Home Pemda Nabire Mahasiswa Tagih Janji Bupati Bangunkan 2 Asrama Nabire di Jayapura *Isaias Douw : Saya Suda Anggarkan 5 Miliar

Mahasiswa Tagih Janji Bupati Bangunkan 2 Asrama Nabire di Jayapura *Isaias Douw : Saya Suda Anggarkan 5 Miliar

suroso  Jumat, 10 Juli 2020 8:6 WIT
Mahasiswa Tagih Janji Bupati Bangunkan 2 Asrama Nabire di Jayapura  *Isaias Douw : Saya Suda Anggarkan 5 Miliar

NABIRE - Mahasiswa asal Kabupaten Nabire yang kini sedang mengenyam pendidikan di kota studi Jayapura, terus mempertanyakan janji Bupati Nabire, Isaias Douw terkait pembangunan dua asrama mahasiswa asal Nabire yang letak di Kamkei dan Padang Bulan, Jayapura, Papua.

Terkait itu disambut sejumlah intelektual dan menjadikan diskusi hangat dalam sejumlah Whastapp Group dan berulangkali posting di akun Facebook. 

Dibahas dan dikritisi terhadap janji orang nomor satu Nabire yang terkesan membohongi para mahasiswa asal Nabire di Jayapura.

Ketika wartawan media ini konfirmasi kepada Bupati Nabire, Isaias Douw membenarkan adanya janji yang dirinya sampaikan kepada mahasiswa kota studi Jayapura untuk Pemda akan bangunkan dua gedung asrama di Jayapura.

“Benar bahwa mereka temui saya dan saya sampaikan kepada para mahasiswa bahwa Pemda Nabire akan anggarkan untuk membangun dua asrama di Jayapura, satu di Kamkei dan satu di Padang Bulan,” tutur Isaias menjawab pertanyaan wartawan saat jumpa pers di ruang kerjanya, Rabu (08/07/20) sore.

Isaias mengaku, untuk bangunkan kedua asrama tersebut pihaknya anggarkan 5 miliar pada tahun anggaran berjalan ini (2020).

Masing-masing untuk pembangunan asrama mahasiswa Nabire di Kamkei, Pemda siapkan anggaran 3,5 miliar sedangkan 1,5 miliar untuk pembangunan asrama di Padang Bulan.

“Anggaran saya sudah siapkan, dan sebenarnya pembangunan kedua asrama tersebut dibangun tahun ini, tapi terhalang karena saat ini kita semua diperhadapkan pada situasi pandemic Covid-19, sehingga sampai saat ini asrama kami belum bangun,” ujarnya.

Dikatakan, 5 Miliar yang dianggarkan untuk pembangunan kedua gedung asrama mahasiswa tersebut, dikatakan Isaias, tidak realokasikan untuk penanganan Covid-19.

Termasuk bantuan langsung tunai yang beberapa waktu lalu dikirim kepada mahasiswa adalah hasil realokasi dari pos anggaran lain. 

“5 Miliar itu saya siapkan untuk bangun asrama, lagi pula lalu kami anggarkan bantuan langsung tunai kepada para mahasiswa itu pun dari pos anggaran lain yang direalokasikan untuk penganganan Covid-19, itu yang kami bantu bahasiswa terdampak Covid-19,” tutur Isaias.

Untuk itu, Isaias berharap kepada para mahasiswa yang sedang mengenyam pendidikan di Jayapura untuk tetap bersabar.

Sebab dalam tahun berjalan ini kedua asrama tersebut akan dibangun oleh Pemda. (eby)

suroso  Senin, 27 Juni 2022 0:2
Tindakan Kepolisian : SAKSI DIDUGA DIJADIKAN TERSANGKA TANPA CUKUP ALAT BUKTI (Studi Kasus Pengeroyokan, salah penanganan).
Dalam penegakan hukum positif di Indonesia terhadap berbagai kasus yang terjadi dari segi penanganan kasus tidak mengedepankan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 01 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian dan Standar Operasional Prosedur (SOP) baku yang berlaku dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia.
suroso  Senin, 7 Februari 2022 0:41
Apa Itu Tinea Imbrikata atau Kaskado ?
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menemui orang-orang atau bahkan diri kita sendiri yang pernah mengeluhkan gatal-gatal terutama di badan. Tetapi dapat juga terjadi pada leher,tangan, kaki ataupun di tempat lainnya. Keluhan gatal tersebut berlangsung lama, berulang, makin gatal bila berkeringat, diobati tapi tak kunjung sembuh hingga sangat mengganggu tidur. Gatal-gatal pada badan sering di sebabkan oleh infeksi jamur. Salah satu penyakit infeksi jamur pada badan yang sering adalah Tinea Imbrikata atau masyarakat di Papua lebih mengenalnya dengan sebutan Kaskado.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan