Home Pemda Nabire Bupati Nabire dan Rombongan Tinjau Pembangunan Bandara Baru

Bupati Nabire dan Rombongan Tinjau Pembangunan Bandara Baru

suroso  Selasa, 19 Januari 2021 11:12 WIT
Bupati Nabire dan Rombongan Tinjau Pembangunan Bandara Baru

NABIRE – Bupati Nabire, Isaias Douw didampingi Wakil Bupati Nabire, Amirullah Hasyim dan sejumlah pejabat Pemkab Nabire, Senin (18/1) sore, meninjau pembangunan bandara baru di Karadiri.

Di lokasi pembangunan bandara baru, Bupati Isaias kepada awak media sempat membeberkan program kerja prioritas Pemkab Nabire pada masa kepemimpinannya.

Dikatakan Bupati Douw, di masa kepemimpinannya terdapat sedikitnya 14 program prioritas.

Tiga di antaranya adalah di bidang perhubungan pembangunan bandar udara Douw Aturure Karadiri yang merupakan salah satu dari tiga program prioritas di bidang perhubungan di masa kepemimpinannya, seperti bandar udara Douw Aturure Karadiri, Pengembangan Pelabuhan Penumpang dan Pelabuhan Konteiner.

“Ada 14 program prioritas kami, tiga ada di perhubungan yang merupakan skala prioritas,” kata Bupati Isaias kepada awak media.

Menurutnya, untuk pelabuhan kontainer awalnya direncanakan di Nusi tetapi setelah disurvei terdapat batu karang sehingga kapal tidak bisa masuk.

Karena itu, pihaknya akhirnya menyatukan pelabuhan container dengan pelabuhan penumpang di Samabusa, termasuk terminal penumpang di pelabuhan yang sudah rampung.

“Maka kedatangan hari ini untuk untuk melihat dan memastikan proses pengerjaannya sudah sejauh mana,” ujarnya.

Dia menjelaskan, bandar udara Douw Aturure awalnya dibangun dengan menggunakan APBD Nabire, mulai dari penyiapan lahan, pembebasan lahan, penimbunan, serta penyiapan dokumen.

Total  anggaran yang disiapkan mencapai Rp145 milyar.

Kemudian dilanjutkan dengan proses lobi kepada kementerian perhubungan dan Bappenas baik lisan maupun tertulis.

Ia mengatakan Presiden Jokowi dan Kepala Bappenas pernah turun meninjau.

“Puji Tuhan, Presiden langsung respons dan perintahkan kepada Kepala Bapennas dan Menteri Perhubungan agar Bandara Nabire menjadi asset Nasional dan harus selesai tahun 2019,” lanjut Isaias.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan, Alpius Douw mengaku, proses pembangunan bandar udara Douw Aturure ini memakan waktu hamppir 10 tahun.

Sehingga, selanjutnya akan diselesaikan oleh Kementerian Perhubungan pada tahun 2021.

Untuk tahun ini yang dikerjakan adalah runway sepanjang 1,6 KM, sisi darat bandara dan fasilitas penunjang lainnya termasuk jalan masuk ke bandara.

“Maka masih ada sisa 1 KM yang akan terus kami koordinasi dengan pusat hingga 2022 nanti.

Jadi untuk tahap pertama akan didarati oleh pesawat ATR, selanjutnya kalau sudah rampung keseluruhannya untuk 2,5 Kilometer maka tentunya akan turun juga pesawat berbadan besar,” tambah Alpius Douw.

Sementara itu, kunjungan Bupati Isaias ini didampingi sejumlah pejabat, diantaranya Wakil Bupati Nabire, Amirullah Hasyim, Kepala Dinas Perhubungan Alpius Douw, Kepala Bappeda Michael Danomira, Kepala Bagian Humas dan Protokol Yermias Degei, serta Kepala Bandar Udara Nabire. (ist/ros)

suroso  Kamis, 23 Nopember 2023 23:29
Setelah Pemilu 2024 Apakah Akan Banyak Caleg Yang Masuk Rumah Sakit Jiwa
Dunia oh dunia, mungkin itu yang banyak dibahas oleh banyak Guru dan Ustadz ketika mengisi materi baik pembelajaran dikelas ataupun ketika dimajelis. Dunia memang terkenal sangat hijau, kenapa dibilang sangat hijau? Dikarenakan dunia itu sangat nikmat dan sangat menggiurkan bagi para manusia yang mengejar kenikmatan dunia.
suroso  Kamis, 3 Agustus 2023 0:39
Mafia Tanah Adat di Papua Harus Dilawan
Masyarakat adat telah hidup pada wilayah adatnya masing masing sejak leluhur tanpa saling mengganggu, pada waktu lalu upaya upaya penguasaan kadang berakhir dengan konflik fisik, namun harus diakui juga terjadi juga migrasi dari satu wilayah adat ke wilayah adat lain, karena konflik dalam keluarga atau saat perang hongi.dll.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan