Home Papua Tengah Pemprov Papua Tengah Terima Pelimpahan Aset Tahap III dari Provinsi Induk

Pemprov Papua Tengah Terima Pelimpahan Aset Tahap III dari Provinsi Induk

suroso  Kamis, 6 Juni 2024 22:14 WIT
Pemprov Papua Tengah Terima Pelimpahan Aset Tahap III dari Provinsi Induk

NABIRE - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah telah selesai melakukan pelimpahan (menerima) aset tahap III dari provinsi induk, Papua pada Rabu (5/6/2024) kemarin. Pelimpahan aset ini merupakan satu dari 12 Road Map yang diberikan Kemendagri kepada Pj Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos.,MM.


Dikatakan Ribka Haluk, berdasarkan surat Pj Gubernur Papua, Ridwan Rumasukun pada 8 Februari 2023 tentang penyerahan data aset sesuai neraca Barang Milik Daerah (BMD) Provinsi Papua kepada Provinsi Papua Tengah dengan nilai aset Rp2.693.173.077.676. Kemudian ia menugaskan BPKAD Bidang BMD Provinsi Papua Tengah untuk melakukan inventarisasi dan validasi data.


“Proses inventarisasi dan validasi ini dilakukan III tahap, yang kini telah selesai dikerjakan untuk tim,” ujarnya.


Adapun yang dikerjakan ditahap I, lanjut Ribka Haluk, aset yang dilimpahkan, yakni Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah berupa empat Samsat yang terdiri dari bidang tanah, 402 peralatan dan mesin, 30 gedung dan bangunan, 3 jalan irigasi dan jembatan. Dinas Kelautan dan Perikanan berupa Pangkalan Pendapatan Ikan (PPI) terdiri dari tujuh gedung dan bangunan serta 10 jalan irigasi dan jembatan. Lalu di Dinas PUPR berupa 16 jalan irigasi dan jembatan serta 1 kontruksi dalam pengerjaan.
"Adapun total pelimpahan aset tahap I senilai Rp908.328.147.396.


Kita patut bersyukur pelimpahan aset tahap III dari Provinsi Papua ke Provinsi Papua Tengah telah selesai dikerjakan,” ungkap Ribka Haluk.


Ia menerangkan pelimpahan aset dari Provinsi Papua (induk) merupakan perintah UU Nomor 15 Tahun 2022 tentang Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Papua Tengah.


“Kita diberikan waktu maksimal tiga tahun untuk menyelesaikan pelimpahan aset dari provinsi induk. Namun kita bersyukur berkat keras seluruh tim, pelimpahan aset ini bisa kita selesaikan tidak lebih dari 2 tahun,” imbuh Pj Gubernur Papua Tengah.


Lanjut di tahap II, kata Ribka Haluk, aset yang dilimpahkan yakni Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup berupa satu bidang tanah dan 1 bidang gedung dan bangunan. Dinas Pendidikan, Perpusatakan dan Arsip berupa satu bidang tanah, 53 peralatan dan mesin serta 1 bangunan dan gedung. Dinas Kehutanan dan Pertanian dan Pangan berupa satu bidang tanah, 1 peralatan dan mesin serta 3 gedung dan bangunan. "Untuk tahap II pelimpahan aset senilai Rp8.912.315.577," pungkasnya.


Sedangkan untuk tahap III, tutur Ribka Haluk, aset yang dilimpahkan dari Dinas Kelautan dan Perikanan, berupa aset tanah senilai Rp1.480.000.000, aset tetap gedung dan bangunan senilai Rp12.615.234.126, aset tetap jalan irigasi dan jaringan senilai Rp11.804.465.339 atau dengan total keseluruhan Rp24.899.699.465.


“Saya mengharapkan agar seluruh staf dan pegawai dilingkungan Provinsi Papua Tengah, untuk menjaga dan merawat aset dengan baik. Aset ini harus bisa kita pergunakan dengan baik, untuk kepentingan pelayanan publik kepada masyarakat," harapnya.(rob)

suroso  Rabu, 3 Juli 2024 2:43
Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kehadiran Guru Rendah
Penulis : Wiantri Viami Amin, S.Pd Tingkat kehadiran guru ke sekolah yang masih rendah merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi di Papua terkait mutu guru. Beberapa guru memiliki alasan jarak sekolah dengan kediaman yang jauh dan sepi merupakan salah satu alasan dari kurangnya kehadiran guru.
suroso  Senin, 27 Mei 2024 12:10
Kepala Sekolah Berperan Penting Dalam Penyaluran Bakat dan Minat Siswa
Penulis: Wiantri Viami Amin, S.Pd SEMUA siswa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses yang dapat menyalurkan minat dan bakatnya. Sekolah dan orang tua harus memberikan dukungan penuh kepada siswa. SMA Muhammadiyah Nabire memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengikuti kegiatan yang membantu siswa menyalurkan bakat dan minatnya.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan