Home Papua Tengah P3EP Monitoring Evaluasi Penerapan Pengendalian Kerusakan di Papua Tengah

P3EP Monitoring Evaluasi Penerapan Pengendalian Kerusakan di Papua Tengah

suroso  Kamis, 13 Juni 2024 22:57 WIT
P3EP Monitoring Evaluasi Penerapan Pengendalian Kerusakan di Papua Tengah

NABIRE - Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Papua (P3EP) melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi penerapan pengendalian kerusakan di Provinsi Papua Tengah, Rabu (13/6/2024) di salah satu hotel di Kabupaten Nabire.


Dalam kegiatan monitoring tersebut dihadiri Kepala Dinas Bapperida Provinsi Papua Tengah, Kepala Dinas PUPR Papua Tengah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Provinsi Papua Tengah, Kepala Dinas DLH Provinsi Papua Tengah, Kepala Dinas DLH Kabupaten Nabire dan perwakilan dari beberapa kepala dinas tingkat kabupaten di Papua Tengah dan undangan lainnya.


Kepala Bidang Evaluasi PPE Papua, Seha Rizqon, S.Pt.,M.Si, kepada Papuapos Nabire mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kerusakan di wilayah Provinsi Papua Tengah, karena provinsi ini baru, sehingga untuk mengurangi dampak kerusakan terus dilakukan kegiatan yang mana dapat melakukan kegiatan untuk mencegah kerusakan alam, contohnya hutan mangrove yang terjadi di sepanjang kawasan hutan pesisir.


Lanjutnya, program reboisasi sudah dilakukan, tapi hanya sepanjang pesisir yang terkena dampak abrasi di berbagai tempat. Pengelolaan dampak pembangunan terhadap lingkungan berwawasan lingkungan perlu memperhatikan tiga hal, antara lain menggunakan sumber alam secara bijaksana agar bisa terpakai secara terus menerus untuk pembangunan berkesinambungan.


Selanjutnya, pemilihan teknologi pengelohan sumber alam yang tepat dan sekaligus mengendalikan pencemaran serta limbah akibat pembangunan, menghasilkan barang dan jasa guna memenuhi konsumsi masyarakat yang dikendalikan dalam batas kewajaran dan serasi dengan sumber alam yang tersedia, sehingga mencegah terjadinya eksploitasi yang berlebihan terhadap sumber alam untuk memenuhi konsumsi.


Ditambahkan, pembangunan yang tidak memperhatikan hal-hal di atas berpotensi untuk menimbulkan pencemaran, misalnya pencemaran air, udara, maupun daratan. Pencemaran disebabkan oleh masuknya bahan organik maupun non-organik ke dalam air udara dan daratan yang menyebabkan turunnya daya dukung lingkungan bagi kehidupan manusia.


Seharusnya lingkungan memberikan daya dukung yang optimal bagi kehidupan manusia. Kalau terjadi pencemaran, maka tujuan pembangunan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia tidak tercapai.(rob)

suroso  Rabu, 3 Juli 2024 2:43
Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kehadiran Guru Rendah
Penulis : Wiantri Viami Amin, S.Pd Tingkat kehadiran guru ke sekolah yang masih rendah merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi di Papua terkait mutu guru. Beberapa guru memiliki alasan jarak sekolah dengan kediaman yang jauh dan sepi merupakan salah satu alasan dari kurangnya kehadiran guru.
suroso  Senin, 27 Mei 2024 12:10
Kepala Sekolah Berperan Penting Dalam Penyaluran Bakat dan Minat Siswa
Penulis: Wiantri Viami Amin, S.Pd SEMUA siswa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses yang dapat menyalurkan minat dan bakatnya. Sekolah dan orang tua harus memberikan dukungan penuh kepada siswa. SMA Muhammadiyah Nabire memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengikuti kegiatan yang membantu siswa menyalurkan bakat dan minatnya.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan