Home Nabire Turnamen THC I Bangkitkan Sepakbola Nabire

Turnamen THC I Bangkitkan Sepakbola Nabire

suroso  Rabu, 3 April 2024 22:50 WIT
Turnamen THC I Bangkitkan Sepakbola Nabire

NABIRE - Turnamen Sepakbola Tunas Harapan Cup I Nabire diikuti 18 Tim Sepak Bola yang ada di Kabupaten Nabire dan saat ini sudah memasuki babak 8 besar kedua sudah dlaksanakan. Babak 8 besar pertama sudah dilakukan, Selasa (02/04/2024) kemarin dan hari babak 8 besar ke2 juga sudah dilakukan, 4 April – 5 April dan akan berakhir sampai finalnya pada 9 April 2024 nanti.


Panitia Turnamen Sepak Bola THC 2024, Jack Kobogau, ketika diwawancarai mengatakan, dua tim sdah dipastikan lolos ke semifinal, yakni Gerbang Papua FC dan Dogiyai Star FC. Mereka akan bertemu pada Sabtu, 06 April 2024 di babak semifinal.
Sedangkan, dua pertandingan babak 8 besar nanti akan dilangsungkan pada Kamis dan Jumat besok.


Pda Kamis, 4 April akan saling berharapan PMB FC VS PSBR Bumi Raya dan Jumat, 5 April 2024 akan saling berhadapan All Star Nabire melawan Koboge FC. 4 tim ini akan menyelesaikan babak 8 besar.


Setelah utu mereka akan masuk babak semifinal kedua, setelah semifinal pertama Gerbang Papua FC versus Dogiyai Star FC dan Semifinal kedua nanti setelah menang dari babak 8 besar, dua pertandingan tersebut PMB FC dan PSBR maupun All Star Nabire maupun Koboge FC.


Pertandingan ini dibuat oleh Pemuda-Pemudi di KPR Siriwini. Mereka hanya punya niat dan keinginan untuk membuat turnamen di Kota Nabire, akhirnya mereka coba di tahun 2024 ini.


“Mereka meminta bantuan dari kami para senior dari kota Nabire, terutama saya sendiri, mereka suruh bantu di bagian seksi pertandingan untuk mengatur pertandingan ini supaya bisa berjalan dengan baik, aman dan lancar dan masyarakan bisa merasa terhibur,” ujarnya.


Tidak ada sponsor sama sekali dan dari manapun, cuma dibantu oleh Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos,M.Si dan Ketua DPD PDIP Provinsi Papua Tengah Yuni Wonda berupa dana.


Top skor sementara dengan koleksi 7 gol masih dipegang oleh pemain Dogiyai Star nomor punggung 99, Lison Goo. Di pertandingan ini Ketua Panitia, Eliaa Badii, ST sudah menyiapkan hadiah, untuk juara 1, 2, 3 dan 4, top skor, pemain terbaik, penjaga gawang terbaik. Juga ada pelatih terbaik yang sudah disiapkan pleh panitia pertandingan.


Juara 1 mendapatkan uang tunai Rp10.000.000, juara 2 Rp7.000.000, juara 3 Rp5.000.000 dan juara 4 Rp2.500.000. Untuk top skor Rp2.000.000 dan pemain terbaik Rp1.000.000.
Penjaga gawang terbaik panitia juga menyiapkan senilai Rp1.000.000 dan pelatih terbaik Rp1.000.000. Total hadiah yang sudah disiapkan panitia pertandingan sekitar Rp32.000.000.


Harapan dari pada pertandingan ini akan bisa melahirkan bibit-bibit muda, terbaik dan unggul dalam rangka pengembangan sepakbola di Provinsi Papua Tengah, khususnya di Kabupaten Nabire.


“Kami berharap juga kedepan kegiatan seperti ini terus berjalan agar kita dapat mengembangkan olahraga prestasi, khususnya sepakbola agar bisa berjalan dengan baik dan mohon untuk dukungan dari pemerintah serta semua kalangan pecinta sepakbola dapat bersama-sama berkolaborasi membangkitkan Sepakbola di Kabupaten Nabire,” harapnya.(joseph)

suroso  Kamis, 23 Nopember 2023 23:29
Setelah Pemilu 2024 Apakah Akan Banyak Caleg Yang Masuk Rumah Sakit Jiwa
Dunia oh dunia, mungkin itu yang banyak dibahas oleh banyak Guru dan Ustadz ketika mengisi materi baik pembelajaran dikelas ataupun ketika dimajelis. Dunia memang terkenal sangat hijau, kenapa dibilang sangat hijau? Dikarenakan dunia itu sangat nikmat dan sangat menggiurkan bagi para manusia yang mengejar kenikmatan dunia.
suroso  Kamis, 3 Agustus 2023 0:39
Mafia Tanah Adat di Papua Harus Dilawan
Masyarakat adat telah hidup pada wilayah adatnya masing masing sejak leluhur tanpa saling mengganggu, pada waktu lalu upaya upaya penguasaan kadang berakhir dengan konflik fisik, namun harus diakui juga terjadi juga migrasi dari satu wilayah adat ke wilayah adat lain, karena konflik dalam keluarga atau saat perang hongi.dll.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan