Home Nabire PAUD Bustanul Atfal Yapis Gelar Halal Bi Halal

PAUD Bustanul Atfal Yapis Gelar Halal Bi Halal

suroso  Rabu, 24 April 2024 21:47 WIT
PAUD Bustanul Atfal Yapis Gelar Halal Bi Halal

NABIRE – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Bustanul Atfal Yapis Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Rabu (24/4/2024), bertempat di Jalan Trikora Kotalama, menggelar Halal Bi Halal. Turut hadir, Kepala TK, Bustanul Atfal Yapis Nabire Insiroh Retno Widyawati, S.Pd, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Cabang Nabire La Halim, S.Sos, orangtua wali murid dan para anak didik PAUD Bustanul Atfal Yapis Nabire.


Dalam acara tersebut, Kepala Paud Yapis, Insiroh Retno Widyawati menyampaikan, selama tiga hari PAUD Yapis telah menggelar kegiatan Kemping Ramadhan di halaman sekolah untuk bisa menanamkan karakter anak dan mengajarkan Agama Islam yang baik. Dalam kemping tersebut, awalnya ada penolakan dari orangtua murid, namun kemping ramadhan tetap terlaksana walaupun tidak bermalam di sekolah. Selain itu, TK Bustanul Atfal Nabire juga membagikan takjil sebanyak 500 paket di Bulan Ramadhan 1445 H kemarin.


Sementara itu, Ketua Yapis Cabang Nabire, La Halim dalam sambutannya, sangat berterima kasih kepada wali murid yang mendukung sekolah tentang pembentukan karakter anak, meskipun pendidikan karakter itu pendidikan sedikit agak keras. Sehingga, dibutuhkan peran orangtua agar, lebih bijak dalam menyimpulkan pendidikan karakter yang dilakukan di sekolah.


“Pemerintah selalu menggembor-gemborkan tentang pendidikan berkarakter, tetapi roh dari karakter itu bisa dilihat di sekolah masing masing. Nila guru melakukan tindakan sedikit  keras terhadap murid, murid lapor ke orangtua, lalu orang tua lapor ke polisi. Sekarang banyak guru yang bingung bagaimana pola mendidik anak yang sebenarnya, mengakibatkan banyak sekolah yang tidak memberikan peringatan atau sanksi terhadap anak  didiknya melakukan kesalahan,” ujarnya.


La Halim menambahkan, acara halal bi halal baik untuk mendidik anak-anak sejak umur belia, orang tua jaman sekarang harus lebih banyak berinteraksi dengan anaknya, jangan terlalu dibiarkan sibuk dengan HP, agar anak-anak bisa lebih mendapatkan perhatian dan ketika anak ada masalah di luar bisa bercerita sama orang tua sendiri, bukan sama orang lain.


Ustad Wahab Wahuno, menyampaikan dalam tausiahnya, anak adalah titipan dari Allah SWT, sehingga orangtua tidak berhak memiliki anak ini seutuhnya, apalagi seorang anak yang sudah berkeluarga dan juga mempunyai kesibukan yang lain, sehingga orang tua tidak bisa mengekang seorang anak untuk selalu berada di sampingnya.


Ustad pun menambahkan, orang tua harus sering dan terbiasa minta maaf kepada anaknya, supaya ketika seorang anak sudah dewasa melakukan kesalahan kepada orang lain atau orang lain melakukan kesalahan kepadanya akan terbiasa dengan meminta maaf duluan.


“Orang tua harus sering berinteraksi dengan anaknya, supaya jangan terlalu sibuk dengan mainannya atupun dengan HP, supaya anak mendapatkan perhatian lebih dari orang tuanya dan ketika anak dalam masalah akan cerita sama orang tuanya bukan sama orang lain,” tambahnya.(amd/pal)

suroso  Rabu, 15 Mei 2024 16:13
REKRUITMEN POLITIK DI TANAH PAPUA
Tentu kita semua ketahui bersama bahwa Rekruitmen Politik untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan pemilihan kepala daerah. Untuk Papua tentu harus mendasari dengan ketentuan Pasal 28 ayat 3 dan 4 UU No 21 tahun 2001 jo UU No 2 tahun 2021 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah,Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan pemilihan kepala daerah.
suroso  Kamis, 3 Agustus 2023 0:39
Mafia Tanah Adat di Papua Harus Dilawan
Masyarakat adat telah hidup pada wilayah adatnya masing masing sejak leluhur tanpa saling mengganggu, pada waktu lalu upaya upaya penguasaan kadang berakhir dengan konflik fisik, namun harus diakui juga terjadi juga migrasi dari satu wilayah adat ke wilayah adat lain, karena konflik dalam keluarga atau saat perang hongi.dll.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan