Home Intan Jaya Intan Jaya Masih Bergulat Dengan Berbagai Permasalahan Pembangunan

Intan Jaya Masih Bergulat Dengan Berbagai Permasalahan Pembangunan

suroso  Senin, 1 April 2024 20:38 WIT
Intan Jaya Masih Bergulat Dengan Berbagai Permasalahan Pembangunan

SUGAPA - Secara regional, Kabupaten Intan Jaya masih terus bergulat dengan berbagai permasalahan pembangunan. Terutama masalah konflik, inflasi, stunting, kemiskinan ekstrim dan pengangguran. Namun satu hal positif yang perlu disyukuri, pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden dapat dilaksanakan dengan baik. Walaupun banyak kendala dan hambatan yang dihadapi.


“Saya memberikan apresiasi kepada KPU, Bawaslu dan TNI/Polri karena setelah ini kita akan memulai agenda seleksi keanggotaan DPRK pengangkatan dan pemilihan kepala daerah. Kondisi-kondisi tersebut akan mempengaruhi penyelenggaran pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Pj Bupati Intan Jaya, Apolos Bagau, ST, dalam sambutannya saat pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan, Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Intan Jaya Tahun 2025, di Sugapa, Rabu (27/3/24) lalu.


Memperhatikan kondisi itu, lanjut Pj Bupati Apolos Bagau, maka prioritas pembangunan tahun 2025 masih sama dengan tahun 2024. Dalam rangka peningkatan laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan Produk Domestik Bruto (PDRB) yang tinggi. Sehingga distribusi pendapatan perkapita merata diseluruh wilayah Kabupaten Intan Jaya.


Disamping mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi tahun 2025, kita masih terus diperhadapkan dengan malasah inflasi, stunting, kemiskinan dan pengangguran. Oleh karena itu fokus dan prioritas RKPD 2025 disamping dalam rangka menciptakan pertumbuhan ekonomi, diprioritaskan dalam rangka penanganan inflasi, penanganan stunting, penurunan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrim, dan penurunan angka pengangguran.


Keempat prioritas itu merupakan prioritas nasional yang selalu dan terus menerus mendapat perhatian serius pemerintah. Dan pada setiap evaluasi kinerja Pj. Bupati keempat prioritas tersebut selalu menjadi atensi tim evaluator Inspektorat Jenderal Kemendagri.


“Berkenaan dengan hal tersebut saya minta perhatian saudara-saudara kepala SKPD untuk benar-benar memperhatikan dan memformulasikan keempat prioritas tersebut ke dalam program/kegiatan prioritas 2025 dengan indikator sasaran yang terukur. Saya mau alokasi anggaran penanganan inflasi minimal 15% dari APBD termasuk yang dialokasi pada dana desa, alokasi penurunan stunting minimal 10%, alokasi penurunan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrim 30% dan penurunan angka pengangguran 20%,” ujarnya.


Tambah dia, komposisi tersebut dinilai ideal dalam rangka meningkatkan pencapaian kesejahteraan masyarakat. Jangan ada lagi OPD yang menyusun perencanaan pembangunan 2025 berbasis pemenuhan belanja aparatur saja, namun belanja publik kecil.


“Saya minta kepada Bappeda dan TAPD betul-betul mencermati setiap program/kegiatan yang diusulkan OPD memiliki daya ungkit yang besar dalam mendorong kemandirian masyarakat serta mampu mendorong pentingkatan produktivitas masyarakat melalui peningkatan produk domestik regional bruto,” tambahnya. (ros)

suroso  Jumat, 14 Juni 2024 12:43
Upaya Kongkrit Menurunkan angka kesakitan akibat Malaria Menuju Eliminasi Malaria di Kabupaten Nabire 2030
Malaria merupakan penyakit menular yang berpotensi fatal dan banyak terjadi di daerah tropis dan subtropis. Setidaknya 270 juta orang di seluruh dunia menderita malaria, dan lebih dari 2 miliar orang, atau 42% populasi dunia, berisiko terkena malaria. WHO mencatat antara satu hingga dua juta orang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles.: Beberapa orang sering menderita penyakit malaria, dengan gejala khas berupa peningkatan suhu tubuh sementara disertai mual dan muntah. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina yang menunjukkan gejala khas. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2020) tentang kasus malaria di seluruh dunia. Pada tahun 2019, terdapat sekitar 229 juta kasus infeksi malaria di 87 negara endemis malaria, dibandingkan dengan 238 juta kasus pada tahun 2000.
suroso  Senin, 27 Mei 2024 12:10
Kepala Sekolah Berperan Penting Dalam Penyaluran Bakat dan Minat Siswa
Penulis: Wiantri Viami Amin, S.Pd SEMUA siswa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses yang dapat menyalurkan minat dan bakatnya. Sekolah dan orang tua harus memberikan dukungan penuh kepada siswa. SMA Muhammadiyah Nabire memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengikuti kegiatan yang membantu siswa menyalurkan bakat dan minatnya.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan