Home Nabire Jakarta Bilang Papua Tinggi Angka Putus Sekolah, Namun Tak Beri Solusi?

Jakarta Bilang Papua Tinggi Angka Putus Sekolah, Namun Tak Beri Solusi?

suroso  Kamis, 13 Juni 2024 22:59 WIT
Jakarta Bilang Papua Tinggi Angka Putus Sekolah, Namun Tak Beri Solusi?

NABIRE - Kepala Sub Bagian Perencanaan, Keuangan dan Barang Milik Daerah  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Tino Taribaba, S.Sos., M.AP secara tegas mengatakan, dalam pertemuan dengan pihak Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemenristek) RI  di Jakarta maupun di Bali dan provinsi lain.


Selalu menyampaikan secara khusus di wilayah tanah Papua boleh dikatakan angka anak putus sekolah sangat tinggi jumlahnya, namun disayangkan perkataan tersebut tidak dibarengi dengan kebijakan untuk memutuskan mata rantai angka putus sekolah menurut pihak Jakarta, sehingga selaku anak asli Papua mau katakan ‘Orang Jakarta bicara angka putus sekolah di Papua, tetapi orang Jakarta pula tidak memberikan solusi’.


Untuk itu, sebagai orang Papua mau mengajak seluruh pejabat daerah baik itu di tingkat provinsi (Gubernur) dan juga para bupati yang ada di seluruh tanah Papua agar membuat program atau kebijakan untuk mengurangi angka putus sekolah yang dikatakan oleh orang Jakarta berdasarkan data yang ada pada saat ini.


Dikatakan Tino Taribaba kepada Papuapos Nabire Kamis (13/6/2024) di ruang kerjanya, selaku orang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, ingin membuat program atau kebijakan berupa Balai Latihan Kerja (BLK) yang pesertanya diambil dari para peserta didik yang kini berada dibangku pendidikan kesetaraan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) mulai dari paket A, B dan paket C.


“Karena dengan kebijakan inilah secara bertahap kita dapat mengurangi angka putus sekolah  yang selama ini diucapkan oleh Jakarta, dimana para lulusan paket kesetaraan tidak hanya memilki ilmu pengetahuan setelah tamat dari bangku pendidikan non formal, tetapi juga memiliki skill dan kedepan mereka bisa dapat bekerja sesuai dengan ilmu dan skill yang telah didapatkan,” menurutnya.


Sebab, kita berbicara untuk memutuskan angka putus sekolah yang ada di seluruh tanah Papua, tidak hanya dengan kata-kata, harus dengan kebijakan program kerja yang nyata dan jelas dengan berkolaborasi antara seluruh instansi teknis, agar ada instansi teknis yang menyiapkan peserta dan narasumber, juga ada instansi yang mengurus sarana dan prasarana.


“Hal ini bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi dan kabupaten belaka, tetapi ada keterlibatan para tokoh antara lain tokoh agama, adat, pemuda, perempuan dan juga lembaga swasta lainnya yang berkompeten, karena dari kerjasama ini kita secara perlahan dan bertahap mengurangi jumlah angka putus sekolah yang ada di tanah Papua,” ajak Tino.(des)

suroso  Rabu, 3 Juli 2024 2:43
Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kehadiran Guru Rendah
Penulis : Wiantri Viami Amin, S.Pd Tingkat kehadiran guru ke sekolah yang masih rendah merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi di Papua terkait mutu guru. Beberapa guru memiliki alasan jarak sekolah dengan kediaman yang jauh dan sepi merupakan salah satu alasan dari kurangnya kehadiran guru.
suroso  Senin, 27 Mei 2024 12:10
Kepala Sekolah Berperan Penting Dalam Penyaluran Bakat dan Minat Siswa
Penulis: Wiantri Viami Amin, S.Pd SEMUA siswa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses yang dapat menyalurkan minat dan bakatnya. Sekolah dan orang tua harus memberikan dukungan penuh kepada siswa. SMA Muhammadiyah Nabire memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengikuti kegiatan yang membantu siswa menyalurkan bakat dan minatnya.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan