Home Nabire KUA Catat Angka Pernikahan Kurang Umur Menurun

KUA Catat Angka Pernikahan Kurang Umur Menurun

suroso  Rabu, 15 Mei 2024 21:42 WIT
KUA Catat Angka Pernikahan Kurang Umur Menurun

NABIRE - Kantor Urusan Agama (KUA) Kabupaten Nabire mencatat pernikahan yang kurang umur atau umur 19 tahun kebawah pada tahun 2023 sampai tahun 2024 mengalami penurunan.


Demikian ini seperti tertuang dalam Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, yang menyatakan, perkawinan hanya diizinkan apabila pihak pria mencapai umur 19 tahun dan pihak wanita sudah mencapai usia 16 tahun, dan juga pada UU Nomor 16 Tahun 2019.


Kepala KUA, Arif, S.Ag mengatakan, pencatatan pernikahan dibawah umur 19 tahun pada 2023 sekitar 20 orang dan spesifikasinya yang kurang dari umur 19 tahun. "Itupun prosesnya nanti kami bisa laksanakan sudah Isbat di pengadilan," kata Arif saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/5/2024).


"Kemudian yang masuk di data kami di pencatatan yang 20 pasang ini, perempuan sekitar 14 orang, laki-laki sekitar 6 orang, kemudian di tahun 2024 catatan pernikahan yang kurang umur sekitar kurang lebih 6 sampai 7 pasang. Itupun dibawah umur 19 tahun, kemudian itupun proses dari pengadilan," ujar Arif.


Lanjutnya, ada pernikahan yang kurang umur ini karena sudah ada kesepakatan kedua belah pihak, dari orang tua masing-masing dan ada juga pernikahan yang kurang umur ini disebabkan karena terkena musibah (kecelakan dulu), namun dalam hal ini untuk pendaftarannya dan pencatatan pernikahan kami sampaikan harus isbat di pengadilan.


"Untuk ke depannya pernikahan yang kurang umur, semestinya dari KUA menolak, nanti ada surat penolakan dan dari KUA memberikan petunjuk surat penolakan untuk dibawa ke pengadilan, setelah sampai di pengadilan layani proses untuk dibuatkan dispensasi untuk dilanjutkan kepernikahannya," ucapnya.


Arif menambahkan, berkaitan dengan pencatatan pernikahan terjadi pada tahun 2023 sampai 2024, pertama di KUA, melaksanakan pencatatan pernikahan sesuai dengan UU. KUA mencatat calon pengantin yang mendata di KUA di kecamatan Kabupaten Nabire, KUA melaksanakan perbulannya dalam hal ini jumlah calon pengantin yang mendaftar.


"Terakhir pada tahun 2023 pada bulan Januari dan kami data berjumlah 24 pasang, pada bulan Februari ada 32 pasang, di Maret ada 39 pasang, bulan April ada 30 pasang, namun dalam hal ini ada 100 pasang dalam satu tahun, dan yang masuk pada tahun 2024 ini sampai bulan April berjumlah 30 pasang ini menjadi pencatatan buat kami semoga nanti kedepannya bisa lebih baik dan diterima oleh masyarakat," pungkasnya.(sam)

suroso  Rabu, 15 Mei 2024 16:13
REKRUITMEN POLITIK DI TANAH PAPUA
Tentu kita semua ketahui bersama bahwa Rekruitmen Politik untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan pemilihan kepala daerah. Untuk Papua tentu harus mendasari dengan ketentuan Pasal 28 ayat 3 dan 4 UU No 21 tahun 2001 jo UU No 2 tahun 2021 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah,Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan pemilihan kepala daerah.
suroso  Kamis, 3 Agustus 2023 0:39
Mafia Tanah Adat di Papua Harus Dilawan
Masyarakat adat telah hidup pada wilayah adatnya masing masing sejak leluhur tanpa saling mengganggu, pada waktu lalu upaya upaya penguasaan kadang berakhir dengan konflik fisik, namun harus diakui juga terjadi juga migrasi dari satu wilayah adat ke wilayah adat lain, karena konflik dalam keluarga atau saat perang hongi.dll.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan