknya menginginkan situasi di Intan Jaya tetap aman. Terkait rencana pembangunan Patung Tuhan Yesus adalah gagasan dari pihaknya, tetapi apabila masyarakat tidak menerima atau tidak berkehendak pembangunan dilanjutkan atau dihentikan maka pihaknya kembalikan kepada pimpinan daerah.


Pather Yogi juga menyampaikan, kebijakan ini diambil oleh pimpinan dan Forkopimda tingkat atas sudah menetapkan menghentikan pembangunan Patung Tuhan Yesus. Tujuan dari pembangunan itu tentu untuk hal yang baik, tetapi tidak semua orang atau gereja menerima hal itu maka lebih baik dihentikan. Dan untuk menjawab tuntutan masyarakat maka pemerintah harus ambil sikap dan mari kita sama-sama menjaga keamanan dalam daerah ini.


Bernard Kobogau, Kadis Pariwisata Intan Jaya menyarankan kepada Pj Bupati Intan Jaya untuk membuat statemen permohonan maaf kepada semua pihak atas adanya peristiwa yang terjadi juga degan kurangnya sosialisasi terkait dengan rencana pembangunan Patung Tuhan Yesus.


Sementara itu, Kadis Kependudukan, Elpius Janambani, mengatakan, masyarakat kita kurang berpendidikan dalam SDM yang kurang. Maka pemerintah daerah harus memberikan pemahaman terkait dengan rencana awal dan masuknya Patung Tuhan Yesus ke Sugapa, harus dijelaskan sehingga masyarakat mengetahui.


Dikatakan Pj Bupati Apolos Bagau, inti dari pembahasan kita ini adalah apa yang sudah disampaikan Kapolres yaitu untuk menjawab dan menyikapi keberadaan Patung Tuhan Yesus yang masih ada di Sugapa dan harus dipindahkan atau diturunkan, akan tetapi hal itu butuh proses, hal inilah yang perlu dijawab kepada masyarakat.
Sekda Intan Jaya, Asir Mirip mengatakan, untuk menjawab tuntutan masyarakat tentu Pj Bupati dapat melakukan itu setelah selesai rapat. Dan dari kesimpulan yang sudah diambil sembari meminta maaf terkait dengan akan dipindahkan atau dikeluarkannya patung tersebut bisa dikaji kembali terkait dengan bagaimana teknisnya. Pada intinnya masyarakat bisa mendapat jawaban dulu dari pemerintah daerah saat ini.


Pather Yance Yogi, mengatakan, kalau daerah ini mau aman kita harus komitmen. Kalau kita sudah menghentikan pembangunan sesuai tuntutan masyarakat, maka untuk keluarkan patung tersebut tentu harus dilakukan juga sebagai komitmen kepada masyarakat.
Pendeta Henok Tipagau mengatakan, dirinya awalnya tidak mengetahui rencana pembangunan Patung Tuhan Yesus di Sugapa. Biasannya pembangunan Patung Tuhan Yesus dilakukan di daerah-daerah aman, tatapi di daerah ini belum dapat dikatakan aman sehingga pembangunan patung tersebut tidak perlu dilanjutkan. Supaya daerah ini aman dan tidak terjadi gejolak maka apa yang menjadi tuntutan masyarakat harus dijawab pemerintah.


Kesimpulan Pj Bupati Apolos Bagau,pemindahan Patung Tuhan Yesus akan diakomodir tetapi menunggu waktu yang tepat. Membuat nota kesepahaman dengan masyarakat setelah menerima tuntutan masyarakat, sepakat untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas di Kabupaten Intan Jaya. (rob)

suroso  Kamis, 23 Nopember 2023 23:29
Setelah Pemilu 2024 Apakah Akan Banyak Caleg Yang Masuk Rumah Sakit Jiwa
Dunia oh dunia, mungkin itu yang banyak dibahas oleh banyak Guru dan Ustadz ketika mengisi materi baik pembelajaran dikelas ataupun ketika dimajelis. Dunia memang terkenal sangat hijau, kenapa dibilang sangat hijau? Dikarenakan dunia itu sangat nikmat dan sangat menggiurkan bagi para manusia yang mengejar kenikmatan dunia.
suroso  Kamis, 3 Agustus 2023 0:39
Mafia Tanah Adat di Papua Harus Dilawan
Masyarakat adat telah hidup pada wilayah adatnya masing masing sejak leluhur tanpa saling mengganggu, pada waktu lalu upaya upaya penguasaan kadang berakhir dengan konflik fisik, namun harus diakui juga terjadi juga migrasi dari satu wilayah adat ke wilayah adat lain, karena konflik dalam keluarga atau saat perang hongi.dll.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan