Home Nabire Bawaslu Papua Tengah Peringati HUT ke-16 Tahun

Bawaslu Papua Tengah Peringati HUT ke-16 Tahun

suroso  Selasa, 16 April 2024 23:58 WIT
Bawaslu Papua Tengah Peringati HUT ke-16 Tahun

NABIRE - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua Tengah, Selasa, 16 April 2024 kemarin bersama Bawaslu 8 kabupaten di Papua Tengah melaksanakan apel gabungan, sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Bawaslu Republik Indonesia yang ke-16 di Kantor Bawaslu Papua Tengah, Nabire.


Ketua Bawaslu Papua Tengah, Markus Madai kepada Papuapos Nabire saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, setelah lahirnya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 itu sudah dipermanenkan, dalam arti bahwa masa kerja Bawaslu tingkat kabupaten tingkat provinsi itu kerjanya sama dengan rekan-rekan kami di KPU. Jadi masa waktunya 5 tahun sebelum lahirnya itu UU Nomor 7 Tahun 2017.


Lanjut, setelah tahapan Pilkada atau Pemilu itu selesai dengan sendirinya lembaga itu bubar, tapi setelah lahirnya UU tersebut dipermanenkan oleh negara.
Sehingga, lanjutnya, secara nasional Bawaslu Republik Indonesia sampai dengan Bawaslu hingga di tingkat bawah, hari ini merayakan ulang tahun Bawaslu yang ke-16 tahun.


"Hari ini kami anggota Bawaslu Provinsi Papua Tengah dengan 8 Bawaslu Kabupaten melakukan apel bersama-sama, jadi kita tadi sudah lakukan apel dan juga dalam penyampaian kedalam kesan dan pesan kita sampaikan pada saat apel itu ada beberapa hal," ujarnnya.


Pertama, Bawaslu secara keseluruhan dari Bawaslu RI sampai dengan tingkat bawah sudah umur 16 tahun, maka kita Bawaslu lebih khusus kepada wakil provinsinya harus kerja maksimal dan juga sudah melewati Pemilu Pileg dengan Pilpres.


"Kami merasa bahwa kita sudah kerja, pikiran maksimal itu yang pertama. Kedua ini beberapa bulan ke depan dan juga sudah masuk tahapan Pemilukada. Papua Tengah pertama kali kita laksanakan Pemilukada, Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan wakil gubernur dan juga nanti bupati dan wakil bupati di 8 kabupaten, harus kerja secara maksimal supaya tetap kawal Pemilukada tahun 2024 nanti tanggal 27 November tahun ini," katanya.


Secara baik mengedepankan asas-asas Pemilu dalam tahapan pengawasan, itu yang kedua dan ketiga Bawaslu (kami, red) juga menyampaikan bahwa setelah Pemilu ada beberapa sengketa yang sudah dilaporkan di Mahkamah Konstitusi (MK) sekitar 28 untuk Provinsi Papua Tengah dan juga di 38 provinsi yang ada di seluruh Indonesia.


"Kami Provinsi Papua Tengah terbanyak dan ranking 1, tetap pada intinya kami membawa seluruh Provinsi Papua Tengah menunggu keputusan dari Mahkamah Konstitusi terkait pemeriksaan administrasi dan seterusnya," imbuh Markus.


Tak lupa pada kesempatan itu, Madai meminta kepada seluruh masyarakat di 8 kabupaten bahkan di Provinsi Papua Tengah semua aktif memantau jalannya Pemilukada 2024 ini, supaya Pemilu 2024 ini terlaksana secara jujur, adil, bermartabat, kepastian hukum dan juga yang kita meminta kepada semua elemen dapat berkerja sama sukseskan Pemilu 2024 di tanah Papua.(rob)

suroso  Rabu, 15 Mei 2024 16:13
REKRUITMEN POLITIK DI TANAH PAPUA
Tentu kita semua ketahui bersama bahwa Rekruitmen Politik untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan pemilihan kepala daerah. Untuk Papua tentu harus mendasari dengan ketentuan Pasal 28 ayat 3 dan 4 UU No 21 tahun 2001 jo UU No 2 tahun 2021 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah,Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan pemilihan kepala daerah.
suroso  Kamis, 3 Agustus 2023 0:39
Mafia Tanah Adat di Papua Harus Dilawan
Masyarakat adat telah hidup pada wilayah adatnya masing masing sejak leluhur tanpa saling mengganggu, pada waktu lalu upaya upaya penguasaan kadang berakhir dengan konflik fisik, namun harus diakui juga terjadi juga migrasi dari satu wilayah adat ke wilayah adat lain, karena konflik dalam keluarga atau saat perang hongi.dll.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan