Home Opini Jadilah Pemilih Cerdas Untuk Hasilkan Pemimpin Yang Berkualitas (Richard Simanjuntak)

Jadilah Pemilih Cerdas Untuk Hasilkan Pemimpin Yang Berkualitas (Richard Simanjuntak)

suroso  Jumat, 4 Desember 2020 6:32 WIT
Jadilah Pemilih Cerdas Untuk Hasilkan Pemimpin Yang Berkualitas (Richard Simanjuntak)

Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Nabire yang akan di laksanakan pada Hari Rabu tanggal 9 Desember 2020 mendatang, merupakan pesta rakyat  yang akan melibatkan seluruh warga negara yang mempunyai hak memilih sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku di NKRI.

Ajang atau Pesta demokrasi 5 (lima) tahunan ini tentunya juga menjadi ajang bagi masyarakat Kabupaten Nabire untuk menentukan pilihan politiknya kepada para kontestan yang bertarung.

Tentunya masyarakat memiliki suatu harapan besar yakni, bagaimana melahirkan seorang pemimpin yang amanah, anti korupsi, berpihak pada kaum marginal, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan dapat meningkatkan pelayanan publik, serta tidak alergi kritikan.

    Untuk mewujudkan harapan warga masyarakat Nabire untuk suatu perubahan bukanlah sesuatu hal yang mudah, diperlukan pemimpin yang berkualitas, yang diharapkan mampu menggerakan potensi dari masyarakat dan potensi daerah yakni potensi Kelautan, Wisata, Perikanan, Peternakan, Pertanian, Perdaganngan dan Perkebunan untuk dipergunakan bagi kepentingan publik.

Partisipasi masyarakat dengan menggunakan hak pilih saat pemilihan umum merupakan bentuk dukungan dalam mewujudkan mimpi akan hadirnya pemimpin yang berkualitas dan berintegritas.

  Salah satu persoalan besar yang saat ini dihadapi oleh para pemilih adalah hilangnya kepercayaan masyarakat kepada para politisi atau kandidat yang akan bertarung pada Pilkada Nabire.

Hal ini diakibatkan tidak konsistennya para Calon Bupati dan Wakil Bupati saat kampanye dan pada saat dirinya terpilih.

Masalah janji yang tidak ditepati, atau mungkin tersangkut persoalan korupsi, tidak serius memperjuangkan aspirasi masyarakat adalah beberapa contoh yang terjadi saat ini di Negara demokrasi yang kita cintai ini.

Tak bisa di pungkiri, bahwa apatisme dan keraguan akan masa depan daerah mendorong pemilih menjadi pragmatis.

   Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nabire untuk Periode 2021 – 2026, seharusnya bukan hanya sekedar untuk memenuhi hak masyarakat sebagai seorang warga negara yang baik, tetapi dapat dijadikan momentum politik bagi masyarakat untuk "mengadili" para politisi yang telah mengisi suprastruktur politik dengan dimintai pertanggung jawaban atas kepercayaan yang diberikan publik serta untuk melahirkan kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat, memiliki integritas dan mampu untuk menjalankan amanah konstitusi.

   Kita tahu bersama, bahwa Negara Indonesia telah memilih sistem demokrasi langsung, yaitu menghasilkan pemimpin dari pemilihan yang langsung dan demokratis.

Mekanisme demokrasi yang demikian seharusnya menjadikan pemilih/konstituen sebagai pemegang kedaulatan demokrasi dan instrumen penting dalam menjalankan dan mengawal pemerintahan.

  Dalam ilmu politik, perilaku memilih (Voting Behavior) menjadi salah kajian dari para ahli politik.

Beberapa kategori/tipikal pemilih Indonesia.

Pertama, memilih karena berdasarkan kesamaan golongan, suku, agama atau status sosial.

Kedua, memilih berdasarkan kesamaan ideologi, visi dan pandangan serta pada afiliasi partai politik.

Kontestan yang didukung partai politik pilihannya, kepada dialah pilihan dijatuhkan. 

Ketiga, memilih karena berdasarkan pramagtisme politik.

Seperti memilih karena diberi hadiah atau politik uang (Money Politik).

Keempat, adalah kategori pemilih yang memilih berdasarkan program yang relevan dan terukur serta rekam jejak kontestan yang berintegritas dan paham pada persoalan daerah.

  Maju atau tidaknya suatu daerah tergantung pada pemimpinnya, oleh karena itu jadilah “Pemilih” yang cerdas untuk bisa menghasilkan “Pemimpin” yang berkualitas, agar bisa mengelola daerah dengan profesional dan berintegritas.

Pertanyaannya bagaimana menjadi Pemilih yang cerdas ?  Penulis ingin memberikan sedikit edukasi atau pengertian kepada warga masyarakat Nabire yang mempunyai hak memilih pada Pilkada Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nabire Tahun 2020 yang akan di laksanakan pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang.

Sehingga, tidak gagal fokus, gagal paham dan gagal memilih pemimpin yang berkualitas.

    Pertama, jadilah pemilih yang mampu menggali rekam jejak calon pemimpin.

Telusuri riwayat calon pemimpin tersebut didalamnya terkait latar belakang keluarga, pendidikan dan bagaimana aktifitasnya di masyarakat, karena tidak semua yang disampaikan atau dijanjikan oleh seorang kontestan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya, sehingga masyarakat bisa mengetahui sebelum menentukan pilihannya.

  Kedua, jadilah pemilih yang rajin mencari informasi dan mempelajari program dan visi misi yang ditawarkan kepada masyarakat.

Visinya relevan dengan kebutuhan masyarakat, terukur atau realistis dan mudah dipahami.

Misi yang diusung harus mampu menterjemahkan visi yang disampaikan.

Jangan sampai berbanding terbalik dengan visi yang ada.

  Begitu juga dengan program yang ditawarkan oleh para kontestan, program yang baik seharusnya adalah penterjemahan secara teknis dari visi dan misi.

Pemilih yang cerdas harus mampu menjadi "penterjemah" yang bisa menilai program yang disampaikan realistis atau hanya ingin menyenangkan "sesaat" hati masyarakat , serta apakah benar-benar visi dan misi tersebut sesuai dengan kebutuhan atau "tiba saat tiba akal".

  Ketiga, jadilah pemilih yang mengedepankan rasionalitas dalam memilih. Memilih pemimpin berdasarkan penilaian yang objektif dan komprehensif tanpa dipengaruhi oleh tekanan dari pihak lain, tidak memilih berdasarkan suku, daerah, agama dan tidak dipengaruhi oleh faktor hadiah atau uang (Money Politik), tetapi memilih karena kontestan tersebut berintegritas, rekam jejaknya baik dan memiliki sikap kenegarawanan.

  Untuk menjadi pemilih yang cerdas, penulis sedikit memberikan gambaran tentang apa yang menjadi Visi dan Misi dari masing-masing  3 (tiga) Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nabire Periode 2021 -2026 yang akan bertarung pada Pilkada Kabupaten Nabire pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang.

  Visi dan Misi Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nabire Periode 2021- 2026  Pasangan Nomor Urut 1 (YUDA), Calon Bupati Nabire YUFINIA MOTE, S.SiT dan Calon Wakil Bupati Nabire, H. MUHAMMAD DARWIS Periode 2021-2026 adalah: VISI : “Nabire Adil, Sejahtera, Mandiri, dan Berdaya Saing dalam Keberagaman” MISI :

PERTAMA: Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang Berbudaya, Berdaya Saing dan Berwawasan Lokal dan Global.

KEDUA: Meningkatkan Fasilitas dan SDM di Bidang Kesehatan serta Meningkatkan Pelayanan Kesehatan yang Berkualitas dan Manusiawi.

KETIGA: Peningkatan Ekonomi Kerakyatan dengan Penciptaan Iklim Usaha yang Baik dan Kompetitif serta  pengelolaan SDA yang Tersedia serta Pendampingan Usaha bagi Masyarakat Asli Papua.

KEEMPAT: Pengembangan dan Pembangunan  Infrastruktur Daerah yang  Lebih Memadai.

KELIMA: Penataan Kapasitas dan Kapabilitas Kelembagaan dan Disiplin Aparatur Pemerintahan.

KEENAM: Penataan Lingkungan Perkotaan dan Pedesaan, Pembinaan Bidang Olahraga, Pembinaan Perempuan dan Peningkatan Pariwisata dan Kelestarian Alam (Hutan).

KETUJUH: Peningkatan Stabilitas Keamanan Daerah dan Kerukungan Masyarakat  di Kabupaten Nabire.

  Pasangan Nomor Urut 2 (MESI), Calon Bupati Nabire MESAK MAGAI, S.Sos.M.Si dan Calon Wakil Bupati Nabire, ISMAIL DJAMALUDDIN Periode 2021-2026 adalah: Visi :  “Nabire Aman, Sejahtera, dan Mandiri” Aman, bebas dari bahaya, bebas dari gangguan, tidak ada perasaan takut yang menghantui seseorang atau masyarakat dalam beraktivitas.

Kabupaten Nabire sebagai kabupaten yang dihuni oleh berbagai suku, agama, dan ras, kepastian keamanan adalah faktor utama untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.

Sejahtera, suatu keadaan dimana masyarakat secara menyeluruh dapat terpenuhi hak-hak dasarnya di bidang sosial, ekonomi, dan budaya terutama pangan, sandang, dan papan yang didukung oleh kemudahan akses pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan, penghidupan yang layak.

Mandiri, suatu keadaan dimana masyarakat mampu mendayagunakan kemampuan yang dimiliki dan memiliki ketahanan terhadap perubahan yang terjadi sehingga terwujud kehidupan yang sejajar dan sederajat dengan orang lain yang mengandalkan kemampuan dan kekuatan sendiri.

Misi : PERTAMA : Jaminan Stabilitas Keamanan Daerah.

KEDUA : Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

KETIGA : Peningkatan Pelayanan Kesehatan yang Memadai dan Manusiawi.

KEEMPAT : Peningkatan Ekonomi Rakyat dengan Penciptaan Iklim Usaha.

KELIMA : Peningkatan Infrastruktur Daerah yang Memadai.

KEENAM : Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dengan Menjunjung Tinggi Hak-hak Masyarakat Adat dan Fungsi Lingkungan serta Penataan Kota Nabire yang Bersih, Hijau, Nyaman, dan Layak Anak.

KETUJUH : Reformasi Birokrasi Pemerintahan, Pembinaan Organisasi Non-Pemerintahan, Pembinaan Bidang Seni, Budaya, Kepemudaan, dan Keolahragaan; Pembinaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengembangan Kepariwisataan.

KEDELAPAN : Penguatan Keuangan, Kesejahteraan Masyarakat Akan Meningkat Jika Segala Potensi Yang Dimiliki Daerah Dikelola Dengan Baik. 

Pasangan Nomor Urut 3 (FRANSBRO) Calon Bupati Nabire DRS.FRANSISCUS XAVERIUS MOTE,M.SI dan Calon Wakil Bupati Nabire, TABRONI BIN M.CAHYA Periode 2021-2026 adalah:  Visi :  “Menciptakan Nabire yang Bangkit, Mandiri dan Sejahtera yang Berkeadilan Berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa” Misi 

PERTAMA: Menciptakan stabilitas daerah.

KEDUA : Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat akan sandang, pangan dan papan.

KETIGA : Peningkatan kualitas pendidikan.

KEEMPAT : Peningkatan kualitas kesehatan.

KELIMA : Peningkatan perekonomian & pemberdayaan masyarakat.

KEENAM : Peningkatan infrastruktur daerah.

KETUJUH : Investasi bagi daerah, adanya jaminan kepastian hukum bagi setiap orang yang berinvestasi di Nabire.

Dengan demikian, cerdas dalam memilih menjadi aspek penting yang wajib dimiliki oleh setiap warga masyarakat Kabupaten Nabire.

Masyarakat sebagai pionir demokrasi diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran politik sebagai pemilih untuk menggunakan hak pilihnya.

“NASIB” Nabire ke depan, ditentukan oleh pilihan politik pemilih yang objektif dan mengedepankan rasionalitas.  

Pilihlah kandidat yang terbaik yang dapat memperjuangkan hak-hak masyarakat dan berani berbicara dalam kebenaran.

Pemilih yang cerdas menghasilkan pemimpin yang berkualitas, jujur, cerdas, adil, dan mampu menjaga amanah. 

Selamat memilih warga masyarakat Nabire, gunakan hak suaramu pada Rabu tanggal 9 Desember 2020, untuk menentukan nasib Nabire lima tahun kedepan.

“Satu detik di bilik suara menentukan Kemajuan Kabupaten Nabire Lima Tahun Kedepan”.

Selamat Memilih, Gunakan Hak Suaramu, Patuhilah Protokol Kesehatan Pencegahan Penanganan Covid -19, JADILAH PEMILIH YANG CERDAS UNTUK BISA MENGHASILKAN PEMIMPIN YANG BERKUALITAS.

(Penulis adalah Wartawan Media Papuapos Nabire dan Pemerhati Politik)

suroso  Minggu, 10 Oktober 2021 2:8
Suara dari Kedalaman Jiwa
Dia mengakhiri sambutannya dengan penggalan kalimat : Selamat datang di Papua selamat bertanding. Tuhan berserta kita semua. Torang bisa. Wa wa wa. Hanya enam menit dia pidato sambutan Selamat Datang atas nama Gubernur Papua.
suroso  Selasa, 7 Desember 2021 8:1
Pentingnya Data Dalam Proses Pembangunan Daerah
DATA menjadi bagian terpenting dalam kehidupan sehari-hari. Dari adanya data, seseorang dapat mengetahui beberapa informasi yang diinginkan. Seperti halnya dalam proses melaksanakan pembangunan. Pembangunan akan berjalan baik apabila didasari dengan ketersediaan data yang benar dan up-to-date. Data sendiri memiliki artian yakni sekumpulan informasi dari suatu hal yang diperoleh melalui pengamatan atau juga pencarian kesumber-sumber tertentu.

Hahae

Tanah milik KODIM dan POLRES
suroso  Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Populer

Suara dari Kedalaman Jiwa
suroso  Minggu, 10 Oktober 2021 2:8
Makna Dogiyai Bahagia Bagi Guru
suroso  Minggu, 19 September 2021 22:52
Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan