Home Jayapura 30 Kasus Baru Covid-19 di Papua

30 Kasus Baru Covid-19 di Papua

suroso  Kamis, 11 Juni 2020 9:47 WIT
 30 Kasus Baru Covid-19 di Papua

JAYAPURA – Tim Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Papua mengonfirmasi 30 kasus baru pada Selasa (9/6/2020).

Tambahan 30 kasus berasal dari Kota Jayapura 12 kasus, Kab Jayapura sembilan kasus, Keerom enam kasus, Sarmi dua kasus dan Nabire satu kasus.

Sehingga total kasus menjadi 1.110 kasus. Terdapat juga tambahan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 11 orang yang berasal dari Kota Jayapura, dan 25 orang dalam pemantauan yang berasal dari Kabupaten Jayawijaya sebanyak 5 orang, Boven Digoel 8 orang, Mappi 2 orang, Maberamo Raya 10 orang. Hari ini tim satgas provinsi Papua juga melaporkan 2 kasus sembuh yang berasal dari Kabupaten Keerom, namun keduanya dirawat di RS Provita di Kota Jayapura.

Namun, ada persoalan yang dihadapi dalam pelayanan pasien.

Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Papua, dr Silwanus Soemoele, SpOG (K) mengatakan kondisi hari ini, pihaknya masih menunggu kesiapan rumah sakit jiwa (RSJ) Abepura agar dapat digunakan sebagai RS rujukan seperti yang direncanakan. Sedangkan rumah sakit di seluruh Kota Jayapura dalam kondisi penuh. “Teman-teman kondisi rumah sakit kita penuh hari ini.

Kami berharap jika malam nanti sudah ada hasil PCR, maka kita jalan kita mampu mengeluarkan sejumlah orang dari rumah sakit.

Karena sekali lagi kita masih menunggu hasil pemeriksaan fisik itulah kendala kita saat ini,” katanya.

Sementara rumah sakit sangat hati-hati untuk mengeluarkan pasien, karena agar pasien dinyatakan sembuh dan bisa keluar dari rumah sakit untuk dilakukan isolasi Mandiri di rumah selama 14, pasien harus dinyatakan negatif dalam dua kali berturut-turut pemeriksaan swab.

Sementara RSUD Abepura saat ini merawat dua pasien Covid-19 yang dalam kondisi hamil. “Tadi saya sudah melihat pasiennya kondisinya stabil,” katanya.

Kedua pasien merupakan tahanan yang dibawa dari ruang tahanan Polsek Abepura, dengan keluhan permasalahan dipencernaan dan satu pasien dalam kondisi perdarahan. “Sudah saya tangani di rumah sakit AB, dan kini kondisinya stabil,” katanya.

Hari ini Satuan Tugas Covid-19 Papua memberikan perhatian kepada Kabupaten Sarmi karena pada hari terdapat dua kasus baru, setelah berhasil menahan laju penyebaran kasus Covid-19 selama 49 hari. “Namun dengan adanya tambahan 2 kasus ini harapan kami kerja cerdas yang sudah dikerjakan selama 49 Hari dapat terus dilakukan untuk mencari menemukan dan mengobati pasien.

Jika akan harus dilakukan rujukan segera untuk dirujuk kepada rumah sakit rumah sakit yang berdekatan,” katanya.

Ia juga meminta perhatian beberapa kabupaten lain yang memiliki jumlah ODP dan PDP cukup tinggi, misalnya Kabupaten Mimika yang memiliki 1.566 ODP dan Kabupaten Keerom yang memiliki 590 PDP. “Bagi pemerintah daerahnya agar segera melakukan revisi, jika perlu untuk segera melakukan swab untuk dapat di ketahui tentang kondisi apakah masyarakat kita telah terkena covid 19 atau tidak,” katanya.(ist) 

suroso  Rabu, 3 Juli 2024 2:43
Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kehadiran Guru Rendah
Penulis : Wiantri Viami Amin, S.Pd Tingkat kehadiran guru ke sekolah yang masih rendah merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi di Papua terkait mutu guru. Beberapa guru memiliki alasan jarak sekolah dengan kediaman yang jauh dan sepi merupakan salah satu alasan dari kurangnya kehadiran guru.
suroso  Senin, 27 Mei 2024 12:10
Kepala Sekolah Berperan Penting Dalam Penyaluran Bakat dan Minat Siswa
Penulis: Wiantri Viami Amin, S.Pd SEMUA siswa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses yang dapat menyalurkan minat dan bakatnya. Sekolah dan orang tua harus memberikan dukungan penuh kepada siswa. SMA Muhammadiyah Nabire memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengikuti kegiatan yang membantu siswa menyalurkan bakat dan minatnya.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan