Home Nabire TP-PKK Papua Tengah dan PERSAGI Sasar Kader Posyandu Cegah Stunting

TP-PKK Papua Tengah dan PERSAGI Sasar Kader Posyandu Cegah Stunting

suroso  Kamis, 8 Februari 2024 15:39 WIT
TP-PKK Papua Tengah dan PERSAGI Sasar Kader Posyandu Cegah Stunting

NABIRE - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Papua Tengah dan DPC PERSAGI Nabire menyasar kader-kader Posyandu di Kabupaten Nabire untuk mencegah stunting di tengah-tengah masyarakat, pada Sabtu 3 Februari 2024.


Pencegahan stunting itu dilakukan dengan melakukan penyuluhan dan lomba cipta menu MP-ASI kaya protein berbasis pangan lokal yang melibatkan 30 kader Posyandu dari Puskesmas Kimi dan Puskesmas Sanoba.


Ketua TP-PKK Provinsi Papua Tengah, Yosina Anwar Damanik mengatakan, kegiatan cegah stunting ini dilakukan, masih dalam rangka peringatan Hari Gizi Nasional ke-64. Kegiatan ini juga mendukung tema nasional perayaan Hari Gizi Nasional, yaitu ‘MP-ASI Kaya Protein Hewani Cegah Stunting’. “Kegiatan ini dilaksanakan dua hari, hari pertama kami lakukan penyuluhan kepada siswi SMP Negeri 7 Nabire dan SMP Pengharapan dengan mengusung tema cegah stunting dengan remaja sehat bebas anemia. Di hari kedua kami sasar kader-kader Posyandu dengan tema MP-ASI berkualitas untuk generasi emas,” katanya.


Yosina Damanik membeberkan, selain memberikan pengetahuan tentang MP-ASI yang berkualitas, acara hari ini juga akan melaksanakan lomba sebagai stimulan bagi peserta untuk benar-benar memahami makna MP-ASI kaya protein berbasis pangan lokal .


“Agenda penanganan stunting merupakan salah satu program prioritas nasional yang juga menjadi perhatian pemerintah Provinsi Papua Tengah. TP-PKK provinsi, kabupaten, dan distrik menjadi mitra kerja pemerintah yang berperan penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola makan seimbang dan gizi yang cukup,” tandasnya.


Ia berpesan kepada kader Posyandu, sebagai ujung tombak Puskesmas di tengah-tengah masyarakat, Kader Posyandu adalah agen-agen perubahan. Sehingga diharapkan agar lebih aktif mentransfer ilmu-ilmu penting yang diperoleh kepada keluarga setempat.


“Keluarga merupakan lingkungan pertama dalam kehidupan bermasyarakat dan merupakan penentu tercapainya tujuan kita hari ini. Mari jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk bersama-sama berkomitmen mencapai gizi seimbang bagi generasi penerus bangsa. Ini adalah upaya kita untuk menciptakan masyarakat yang sehat, cerdas, dan produktif,” tuturnya.


Yosina Damanik tak lupa mengucapkan terima kasih kepada DPC Persagi  Nabire yang telah menjadi kerjasama dengan TP-PKK hingga terselenggaranya acara ini. Terima kasih juga kepada semua pihak yang telah mendukung dan hadir dalam acara ini.
“Marilah kita bergerak maju dengan semangat untuk mencapai gizi seimbang bagi generasi penerus bangsa. Semoga acara hari ini memberikan manfaat yang besar bagi kita semua,” katanya.


Sementara itu, Ketua Panitia HGN ke 64, Mulyanti, S.GzM.Gizi mengatakan pentingnya penyuluhan bagi kader-kader Posyandu, yang merupakan ujung tombak khususnya bagi ibu-ibu hamil dan melahirkan. Dengan harapan para kader Posyandu memiliki pengetahuan yang lebih luas untuk mencegah stunting.
“Ada 30 kader Posyandu yang terlibat, harapan kami mereka akan berbagi pengetahuan untuk para kader Posyandu dan masyarakat,” jelasnya.


Dalam perlombaan cipta menu MP-ASI kaya protein berpasis pangan lokal, yang menjadi pemenang pertama Tim 1 Posyandu Arunai, kedua tim 7 Posyandu Bingga dan ketiga tim 2 Posyandu Nila.(rob)

suroso  Kamis, 23 Nopember 2023 23:29
Setelah Pemilu 2024 Apakah Akan Banyak Caleg Yang Masuk Rumah Sakit Jiwa
Dunia oh dunia, mungkin itu yang banyak dibahas oleh banyak Guru dan Ustadz ketika mengisi materi baik pembelajaran dikelas ataupun ketika dimajelis. Dunia memang terkenal sangat hijau, kenapa dibilang sangat hijau? Dikarenakan dunia itu sangat nikmat dan sangat menggiurkan bagi para manusia yang mengejar kenikmatan dunia.
suroso  Kamis, 3 Agustus 2023 0:39
Mafia Tanah Adat di Papua Harus Dilawan
Masyarakat adat telah hidup pada wilayah adatnya masing masing sejak leluhur tanpa saling mengganggu, pada waktu lalu upaya upaya penguasaan kadang berakhir dengan konflik fisik, namun harus diakui juga terjadi juga migrasi dari satu wilayah adat ke wilayah adat lain, karena konflik dalam keluarga atau saat perang hongi.dll.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Populer

Pengumuman Hasil Tertulis Psikologi
suroso  Jumat, 1 Desember 2023 0:2
DPRD Deiyai Gelar Rapat Paripurna
suroso  Rabu, 29 Nopember 2023 0:28
Masalah Topo Damai, 2,3 M Tanda Selesai
suroso  Kamis, 14 Desember 2023 8:45
Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan