Home Manokwari Mangkir Lagi, Saksi Anggota Kepolisian Terancam Dipanggil Paksa

Mangkir Lagi, Saksi Anggota Kepolisian Terancam Dipanggil Paksa

suroso  Jumat, 27 September 2013 15:3 WIT
Mangkir Lagi, Saksi Anggota Kepolisian Terancam Dipanggil Paksa
Manokwari, TP –  Setelah beberapa kali mangkir dari persidangan, saksi dari anggota kepolisian Polres Manokwari terancam dipanggil secara paksa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Manokwari. Hal tersebut diungkapkan JPU, Lan Woretma, SH dalam sidang lanjutan kasus kepemelikan senjata api illegal dengan terdakwa berinisial Ronal Fonataba (RF) yang digelar di Pengadilan Negeri Manokwari, Selasa (24/9). Pantauan Koran ini, persidangan yang diketuai oleh Julius Maniani, SH sedianya  akan diagendakan untuk mendengarkan keterangan saksi, akan tetapi para saksi yang notabene adalah anggota kepolisian tidak nampak batang hidungnya meskipun telah dipanggil secara resmi dan patut sebanyak 3 kali. Padahal dalam kasus ini, keterangan para saksi sangat dibutuhkan untuk dikonfrontir oleh kuasa hukum terdakwa, Simon Banundi, SH dan Karel Sineri, SH dikarenakan merekalah yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa RF. Dalam persidangan kemarin majelis hakim pun terpaksa menolak apabila keterangan para saksi tersebut dibacakan, untuk itu, dirinya kembali memberikan kesempatan kepada JPU guna menghadirkan para saksi tersebut. Dijelaskan Julius Maniani, para saksi yang telah dipanggil secara sah dan patut wajib hadir dan memberikan keterangan guna mendapatkan fakta sesungguhnya dipersidangan, lanjut Julius, saksi yang berhalangan hadir dan keterangannya dibacakan dikarenakan sedang dinas keluar kota, meninggal atau tempat tinggalnya sulit untuk dijangkau. Sementara JPU, Lan Woretma menuturkan, para saksi yang merupakan anggota kepolisian Polres manokwari itu telah dipanggil secara sah dan patut kurang lebih sebnayak 3 kali, akan tetapi para saksi belum hadir dan tidak memberikan alasan ketidakhadiran mereka. Lan mengungkapkan, para saksi dari anggota kepolisian polres manokwari yang hingga saat ini tidak hadir yakni, Paulus Suna, Baharudin Sofyan dan Yoel Sermumes. Untuk itu, dirinya berencana melakukan memanggilan paksa terhadap para saksi tersebut. “ iya ada rencana pemanggilan paksa terhadap para saksi tersebut “ kata Lan yang ditemui Tabura Pos, diruang kerjanya siang kemarin. Lan menambhakan, surat pemanggilan terhadap ketiga orang saksi tersebut telah dibuat dan akan diberikan melalui Kapolres Manokwari dan Sat Intelkam Polres Manokwari. Seperti diketahu bahwa, terdakwa RF tealah didakwa melanggar pasal  1 ayat (1) Undang - Undang Darurat Republik Indonesia, Nomor 12 Tahun 1951 karena terbukti terangkap tangan memiliki satu buah senjata api laras panjang ilegal berjenis UZZY besarta 2 butir peluru, 1 butir  jenis SSI 5,56 mm dan 1 butir amunisi FN kaliber 45. Pada bulan Juni 2013 sekitar pukul 19. 30 Wit,  terdakwa dikatakan hendak melakukan transaksi jual beli senpi tersebut kepada warga berinisial Paulus Suna (PS) di Pasar Wosi Kabupaten Manokwari, Akan tetapi, belum sempat dilakukan  serah terima antara terdakwa dan pembeli tersebut, terdakwa sudah ditangkap oleh beberapa anggota Kepolisian Manokwari berinisial Wahyu P.A ,( WPA),  Baharudin Sofyan (BS) dan Yoel Sermumes (YS). Setelah terdakwa berhasil diamankan dan diinterogasi, ditemuakan informasi bahwa, terdakwa mendapatkan senpi rakitan laras panjang tersebut dari seseorang berinisal Bu Cada (BC) dari Ambon dan rencananya, senjata beserta 2 butir tersebut akan dijual kepada PS sebesar Rp. 1,5 juta. (CR 11)  
suroso  Minggu, 10 Oktober 2021 2:8
Suara dari Kedalaman Jiwa
Dia mengakhiri sambutannya dengan penggalan kalimat : Selamat datang di Papua selamat bertanding. Tuhan berserta kita semua. Torang bisa. Wa wa wa. Hanya enam menit dia pidato sambutan Selamat Datang atas nama Gubernur Papua.
suroso  Rabu, 19 Januari 2022 4:54
Menata Kabupaten Deiyai yang Lebih Baik
Kita sebagai warga Kabupaten Deiyai yang berpiir rasional dan ebyektif, kita semua pasti sepakat mengani tiga hal, yakni (1) Kita sedang mengalami krisis kepemimpinan dalam politik dan pemerintahan,

Hahae

Tanah milik KODIM dan POLRES
suroso  Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan