Home Artikel Pengaruh Perubahan SBMPTN 2020

Pengaruh Perubahan SBMPTN 2020

suroso  Sabtu, 14 Desember 2019 14:35 WIT
Pengaruh Perubahan SBMPTN 2020

 Oleh : Sendy Dwi Fitriyanti

Dalam rangka integrasi pendidikan menengah dengan pendidikan tinggi, sekolah diberi peran dalam proses seleksi SNMPTN. Siswa yang berprestasi tinggi dan konsisten menunjukkan prestasinya di masa sekolah layak mendapatkan kesempatan untuk menjadi calon mahasiswa melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi. Pemerintah memberikan penampungan untuk menyeleksi salah satunya dengan penerimaan jalur UTBK ( Ujian Tulis Berbasis Komputer).      

Dalam pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi 2020 pemerintah tetap akan menyeleksi melalui tiga jalur yakni, dengan seleksi nasional masuk perguruan tinggi (SNMPTN) dengan kuota minimum 20 persen, seleksi bersama masuk perguruan tinggi (SBMPTN)dengan kuota 40 persen, dan jalur mandiri 30 persen dari daya tampung Perguruan Tinggi Negeri, kuota tersebut masih sama dengan tahun yang lalu.      

Berbeda dari tahun sebelumnya, peserta hanya bisa mengikuti satu kali UTBK. UTBK merupakan syarat utama dalam mengikuti SBMPTN. UTBK sendiri hanya dilakukan selama satu minggu dua sesi disetiap hari dan dilaksanakan di 74 pusat UTBK PTN dan hasil pengumuman UTBK dilakukan serentak.      

Waktu yang diberikan saat UTBK pada tahun ini juga berkurang, tetapi belum tahu dengan jumlah soal. Hal ini juga masih banyak diperbicangkan oleh Kemendikbud karena pada tahun lalu siswa banyak mengeluh karena keterbatasan waktu saat mengerjakan dengan level soal yang cukup susah.       

Hal ini dianggap membuat pemerintah kurang menyesiasaati dalam perubahan kebijakan, harus banyak aspek-aspek yang harus dipertimbangkan sehingga bisa membuat peraturan yang membuat calon seleksi mahasiswa baru melakukan dengan optimal. Jika seperti ini pasti akan berkurangnya minat yang masuk dalam perguruan tinggi yang diinginkan, ketika nilai kurang ketika melakukan tes UTBK siswa tidak bisa mengikuti lagi, hal ini membuat siswa menjadi khawatir tidak lolos masuk Perguruan Tinggi yang diinginkan. Jika UTBK dilakukan dua kali seperti tahun sebelumnya maka bisa memungkinkan untuk meningkatkan nilainya.      

Hal ini juga berdampak pada Perguruaan Tinggi Swasta, system penerimaan Perguruan Tinggi Swasta biasanya lebih panjang, biasanya jika gagal dalam SBMPTN masih memiliki kesempatan untuk mendaftar di Perguruan Tinggi Swasta. Jika seperti ini peluang masuk PTS lebih besar dibanding Perguruan Tinggi Negeri, jika seperti ini pemerintah belum bisa menepati janji untuk membuat siswa masuk perguruaan tinggi yang diinginkan. Karena biaya PTS dianggap lebih mahal dan banyak siswa yang mengharapkan masuk dalam Perguruan Tinggi Negeri.       

Perubahan kebijakan pada pelaksanaa SNMPTN lainnya adalah bahwa yang melakukan pemringkatan siswa di PDSS ( Pangkalan Data Sekolah dan Siswa)  itu sendiri pihak sekolah. Hal ini pemerintah dianggap cukup baik karena pada tahun sebelumnya, pada saat pemringkatan banyak sekolah yang memanipulasi nilai rapor siswa agar banyak yang lolos mengikuti SNMPTN.Maka dari itu, pemringkatan sudah harus dilakukan di sekolah. Karena pada dasarnya sekolah yang mengetahui kemampuan siswanya. Dalam hal ini, pemerintah harus memperhatikan apa yang kurang dari perubahan system  kebijakan SNMPTN dan apa yang harus ditingkatkan saat melakukan seleksi penerimaan calon mahasiswa baru. (NIM : 201910230311005)

suroso  Minggu, 10 Oktober 2021 2:8
Suara dari Kedalaman Jiwa
Dia mengakhiri sambutannya dengan penggalan kalimat : Selamat datang di Papua selamat bertanding. Tuhan berserta kita semua. Torang bisa. Wa wa wa. Hanya enam menit dia pidato sambutan Selamat Datang atas nama Gubernur Papua.
suroso  Selasa, 7 Desember 2021 8:1
Pentingnya Data Dalam Proses Pembangunan Daerah
DATA menjadi bagian terpenting dalam kehidupan sehari-hari. Dari adanya data, seseorang dapat mengetahui beberapa informasi yang diinginkan. Seperti halnya dalam proses melaksanakan pembangunan. Pembangunan akan berjalan baik apabila didasari dengan ketersediaan data yang benar dan up-to-date. Data sendiri memiliki artian yakni sekumpulan informasi dari suatu hal yang diperoleh melalui pengamatan atau juga pencarian kesumber-sumber tertentu.

Hahae

Tanah milik KODIM dan POLRES
suroso  Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Populer

Suara dari Kedalaman Jiwa
suroso  Minggu, 10 Oktober 2021 2:8
Makna Dogiyai Bahagia Bagi Guru
suroso  Minggu, 19 September 2021 22:52
Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan