Home Papua Tengah Wawancara Esklusif Kadinkes Papua Tengah Seputar Progres PIN di Setiap Daerah

Wawancara Esklusif Kadinkes Papua Tengah Seputar Progres PIN di Setiap Daerah

suroso  Kamis, 6 Juni 2024 22:3 WIT
Wawancara Esklusif Kadinkes Papua Tengah Seputar Progres PIN di Setiap Daerah

NABIRE - Dari yang kita ketahui bersama, bahwa Launching PIN Polio telah dilakukan di beberapa daerah di Papua Tengah,
untuk mengatasi dan mencegah Polio, untuk itu Jurnalis Papuapos melakukan wawancara ekslusif dengan Kepala Dinas
Kesehatan Provinsi Papua Tengah di ruang kerjanya, Kamis (06/06/2024).


Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah bergerak cepat untuk melakukan PIN di setiap daerah di Papua Tengah, namun ada 2 kabupaten yang belum melaporkan hasil PIN polio tersebut.


"Bagaimana kita ketahui bersama bahwa pada tanggal 27 Mei kemarin kami sudah me-launching terhadap kerja besar kami, yaitu melakukan Pekan Imunisasi Polio," kata dr. Silwanus Sumule, Sp.OG.


Di bulan Februari telah ditemukan kasus polio di Kabupaten Mimika, berdasarkan hasil temuan tersebut pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan memerintah kepada semua kabupaten-kabupaten di daerah otonomi baru di tanah Papua untuk melakukan PIN.


Hasil, kata Silwanus Sumule, belum menggembirakan dan data yang ada untuk sasaran 205.121 total anak-anak yang berusia 0-7 tahun sampai hari ini baru mencapai 18,3% dari target yang harus dicapai, yaitu diangka perhari ini 86%, dan kabupaten-kabupaten yang sudah memberikan hasil yang optimal itu Nabire sebesar 41%, Mimika 36,7%, Dogiyai 10%, Paniai 4,8%, Puncak 2,3%, Intan Jaya 1,9%, dan masih ada 2 kabupaten yang sudah melakukan PIN, namun belum melaporkan hasilnya yaitu Puncak Jaya, ada Deiyai yang belum sama sekali bergerak.


"Namun tadi pagi dari komunikasi kami dengan mereka bahwasannya besok baru melaunchingnya, yaitu di hari Jum'at (7/06/2024) sesudah itu bisa melaporkan kepada kami," katanya.


Adapun persoalan yang dialami terkait komunikasi di lapangan yang belum jalan, namun Dinkes Papua Tengah terus mengimbau untuk teman-teman dan petugas-petugas kesehatan agar angka 95% bisa tercapai.


"Masih ada komunikasi yang belum jalan di lapangan sehingga cakupan-cakupan ini belum optimal, oleh karena itu pada kesempatan yang berbahagia ini saya ingin mengimbau kepada


teman-teman dan petugas-petugas kesehatan di seluruh kabupaten di Provinsi Papua Tengah untuk terus bergerak agar bisa mencapai angka 95%, dukungan dari pada teman-teman dan stakeholder terkait sangat kami butuhkan, sehingga upaya besar kita mencapai 95% anak-anak dari usia 0-7 tahun bisa tercapai, dan hanya dengan melakukan kolaborasi kerjasama saya yakin terget besar kita bisa tercapai," ungkap dr. Sumule.


Terkait kendala yang dialami proses pengimputan masih secara manual, maka itulah Dinkes Papua Tengah mendorong untuk bisa disegerakan dimasukkan ke dalam sistem agar laporan-laporan di lapangan bisa terupdate.


"Ada sejumlah Puskesmas di kabupaten-kabupaten yang belum bergerak dikarenakan keterbatasan ketenagaan, kemudian juga daerah-daerah yang sangat sulit serta sebagian besar mereka sudah bergerak, namun belum melaporkan jadi kesan angkanya itu masih tetap rendah, tadi kami sudah melakukan komunikasi sehingga diharapkan data-data yang sudah dicakup secara manual agar segera di input secara sistem, persoalan terbesar kita ini ada kabupaten yang sudah melakukan namun masih tercatat secara manual, yang kami dorong ialah yang telah tercatat dalam kertas bisa dimasukan kedalam sistem," pungkasnya.


Sementara itu menyangkut tahapan dana bantuan yang diberikan Dinkes sudah sejauhmana, dijelaskan, terkait dana bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia melalui Pemprov Papua Tengah untuk organisasi gereja, lembaga profesi dan ada sejumlah LSM, Kadinkes menyampaikan tahapannya, yakni melalui langkah yang harus dibuat, yaitu satu mereka segera menyusun rencana, perencanaan, dan penganggaran mereka ini penting. Oleh karena ketika kita melakukan monitoring, melakukan evaluasi dan lebih dari pada itu melakukan audit dasar.


"Audit kita dasar monitoring kita adalah apa yang direncakan maupun dianggarkan berdasarkan rencana kerja dan anggaran mereka, ini yang kita tinggal menunggu kalau mereka sudah bisa masuk, maka langsung kami segera bisa memproses selanjutnya kami masih menunggu beberapa surat keputusan dalam hal ini surat administratif," terangnya.


"Harapan besar kami dananya minggu depan bisa diluncurkan, kami masih menunggu karena belum semuanya memasukkan dana-dana di maksud, jadi kita menunggu perencanaan dari lembaga-lembaga keagamaan maupun organisasi profesi yang sampai hari ini belum lengkap semuanya untuk memasukkan data-data mereka," tutupnya.(edi)

suroso  Rabu, 3 Juli 2024 2:43
Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kehadiran Guru Rendah
Penulis : Wiantri Viami Amin, S.Pd Tingkat kehadiran guru ke sekolah yang masih rendah merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi di Papua terkait mutu guru. Beberapa guru memiliki alasan jarak sekolah dengan kediaman yang jauh dan sepi merupakan salah satu alasan dari kurangnya kehadiran guru.
suroso  Senin, 27 Mei 2024 12:10
Kepala Sekolah Berperan Penting Dalam Penyaluran Bakat dan Minat Siswa
Penulis: Wiantri Viami Amin, S.Pd SEMUA siswa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses yang dapat menyalurkan minat dan bakatnya. Sekolah dan orang tua harus memberikan dukungan penuh kepada siswa. SMA Muhammadiyah Nabire memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengikuti kegiatan yang membantu siswa menyalurkan bakat dan minatnya.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan