Home Dogiyai Stop !! Penjualan Miras di Dogiyai

Stop !! Penjualan Miras di Dogiyai

suroso  Selasa, 7 April 2020 4:56 WIT
Stop !! Penjualan Miras di Dogiyai
NABIRE – Anggota Legislatif Kabupaten Dogiyai, Yoseph Minai dan Yusak Ernest Tebay memeinta Pemerintah Kabupaten Dogiyai untuk melarang dan memproses penjual minuman keras (miras) di Kabupaten Dogiyai. Karena, akibat mengkonsumsi miras, dampaknya tidak hanya merusak generasi muda tetapi berdampak luas. Stop, penjualan miras di Kabupaten Dogiyai.Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai, Yoseph Minai, akhir pekan lalu di Nabire mengatakan penjualan mirasi di Dogiyai, wajib dilaksanakan larangan penjualan miras dan mencegah agar tidak ada yang menjual minuman keras.Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan (DK) DPRD Kabupaten Dogiyai, Yusak Ernest Tebay  secara terpisah menuturkan, penjual miras di Dogiyai harus diproses hukum karena penjualan miras dilarang dari pusat sampai daerah, berdasarkan undang-undang, Kitab Hukum Pidana (KUHP), dan di Dogiyai sendiri sudah ada Peraturan Daerah (Perda) tentang miras. Oleh sebab itu, menyetop penjualan miras di Dogiyai sebagai aksi mendesak dan darurat yang perlu ditangani pemerintah dan seluruh masyarakat di Dogiyai.Minai mengatakan, anak-anak remaja dan pemuda, tidak tahu manfaat dari miras sebenarnya, tidak tahu manfaat miras untuk apa, tetapi mereka konsumsi karena terpengaruh. Generasi muda tidak mengenal, manfaat dari miras itu seperti tetapi beli sebagai salah satu barang yang disenangi.Oleh sebab itu, ia mendesak kepada Pemerintah Kabupaten Dogiyai untuk beraksi untuk menyetopkan penjualam miras di wilayah Dogiyai. Minai menilai, Perda tentang Miras yang ada juga tidak disosialisikan ke tingkat masyarakat dan beraksi sesuai dengan amanat Perda, sebagai produk hukum di daerah.Secara tegas, Ketua DK, Yusak Tebay mengatakan selain Perda dari daerah, larangan tersebut juga diatur di dalam KUP pasal 1 dan apabila ada yang lalai dan melarang ketentuan tersebut, sanksinya telah diatur di dalam KHUP pasal 204 ayat 2. Karena itu, siapapun dia harus diproses hukum.Menanggapi oknum-oknum penjual miras di Dogiyai yang diviral media online, pekan lalu, Minai dengan tegas mengatakan apabila dilakukan oleh oknum-oknum “anggota” yang bertugas di Dogiyai, juga harus dicegah dan tegur. Karena, oknum-oknum “anggota” datang dan ditugaskan bukan untuk menjual miras, merusak masyarakat lewat miras tetapi ditugaskan oleh negara untuk mengamankan daerah.Oleh sebab itu, Tebay dan Minai meminta agar semua penjual dan pemasok miras Di Dogiyai harus dicegah dan proses sesuai hukum berlaku, tanpa memandang bulu, siapapun dia. (ans)
suroso  Minggu, 10 Oktober 2021 2:8
Suara dari Kedalaman Jiwa
Dia mengakhiri sambutannya dengan penggalan kalimat : Selamat datang di Papua selamat bertanding. Tuhan berserta kita semua. Torang bisa. Wa wa wa. Hanya enam menit dia pidato sambutan Selamat Datang atas nama Gubernur Papua.
suroso  Rabu, 19 Januari 2022 4:54
Menata Kabupaten Deiyai yang Lebih Baik
Kita sebagai warga Kabupaten Deiyai yang berpiir rasional dan ebyektif, kita semua pasti sepakat mengani tiga hal, yakni (1) Kita sedang mengalami krisis kepemimpinan dalam politik dan pemerintahan,

Hahae

Tanah milik KODIM dan POLRES
suroso  Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan