Home Jayapura UKW di Papua Didukung MIND ID dan PT Jamkrindo

UKW di Papua Didukung MIND ID dan PT Jamkrindo

suroso  Minggu, 28 Januari 2024 20:57 WIT
UKW di Papua Didukung MIND ID dan PT Jamkrindo

JAYAPURA - Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW ) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat di Provinsi Papua didukung dua perusahaan  BUMN melalui Forum Humas BUMN. Kedua BUMN tersebut adalah Mining Industry Indonesia (MIND ID) dan PT Jamkrindo. Pelaksanaan UKW bagi wartawan anggota PWI Papua itu berlangsung selama dua hari, 26 dan 27 Januari 2024 di Fox Hotel, Jayapura, Papua.


UKW di Jayapura  ini diikuti sebanyak 16 peserta, dengan rincian: wartawan muda enam orang, wartawan madya empat orang, dan wartawan utama enam orang. UKW yang dilakukan atas kerja sama PWI dengan Forum Humas BUMN itu mengambil tema: Menciptakan Wartawan Profesional dan Berakhlak.
UKW tersebut dibuka secara resmi oleh Kadiskominfo Provinsi Papua Jeri Agus Yudianto mewakili Gubernur Papua. Hadir juga Sekjend PWI Pusat  Sayid Iskandarsyah, Wasekjend PWI Pusat Raja Parlindungan Pane, Sekretaris  PWI Papua Erwin Senduk, Pejabat sementara Ketua Papua Pegunungan Jean Bisay,  perwakikan MIND ID Avindra, Perwakilan  Jamkrindo Syamsul Ma'arif dan Novri Lomo, serta para penguji M. Noeh Hatumena (PWI Pusat Jakarta),  Andi Faisal Syam (Sulsel), dan Abdul Munib (Papua).


Dalam sambutannya, Kadiskominfo Papua mengatakan bahwa Pemprov Papua sangat mendukung acara UKW. Dia berharap dengan adanya UKW ini bisa meningkatkan konpetensi wartawan yang ada di Papua sehingga bisa menjalankan tugasnya secara profesional.
"Pers itu merupakan kekuatan pilar keempat dalam mengawal demokrasi. Maka, Pers dan wartawan yang kompeten tentu sangat dibutuhkan,"  kata Jeri Agus Yudianto.
Jeri menegaskan, bangsa ini sebentar lagi menghadapi pesta demokrasi yakni Pilpres dan Pileg. Ia berharap pers harus bisa menjaga pesta demokrasi itu agar berjalan  netral dan mengawalnya sampai selesai.


Kadiskominfo Papua juga berharap agar semua peserta bisa lulus dalam UKW sehingga kredibilitas wartawan di  Bumi Cenderawasih jauh lebih baik serta profesional dibanding sebelumnya. "Saran dan masukan dari Pers terhadap kebijakan pemerintah daerah dinilai sangat berharg untuk modal pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.


Untuk itu, Jeri sangat berterima kasih kepada PWI Pusat dan PWI Papua dengan dilaksanakannya UKW di Jayapura. "Saya berharap PWI Pusat dan PWI Papua khususnya, dapat terus bekerja sama dengan pemerintah Daerah Papua untuk mewujudkan pemberitaan yang akuntabel. Independen, dan dapat dipercaya," ujar Kadiskominfo Papua di akhir sambutannya.


Sementara itu, Sekjend PWI Pusat Sayid Iskandarsyah dalam pidatonya menyampaikan bahwa UKW merupakan program utama PWI Pusat di era kepengurusan baru Ketua Umum Hendry CH Bangun. Dalam kampanye pak Ketum sebelum terpilih adalah bagaimana meningkatkan kualitas dan kapasitas wartawan. "UKW ini merupakan bagian dari upaya PWI Pusat untuk meningkatkan kualitas wartawan sesuai harapan  Ketum PWI Pusat. Saya berharap agar semua peserta sungguh-sungguh mengikutinya sehingga bisa kompeten. Peserta harus mengikutinya dengan sesungguh hati, " ujar Sekjend PWI Pusat.


Ia juga mengatakan, peserta harus bangga bisa mengikuti  UKW karena persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi peserta sangat banyak. Sayid berharap semua peserta bisa lulus.
Sedangkan M. Noeh Hatumena mewakili penguji mengatakan, kompetensi wartawan sangat penting agar karyanya bisa dipertanggungjawabkan dan dihargai masyarakat. Kompetensi bukan saja dibutuhkan di organisasi PWI. Di segala bidang di era sekarang, kompetensi menjadi yang utama dalam menjalankan profesionalismenya. Lelaki yang pernah menjadi Kepala Kantor Berita Antara di Papua ini menambahkan bagi mereka yang tidak lulus harus sabar dan jangan berkecil hati. Sebab UKW ini masih bisa diikuti lagi di UKW berikutnya. "Belajar lagi....belajar lagi agar bisa lulus, " ujar Nuh. Ia berharap dengan diikutinya UKW ini, wartawan jangan ada lagi yang terjerat hukum. Karena di UKW itu bukan hanya soal materi berita yang dibahas. Tetapi, juga undang-undang pokok pers, kode etik, dan kode perilaku.


Semantara itu, Avindra dari MIND ID mengatakan bahwa perusahaan tempat ia bekerja sangat senang ikut berpartisipasi dalam meningkatkan pendidikan wartawan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemprov Papua yang ikut mendukung UKM. "MIND ID mendukung program ini. Terima kasih kepada PWI Papua dan PWI Pusat," ujar Avindra dalam sambutannya.


Sementara perwakilan Jamkrindo di Jayapura, Syamsul Maarif berharap agar UKW di Jayapura bisa melahirkan wartawan profesional. Ia mengatakan kepada peserta selamat menempuh UKW. Sehingga pesertanya menjadi lebih profesional dalam menjalankan tugasnya. "Jamkrindo itu bergerak di bidang peningkatan UMKM. Mudah2an wartawan di Papua bisa meningkankan pemberitaan UMKM di Papua, khususnya Jayapura. Sehingga UMKM di Papua lebih maju dan lebih berkembang. Ia juga berharap agar kerja sama dengan PWI dapat terus berlangsung.


Dalam UKW ini, seluruh peserta terlihat antusias mengikuti arahan dari penguji. Peserta juga terlihat sangat serius dan teliti mengikuti soal-soal yang disampaikan para penguji.(wan)

suroso  Rabu, 3 Juli 2024 2:43
Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kehadiran Guru Rendah
Penulis : Wiantri Viami Amin, S.Pd Tingkat kehadiran guru ke sekolah yang masih rendah merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi di Papua terkait mutu guru. Beberapa guru memiliki alasan jarak sekolah dengan kediaman yang jauh dan sepi merupakan salah satu alasan dari kurangnya kehadiran guru.
suroso  Senin, 27 Mei 2024 12:10
Kepala Sekolah Berperan Penting Dalam Penyaluran Bakat dan Minat Siswa
Penulis: Wiantri Viami Amin, S.Pd SEMUA siswa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses yang dapat menyalurkan minat dan bakatnya. Sekolah dan orang tua harus memberikan dukungan penuh kepada siswa. SMA Muhammadiyah Nabire memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengikuti kegiatan yang membantu siswa menyalurkan bakat dan minatnya.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan