Home Papua Tengah Kesbangpol dan FCPT Adakan Diskusi Publik, Papua Tengah dalam Kebhinekaan

Kesbangpol dan FCPT Adakan Diskusi Publik, Papua Tengah dalam Kebhinekaan

suroso  Senin, 3 Juni 2024 22:1 WIT
Kesbangpol dan FCPT Adakan Diskusi Publik, Papua Tengah dalam Kebhinekaan

NABIRE - Telah dilaksanakan 'Diskusi Publik' oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Papua Tengah bersama Forum Cendekiawan Papua Tengah, pada Sabtu (1/06/2024). Diskusi Publik yang berlangsung di Food Street ini berjalan damai dan memberikan pandangan-pandangan baru serta semangat baru untuk membangun Papua Tengah menjadi lebih baik kedepannya.


Drs. Thepilus Lukas Ayomi sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Papua Tengah berkata tentang hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 01 Juni 20224 serta mengatakan tujuan dari diskusi publik ini diadakan.


"Pancasila ini kan sebagai falsafah hidup Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan tidak bisa keluar dari situ, karena kalau kita keluar dari situ yang terjadi adalah masing-masing dengan kebiasaan hidup sendiri, budaya sendiri yang berbeda-beda, tapi kalau kita bicara Indonesia, maka kita tidak bisa lepas dari Pancasila. Pancasila itu karena alat pemersatu kita," ujarnya


Tujuan kegiatan sore hari ini adalah teman-teman yang mempunyai pemikiran positif yang maju yang membangun Papua Tengah yang berbeda-beda ini. "Kita diikat dalam wadah Pancasila ini untuk


memberi kontribusi pemikiran yang bagus untuk membangun Papua Tengah lebih baik kedepan," katanya.


Akhir belakangan ini terdapat Ormas-ormas yang kita belum mengetahui tentang validasinya atau tujuan Ormas itu terbentuk,
maka dari itu Lukas Ayomi menanggapi terkai Ormas-ormas yang muncul bekalangan ini terkhususnya di Nabire.


"Kebebasan berkumpul dan berserikat itu diatur dalam undang-undang, sehingga kebebasan dan berserikat dan berkumpul ini supaya tidak mengganggu hak-hak orang lain, maka lahirlah Undang-Undang Ormas. Disitu kita dibatasi bagaimana berserikat dan berkumpul, kemudian di UU Ormas itu diatur supaya setiap Ormas mendaftarkan diri kepada pemerintah, tetapi ada Ormas-ormas yang memilih tidak mau mendaftar," katanya,


Itu tidak dilarang yang penting tidak melanggar aturan, contohnya dia membuat kegiatan dia tidak melanggar dan umpamanya dia membuat kegiatan terus terjadi ribut atau konflik kemudian ada tindak pidana, disitu karena orang celaka atau orang luka berarti ditindak secara hukum, tapi kalau dia mendaftar itu akan lebih baik karena dia bisa bekerjasama dengan pemerintah.


"Ketia tidak terdaftar bagaimana pemerintah mau bekerjasama, karena tidak tau pengurusnya bagaimana kan tidak terdaftar jadi mau menghubungi pengurusnya susah, kalau saran saya lebih baik terdaftar supaya bisa bekerjasama dengan pemerintah, apalagi Ormaskan tujuannya untuk bersama-sama dengan pemerintah memberikan kontribusi yang baik bagi pembangunan, bagi kesejahteraan, bagi pelayanan," pungkas Lukas Ayomi.


Memperingati hari lahir Pancasila, maka FCPT dan Kesbangpol mengadakan diskusi Publik dengan tema Papua Tengah Dalam Kebhinekaan dan tentu memberikan pendidikan politik untuk generasi muda sebagai penerus bangsa.


Forum Cendekiawan Papua Tengah bersama dengan Kesbangpol Papua Tengah menggelar diskusi publik dengan tema Papua Tengah Dalam Kebhinekaan, tujuan dari kegiatan ini adalah bagaimana melalui momen hari lahir Pancasila ini kami memberikan pendidikan politik kepada generasi muda sebagai generasi penerus bangsa tentang nilai-nilai luhur Pancasila yang terkandung dalam semboyan bangsa kita, yaitu berbeda tetapi satu jua.


"Adapun peserta yang diundang dalam diskusi publik ini ada pemuda Katolik, GMNI, Ikas Smansa, Ika Adhiluhur, Komunitas Kopena, Kompak 07, Forum Komunikasi Perempuan Nusatara, Forum Komunikasi Anak Cucu Perintis dan beberapa ormas lainnya," ungkap Adriana Sahempa, S.PAK Ketua Panitia.


Adapun harapan dalam diskui publik ini, tentu membawa pendapat serta solusi-solusi untuk Nabire dan kemajuan Papua Tengah agar tidak terjadi perpecahan dan tetap menjadikan perbedaan itu sebagai keindahan dan Nabire sebagai Ibukota Provinsi Papua Tengah ini adalah cerminan Indonesia kecil.


"Harapan kami diskusi yang sudah kami gelar ini, juga menjadi harapan peserta diskusi ini tidak boleh berhenti, tetapi akan ada diskusi selanjutnya yang membahas atau bisa dikatakan hangat di kabupaten Nabire, salah satunya tentang bagaimana perbedaan ini kita tidak menjadikan itu sebagai pemecah tetapi menjadikan itu sebagai suatu keindahan karena sekali lagi kita mengakui bahwa Nabire Ibukota Provinsi Papua Tengah ini cerminan Indonesia kecil bagaimana suku bangsa itu berkumpul disini
kemudian harapannya melalui diskusi ini ketika sudah ada pendapat atau pernyataan-pernyataan sikap bahkan mungkin solusi itu bisa menjadi bagian kontribusi kami untuk masyarakat Nabire kepada pemerinta Papua Tengah," kata Adriana Sahempa.(edi)

suroso  Rabu, 3 Juli 2024 2:43
Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kehadiran Guru Rendah
Penulis : Wiantri Viami Amin, S.Pd Tingkat kehadiran guru ke sekolah yang masih rendah merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi di Papua terkait mutu guru. Beberapa guru memiliki alasan jarak sekolah dengan kediaman yang jauh dan sepi merupakan salah satu alasan dari kurangnya kehadiran guru.
suroso  Senin, 27 Mei 2024 12:10
Kepala Sekolah Berperan Penting Dalam Penyaluran Bakat dan Minat Siswa
Penulis: Wiantri Viami Amin, S.Pd SEMUA siswa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses yang dapat menyalurkan minat dan bakatnya. Sekolah dan orang tua harus memberikan dukungan penuh kepada siswa. SMA Muhammadiyah Nabire memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengikuti kegiatan yang membantu siswa menyalurkan bakat dan minatnya.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan