Home Dogiyai Pembagian Dana Otsus 2016 dan 2017 Dipertanyakan Dewan Adat Mee Dogiyai

Pembagian Dana Otsus 2016 dan 2017 Dipertanyakan Dewan Adat Mee Dogiyai

suroso  Sabtu, 2 September 2017 21:57 WIT
Pembagian Dana Otsus 2016 dan 2017 Dipertanyakan Dewan Adat Mee Dogiyai
DOGIYAI - Ketua Lembaga Lembaga Dewan Adat Mee-Kabupaten Dogiyai, Germanus Goo, SE, mempertanyakan pembagian afirmasi dana Otonomi Khusus (Otsus) 6% dari total anggaran untuk tahun 2016 dan 2017 bagi lembaga keagamaan, lembaga adat asli Papua khusus Dogiyai dan perempuan. “Disini saya datang dan tanyakan kepada pemerintah daerah bahwa pembagian afirmasi dana Otsus khusus untuk Lembaga Dewan Adat Mee Kabupaten Dogiyai masih belum lihat maka untuk itu yang dua tahun punya, tahun 2016 dan 2017, dana itu dikemanakan,” kata Germanus Goo kepada wartawan di Kantor Dewan Adat Dogiyai.“Kami datang untuk mau mempertanyakan karena pengalokasian dana pada tahun 2015 kami sudah terima dan kami sudah bangun kantor dan pagarnya dewan adat,” katanya. Lanjut dia, untuk tahun 2016 dan 2017 ini masih belum tahu maka diharapkan pemerintah daerah segera mempertanggungjawabkan. Kata dia, dirinya sudah tahu mempunyai bagian 6% dari pengalokasian dana Otsus yang terbagi untuk lembaga adat asli Papua khusus Dogiyai, lembaga keagamaan dan perempuan.Dirinya menyampaikan, di daerah (KAMAPI) bisa hadir pemerintah hanya karena rakyat adat. Pemerintah itu tamu yang harus menghargai dan menghormati hak-hak masyarakat adat dengan kebiasaannya yang ada di daerah ini. Pemerintah dan DPRD diharapkan tidak berbohong kepada rakyat sendiri yang memilih menjadi kepala daerah dan dewan. Karena pemerintah dengan dewan yang ada ini dikasih makan oleh rakyat. Pemerintah dan DPRD itu ada karena ada rakyat, dipilih oleh rakyat dengan hati nuraninya maka harus melihat dan memperhatikan rakyatnya juga dengan hati nurani.Hal ini harus dimengerti oleh kedua pihak baik eksekutif maupun legislative. Tidak mungkin pemerintah ada kalau masyarakat adat tidak ada di daerah ini.  Sekretaris umum LDAM-Kabupaten Dogoyai, Alexander Pakage, menyatakan bahwa jangan main-main dan tipu-tipu. Karena pihaknya juga sudah tahu semua program pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah yang sebagian pembanguan fisiknya sudah tidak berjalan sesuai dengan dibicarakan selama ini.“Kami sudah tahu masalah dana itu. Disini kami ambil contoh, misalnya besar anggaran dana Otsus untuk tahun 2014 itu kan Kabupaten Dogiyai dapat Rp. 109.139.654.000 dikalikan dengan 6% hasilnya Rp. 6.548.379.240. Hasil ini dibagi ketiga lembaga sesuai Peraturan Gubernur Papua Nomor 05 Tahun 2014 tentang pengalokasian dana Otsus Kabupaten/Kota se-Propinsi Papua Tahun Anggaran 2014 berarti kami masing-masing lembaga mendapatkan  Rp. 2.182.793.080, itu hanya contoh yang kami jelaskan,” ujarnya.Oleh sebabnya pihaknya mempertanyakan kepada pemerintah Kabupaten Dogiyai, dalam hal ini dinas terkait yang sudah dikasih kewenangan untuk kasih penjelasan. Lewat dinas mana dan porsi untuk tahun anggaran 2016 dan 2017 dikemanakan ? “Entah total anggarannya sudah naik pada tahun 2016 dan 2017 atau tidak, tetapi khusus untuk porsi kami yang 6% yang hasilnya akan dibagikan kepada ketiga lembaga itu pasti ada dan tetap. Sehingga musti pemerintah harus kasih penjelasan yang pasti dan transparan agar kami juga bisa mengetahuinya,” kata dia.  Ketua II LDAM-Kabupaten Dogiyai, Yulianus Agapa, A.Md menambahkan, kalau pemerintah masih tidak memberikan penjelasan atas alokasi dana 6% yang sudah ditetapkan dari pemerintah propinsi berarti akan tetap ditagih terus. Karena hal pengalokasian dan pembagian afirmasi dana Otsus 6% untuk kelembagaan agama, kelembagaan adat asli Papua dan untuk perempuan ini sudah ditetapkan dari pemerintah propinsi melalui Peraturan Gubernur.“Kami disini bukan mengada-ada tetapi kami disini datang mempertanyakan apa yang menjadi hak kami sebagai Lembaga Dewan Adat Mee-Kabupaten Dogiyai yang sebagai lembaga yang mewadahi dan mengorganisir masyarakat adat asli Mee Kabupaten Dogiyai yang ada di ketiga wilayah besar yang disebut dengan KAMAPI (Wilayah Kamuu, Wilayah Mapia dan Wilayah Piyaiye),” ujarnya.  (musa boma)
suroso  Kamis, 17 Maret 2022 22:52
Menuju sdm Pemilu Yang Tangguh
*) Oleh : Akbar Muram Dani, S.IP.*
suroso  Senin, 7 Februari 2022 0:41
Apa Itu Tinea Imbrikata atau Kaskado ?
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menemui orang-orang atau bahkan diri kita sendiri yang pernah mengeluhkan gatal-gatal terutama di badan. Tetapi dapat juga terjadi pada leher,tangan, kaki ataupun di tempat lainnya. Keluhan gatal tersebut berlangsung lama, berulang, makin gatal bila berkeringat, diobati tapi tak kunjung sembuh hingga sangat mengganggu tidur. Gatal-gatal pada badan sering di sebabkan oleh infeksi jamur. Salah satu penyakit infeksi jamur pada badan yang sering adalah Tinea Imbrikata atau masyarakat di Papua lebih mengenalnya dengan sebutan Kaskado.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Populer

Menuju sdm Pemilu Yang Tangguh
suroso  Kamis, 17 Maret 2022 22:52
Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53
PAW Anggota KPU Deiyai, Dilantik
suroso  Selasa, 22 Maret 2022 23:11
Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan