Home Nabire Perkenalkan Pesantren Lewat Nuzulul Qur'an

Perkenalkan Pesantren Lewat Nuzulul Qur'an

suroso  Selasa, 2 April 2024 22:46 WIT
Perkenalkan Pesantren Lewat Nuzulul Qur'an

NABIRE - Acara peringatan Nuzulul Qur'an sekaligus memperkenalkan pesantren Hidyatus Sholihin kepada masyarakat Distrik Makimi, sehingga masyarakat mau memondokan anaknya.


Pesantren Hidyatus Sholihin telah berdiri selama dua tahun dan memiliki dua belas santri serta pesantren ini satu-satunya yang ada di Makimi. Dengan diadakannya acara ini berharap masyarakat mau mengerti pentingnya pendidikan agama dan mau menitipkan anak-anaknya di pesanteren, ujar Ustad Hizbullah Huda sebagai pengasuh pondok pesantren.


Acara tersebut dapat terlaksana dengan baik, lantaran Kerukunan Keluarga Demak (KKD) yang ada di Girimulyo mengundang KH. Arif Widodo Abdullah, S.Pd.I, yang kebetulan pesantrennya juga satu sanad dengan pesantren yang ada di Lagari Jaya ini.


Hal tersebut disampaikan Panitia Peringatan Nuzulul Qur'an sekaligus Pengurus PPHS Lagari Jaya, Ahmad Huda Mustaqim, pada Minggu (31-3-2024), usai acara Nuzulul Qur'an selesai.


Ahmad Huda menambahkan, Nuzulul Qur'an awalnya akan dilaksanakan di malam 17 Ramadhan, di hari yang sama Kyai Arif sudah ada jadwal di Batalyon, maka acara bergeser pada tanggal 21 Ramadhan.


Pergeseran waktu itu dimanfaatkan dengan baik untuk memberikan informasi ke masyarakat yang ada di Distrik Makimi tentang acara tersebut, sehingga antusias masyarakat yang datang sangat tinggi, juga tamu yang hadir bukan hanya dari Makimi saja, melainkan dari wilayah kota juga hadir.(amd)

suroso  Kamis, 23 Nopember 2023 23:29
Setelah Pemilu 2024 Apakah Akan Banyak Caleg Yang Masuk Rumah Sakit Jiwa
Dunia oh dunia, mungkin itu yang banyak dibahas oleh banyak Guru dan Ustadz ketika mengisi materi baik pembelajaran dikelas ataupun ketika dimajelis. Dunia memang terkenal sangat hijau, kenapa dibilang sangat hijau? Dikarenakan dunia itu sangat nikmat dan sangat menggiurkan bagi para manusia yang mengejar kenikmatan dunia.
suroso  Kamis, 3 Agustus 2023 0:39
Mafia Tanah Adat di Papua Harus Dilawan
Masyarakat adat telah hidup pada wilayah adatnya masing masing sejak leluhur tanpa saling mengganggu, pada waktu lalu upaya upaya penguasaan kadang berakhir dengan konflik fisik, namun harus diakui juga terjadi juga migrasi dari satu wilayah adat ke wilayah adat lain, karena konflik dalam keluarga atau saat perang hongi.dll.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan