Home Manokwari Satu Lagi Masyarakat Sipil Tewas Tertembak

Satu Lagi Masyarakat Sipil Tewas Tertembak

suroso  Senin, 6 Mei 2013 0:31 WIT
Satu Lagi Masyarakat Sipil Tewas Tertembak
SORONG - Pebembakan kembali terjadi di Papua Barat tepatnya di Perairan Raja Ampat yang mengakibatkan seorang nelayan tewas mengenaskan. Dari info yang diperoleh SP, Jumat (Jumat (3/5) malam sekitar pukul 14.00 W IT korban bernama La Bila Bin Laenggo (19 tahun)  yang merupakan nelayan  asal Buton Sulawesi Tenggara. Ia tertembak  dibagian pinggang.  Berawal dari korban sedang bersantai di Pulau Batanta Kabupaten  Raja Ampat bersama rekan-rekannya. Setengah jam kemudian korban bersama rekan-rekannya meninggalkan Pulau Batanta dengan menggunakan perahu Longboat milik Korban. Pukul 14.40 WIT setibanya di Selat Kafiau,  Patroli dari Kelautan menghampiri perahu korban dan kemudian  terjadi perang mulut antara rekan-rekan korban dan petugas patroli kelautan. Mereka di indikasikan kerena melakukan illegal fishing.Pukul 15.00 WIT,  korban dan rekannya merasa panik langsung bergegas melarikan diri dan terjadi pengejaran. Sempat terjadi 7 kali  peringatan tembakan keatas dan diduga tidak diindahakan oleh korban. Dari aksi pengejaran tersebut petugas menembaki kapal, juga  mengenai korban dan tewas. Setelah kejadian tersebut, jenasah  dilarikan ke Pulau Raam,tempat tinggal korban.  Dan sekitar pukul 20.00 WIT, jenazah dibawa ke RSUD Sorong dan satu jam kemudian kemudian dan dilakukan otopsi. di RS kota Sorong.Sementara itu dari pantauan media ini, di Ruang Mayat RS Kota Sorong  Jumat malam sekitar pukul 20.00 WIT tampak puluhan keluarga korban dan Pengurus Ikatan Keluarga Buton memadati ruang jenazah. Kebanyakan mereka tidak terima dengan penembakan ini. Amarah terlihat dari pembicaraan mereka.“Sunggung terlalu kenapa kami selalu ditembak seperti ini,  banyak warga kami sudah jadi korban, lalu sampai kapan akan berhenti aksi seperti ini. Kalau memang salah, kenapa dengan mudah saja ditembaki seperti itu?,” kata Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara Kota  Sorong, Nurhairumah.Dikatakan, kami mengutuk tindakan bejat dan tak bertanggungjawab ini. “Kalau ada masalah jangan langsung ditembak seperti ini. Sangat biadab tak manusiawi,”ujarnya sambil menangis.Sementara itu  Wakil Ketua Ikatan Keluarga Sulawesi Tenggara, Sarpana, mengatakan, kami akan demo minta semua pihak berwenang selesaikan ini. “Ini sudah keterlaluan, kalau pakai hukum rimba sampaikan agar kami juga pakai itu. Selama ini kami sangat hargai hukum kita. Warga kami seolah dijadikan bulan-bulanan ditembaki sembarangan. Kami meminta  pertanggungjawaban karena ada saksi sudah melihat siapa yang menggunakan senjata untuk menembak,” tegasnya penuh amarah.Peristiwa penembakan perairan  Raja Ampat, Papua Barat. Dalam catatan sejak bulan Desember 2012 lalu, terjadi penembakan terhadap  tujuh orang nelayan yang menewaskan lima diantaranya. Ironisnya dalam empat hari di Papua Barat, 4  masyarakat sipil tewas tertembak, Sebelumnya peristiwan Aimas yang terjadi pada 1 Mei 2013, dimana aparat diduga melakukan penembakan hingga masyarakat sipil tewas. (Fani)
suroso  Minggu, 10 Oktober 2021 2:8
Suara dari Kedalaman Jiwa
Dia mengakhiri sambutannya dengan penggalan kalimat : Selamat datang di Papua selamat bertanding. Tuhan berserta kita semua. Torang bisa. Wa wa wa. Hanya enam menit dia pidato sambutan Selamat Datang atas nama Gubernur Papua.
suroso  Rabu, 19 Januari 2022 4:54
Menata Kabupaten Deiyai yang Lebih Baik
Kita sebagai warga Kabupaten Deiyai yang berpiir rasional dan ebyektif, kita semua pasti sepakat mengani tiga hal, yakni (1) Kita sedang mengalami krisis kepemimpinan dalam politik dan pemerintahan,

Hahae

Tanah milik KODIM dan POLRES
suroso  Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan